Artikel ini bagian dari panduan membuat partitur.
Mentranskripsikan musik berarti mengubah rekaman menjadi notasi. Saat mengerjakannya, kita belajar mendengar pergantian akor, merasakan ritme, dan memahami cara kerja sebuah aransemen. Keterampilan itu tetap perlu dilatih meski AI sekarang bisa mengerjakan sebagian besar penulisan not. Perhatian kita berpindah ke bagian lain dari pekerjaan itu.
Kita bisa mulai dengan mendengarkan dan menulis semuanya dari awal, atau memakai AI sebagai bagian dari alur kerja. Kedua cara ini bisa dipakai bersama. Kebanyakan musisi menggabungkannya dalam pekerjaan mereka, dengan porsi yang berbeda sesuai kebutuhan.
Latih pendengaran lewat transkripsi
Mendengar sebuah akor, riff, atau pola bas lalu mencari tahu nada-nadanya adalah keterampilan dasar seorang musisi. Keterampilan yang sama membantu kita berimprovisasi dengan meyakinkan, mempelajari lagu dengan cepat, dan memahami bagaimana musik yang kita sukai disusun. AI bisa menghasilkan berkas notasi, tapi saat kita perlu mendengarkan langsung, berkas itu tidak bisa menggantikan pendengaran kita.
Setelah keterampilan itu terbentuk, menulis setiap lagu dari awal dengan mendengarkan saja menghabiskan waktu yang sebetulnya bisa dihemat. Latihan transkripsi melatih pendengaran. Untuk menghasilkan banyak partitur, kita bisa memakai AI agar pekerjaan lebih cepat. Pendengaran yang sudah terlatih membuat kita bisa memeriksa hasilnya tanpa bergantung sepenuhnya pada alat.
Mentranskripsikan musik dengan mendengarkan
Langkah 1: Pilih lagu yang sesuai
Mulai dari lagu yang sedikit di atas kemampuan kita saat ini. Pilih yang masih bisa dikerjakan, tapi tetap membuat kita belajar sesuatu yang baru. Kita bisa lebih lancar mengikuti lagu dengan bunyi instrumen yang jelas, melodi yang kuat, dan harmoni yang bisa diperkirakan daripada aransemen padat dengan beberapa melodi pengiring. Kalau baru mulai, pilih rekaman solo atau ansambel kecil sebelum mengerjakan rekaman dengan aransemen lengkap.
Langkah 2: Tentukan nada dasar
Cari nada dasar sebelum mulai menulis not. Cara paling sederhana adalah mencari nada yang membuat lagu terasa selesai, biasanya nada terakhir melodi atau nada bas yang paling kuat di bagian reff. Kemungkinan besar itulah tonikanya. Lalu dengarkan apakah lagunya terdengar mayor atau minor untuk menentukan nada dasarnya.
Mengetahui nada dasar sejak awal membuat langkah berikutnya jauh lebih cepat. Sebagian besar nada yang akan kita tulis berasal dari tangga nada itu. Kalau terdengar nada yang “di luar” tangga nada, kita akan mengenalinya sebagai pengecualian, tanpa harus mencari setiap nada dari nol.
Langkah 3: Cari progresi akor
Dengarkan pola bas terlebih dahulu. Nada bas biasanya adalah nada dasar tiap akor, jadi menulis pola bas lebih dulu memberi kita kerangka progresi akornya. Setelah itu, dengarkan apakah tiap akor mayor, minor, atau memakai tambahan nada ketujuh atau kesembilan. Untuk sebagian besar musik populer, menemukan progresi akor berarti 80% pekerjaan membuat transkripsi yang bisa dipakai sudah selesai.
Langkah 4: Tulis melodi
Setelah nada dasar dan progresi akor diketahui, menulis melodi jadi jauh lebih cepat. Sebagian besar nada melodi adalah nada-nada dalam akor yang sedang dimainkan (nada dasar, terts, kuint, atau septim) atau nada lain dari tangga nada lagu. Kalau terdengar nada di luar keduanya, dengarkan bagian itu lebih lama. Biasanya di situlah karakter khas lagunya terdengar.
Langkah 5: Perlambat rekaman
Untuk bagian yang cepat, pakai alat yang bisa memperlambat audio tanpa mengubah tinggi nadanya. Transcribe! dari Seventh String sudah menjadi pilihan standar untuk pekerjaan ini. Sebagian besar DAW punya fungsi serupa, dan aplikasi ponsel juga bisa dipakai. Pada kecepatan 50%, nada-nada yang lewat terlalu cepat pada kecepatan asli bisa terdengar satu per satu. Memperlambat rekaman adalah cara kerja yang dipakai semua musisi yang mengerjakan transkripsi.
Langkah 6: Periksa sambil ikut bermain
Mainkan hasil transkripsi bersama rekamannya untuk mendengar apakah sudah cocok. Dengan bermain mengikuti audio, kita lebih cepat menemukan kesalahan waktu masuk dan panjang nada, nada yang keliru, serta bagian yang terlewat dibanding memakai cara lain. Perbaiki hasilnya kalau masih ada yang tidak cocok.
Pakai AI dalam alur transkripsi
Setelah terbiasa mentranskripsikan musik dengan mendengarkan, kita bisa memakai AI untuk mempercepat pekerjaan. Proses lagu dengan AI terlebih dahulu, lalu periksa hasilnya sambil mendengarkan. Menuliskan semua not di partitur biasanya memakan waktu. AI mengerjakan bagian itu, sementara kita mencari kesalahan dan memperbaiki hasilnya.
Alat seperti Songscription mentranskripsikan audio dalam satu atau dua menit dan menghasilkan partitur serta MIDI. Hasilnya jarang sempurna, terutama dari rekaman dengan semua instrumen yang sudah dicampur, tapi jauh lebih membantu daripada memulai dari halaman kosong. Saat mendengarkan audio sambil memeriksa transkripsinya, keterampilan mendengar paling terasa manfaatnya. Kita lebih cepat menemukan kesalahan karena kita memeriksa draf, bukan mempelajari lagu dari awal.
Pilih cara sesuai pekerjaan
- Kalau sedang melatih pendengaran, kerjakan transkripsi dengan mendengarkan tanpa bantuan AI. Tetap kerjakan bagian yang sulit karena dari proses mencari nada itulah keterampilannya terbentuk.
- Kalau sedang membuat transkripsi untuk sebuah proyek musik, pakai AI untuk menghasilkan draf lalu periksa dengan mendengarkan. Gabungan ini lebih cepat dan lebih akurat daripada memakai salah satu cara saja.
- Kalau mengajar dan membuat materi untuk murid, AI hampir selalu layak dipakai. Waktu yang dihemat bisa dipakai untuk menyiapkan lebih banyak materi.
- Kalau lagunya rumit, misalnya memakai birama ganjil, polifoni yang padat, atau tempo bebas, AI akan kesulitan. Pekerjaan mungkin lebih cepat selesai kalau bagian yang sulit ditranskripsikan dengan mendengarkan dan bagian yang lebih sederhana dikerjakan dengan AI.
Gabungkan keduanya sesuai kebutuhan
Saat mencari nada dari rekaman, kita mempelajari cara lagu disusun dan mengenal pola-pola musik dalam suatu genre. Kita juga melatih kepekaan yang dipakai saat bermain bersama band dan mengikuti pergantian akor secara langsung. Keterampilan itu tumbuh saat kita mendengarkan rekaman, mencari tahu apa yang dimainkan, lalu menghubungkan bunyinya dengan pemahaman kita tentang musik.
Begitu pendengaran cukup terlatih untuk memeriksa transkripsi dengan cepat, AI bisa mempersingkat pekerjaan yang biasanya memakan beberapa jam menjadi 20 menit. Waktu yang tersisa bisa dipakai untuk menentukan aransemen dan mengerjakan detail permainan yang tidak bisa dikerjakan alat. Latihan mendengarkan dan penggunaan AI saling melengkapi. Kebanyakan musisi memakai keduanya sesuai kebutuhan pekerjaan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara mentranskripsikan musik?
Ada dua cara, dan kebanyakan musisi memakai keduanya dalam pekerjaan mereka. Untuk mentranskripsikan musik dengan mendengarkan, tentukan nada dasarnya, cari progresi akor dari pola bas, lalu tulis melodinya. Perlambat bagian yang cepat dan periksa hasilnya dengan ikut bermain bersama rekaman. Cara yang lebih cepat adalah memproses lagu dengan AI terlebih dahulu, lalu memeriksa hasilnya sambil mendengarkan. AI mengerjakan penulisan not, sementara kita mendengarkan untuk menemukan kesalahannya.
Apakah AI bisa mentranskripsikan musik dengan akurat?
AI menghasilkan draf awal yang cukup baik untuk diperiksa, bukan hasil yang bebas kesalahan. Hasilnya paling baik pada rekaman solo dan ansambel kecil. Musik yang rumit, misalnya yang memakai birama ganjil, polifoni yang padat, atau tempo bebas, masih sulit ditangani. Hasilnya jarang sempurna, terutama dari rekaman dengan semua instrumen yang sudah dicampur, tapi jauh lebih membantu daripada memulai dari halaman kosong.
Apakah kita masih perlu belajar mentranskripsikan musik dengan mendengarkan kalau sudah ada AI?
Ya. Mentranskripsikan musik dengan mendengarkan melatih keterampilan yang kita pakai untuk berimprovisasi, mempelajari lagu dengan cepat, dan memahami susunan musik. AI tidak bisa menggantikan latihan mendengarkan itu. Setelah pendengaran terlatih, kita bisa memakai AI untuk mempercepat pekerjaan tanpa selalu bergantung padanya. Memeriksa draf akan jauh lebih cepat daripada menulis transkripsi dari awal.
