Pemula yang mencari “pembuat partitur untuk pemula” punya kebutuhan yang berbeda-beda. Ada yang sudah bisa membaca sedikit notasi dan ingin menulis musik tanpa harus lama mempelajari aplikasinya. Ada juga yang belum bisa membaca notasi sama sekali, tapi ingin membuat partitur dengan cara lain. Kedua kelompok ini membutuhkan alat yang cara kerjanya sangat berbeda. Banyak daftar rekomendasi mencampurkan dua kebutuhan ini, sampai pemula akhirnya membuka aplikasi dan berhadapan dengan paranada kosong tanpa tahu harus berbuat apa.
Kami membuat Songscription, yang cocok untuk kebutuhan kedua. Untuk menulis not sendiri, editor notasi biasa bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Kemampuan membaca notasi dan cara kita ingin membuat partitur menentukan pilihan aplikasinya.
Kenali kebutuhan kita dulu
Kalau sudah bisa membaca sedikit notasi dan ingin menuliskan musik, pilih editor notasi. Bandingkan seberapa rumit aplikasi itu dipelajari dan digunakan. Kalau belum bisa membaca notasi dan berharap aplikasi bisa membantu membuat partitur, editor notasi akan meminta kita menempatkan not pada paranada yang belum bisa kita baca. Kita perlu alat yang membuat notasinya untuk kita dari musik yang dimainkan, dinyanyikan, atau diunggah.
Memilih sesuai kebutuhan membantu kita menghindari aplikasi yang cara kerjanya belum cocok.
Pilih editor notasi untuk mulai menulis
Flat.io paling praktis untuk mulai menulis notasi bagi kebanyakan pemula. Semuanya berjalan di peramban, jadi tidak perlu memasang aplikasi. Antarmukanya rapi dan modern. Flat.io bisa memutar partitur dan mendukung kolaborasi langsung, yang berguna bagi murid dan guru. Paket gratisnya mencakup kebutuhan pemula; paket berbayar dan pendidikan menambah jumlah partitur serta pilihan ekspor. Kalau ingin mulai menulis dalam lima menit ke depan, ini pilihan kami.
Noteflight punya pendekatan serupa. Aplikasi ini juga berjalan di peramban, cocok untuk pemula, punya tutorial yang bagus, dan banyak dipakai untuk kebutuhan pendidikan. Paket gratisnya membatasi jumlah partitur hingga beberapa saja. Jumlah itu cukup selama belajar, lalu bisa menjadi alasan untuk beralih ke paket berbayar. MuseScore 4 punya fitur paling lengkap di antara pilihan gratis dan bisa dipakai tanpa langganan. Namun, MuseScore 4 adalah aplikasi desktop dengan lebih banyak fitur di layar. Kita perlu sedikit lebih banyak waktu untuk mulai, tapi aplikasi ini juga bisa dipakai untuk mengerjakan musik yang jauh lebih rumit. Perbandingan lebih rinci ada di ulasan kami tentang aplikasi notasi musik gratis.
Ketiganya mengharuskan kita memasukkan not pada paranada. Jadi, kita perlu cukup memahami notasi untuk tahu apa yang sedang ditulis. Kalau sudah bisa membaca sedikit, menulis seperti ini bisa melatih kelancaran membaca. Kalau belum bisa membaca sama sekali, pilihannya ada di bagian berikutnya.
Belajar membaca sambil membuat musik
Soundslice cocok untuk pemula yang sedang belajar membaca notasi. Notasinya diselaraskan dengan rekaman asli, dan rekamannya bisa diulang per bagian atau diperlambat. Kita melihat pergerakan notasi sambil mendengar musiknya. Menghubungkan bunyi dengan simbol seperti ini adalah salah satu cara terbaik untuk belajar membaca sambil membuat musik, dan Soundslice punya editor gratis. Fokusnya lebih pada belajar dan membuat transkripsi secara interaktif daripada penataan partitur yang rumit. Pendekatan itu cocok kalau tujuannya membaca notasi dengan lebih lancar, bukan menerbitkan partitur. Kalau ingin berlatih membaca, gunakan juga panduan praktis membaca partitur.
Buat partitur meski belum bisa membaca notasi
Kalau belum bisa membaca notasi, mulai dengan alat yang membuat partiturnya untuk kita. Songscription menerima rekaman, senandung, atau tautan, lalu mengubahnya menjadi partitur, MIDI, dan MusicXML. Not-notnya ditulis otomatis, tanpa perlu kita masukkan satu per satu. Kita memainkan atau menyanyikan musiknya, lalu not-notnya muncul pada paranada. Hasilnya bisa dirapikan melalui editor bawaan dan piano roll, lalu dicetak atau dibagikan, tanpa harus menempatkan satu not pun sendiri.
Songscription membuat transkripsi dari suara, jadi paling cocok ketika musiknya sudah ada dalam bentuk audio dan kita ingin menuliskannya. Untuk menyusun musik dari awal dengan memasukkan not satu per satu pada paranada, pilih editor di atas setelah bisa membaca notasi. Kami membahas kategori ini lebih lengkap dalam aplikasi terbaik untuk menulis musik tanpa membaca notasi. Untuk mencobanya sekarang, buka audio ke partitur.
Sunting partitur dengan mengetik permintaan
Menurut kami, cara menyuntingnya membuat Songscription paling praktis digunakan oleh pemula di antara semua pilihan ini. Pada setiap editor notasi di atas, kita memilih not pada paranada lalu mengubahnya. Bahkan untuk memperbaiki kesalahan kecil, kita harus bisa membaca paranada itu. Songscription punya asisten bawaan yang menerima permintaan dalam bahasa sehari-hari, seperti saat meminta sesuatu kepada ChatGPT. Asisten itu lalu menyunting partitur untuk kita.
Ketik perubahan yang diinginkan, misalnya “Transposisikan ini ke G mayor”, “Ubah not terakhir itu menjadi D”, “Jadikan semua not di birama keempat not seperempat”, “Tambahkan simbol akor di atas melodi”, “Tambahkan lirik ini”, atau “Beri crescendo sepanjang birama kedelapan”. Asisten membaca partitur dan mengubah notasi yang tertulis di dalamnya. Setiap perubahan bisa dibatalkan dengan satu perintah lewat papan ketik. Lewat permintaan dalam satu kalimat, asisten bisa memasukkan not untuk satu frasa utuh, mengubah nada dasar dan tanda birama, menyederhanakan ritme, menambahkan tanda dinamika dan artikulasi, serta membuat perubahan lain.
Menyunting dengan cara biasa menuntut kemampuan membaca notasi yang masih kita pelajari. Saat ada not yang salah, kita bisa kesulitan memperbaikinya. Dengan permintaan dalam bahasa sehari-hari, kita menjelaskan perubahannya lalu belajar dari notasi yang muncul setelahnya. Tidak ada alat lain dalam daftar ini yang menyediakan cara menyunting seperti itu. Itulah alasan pemula yang benar-benar baru bisa menghasilkan partitur yang rapi dan benar lebih cepat di Songscription daripada di editor tradisional. Buka koleksi partitur atau buat transkripsi dari rekaman, lalu ketik perubahan yang diinginkan di editor.
Tunda aplikasi profesional sampai dibutuhkan
Dorico dan Sibelius sangat bagus untuk penataan partitur profesional, tapi hampir semua pemula akan lebih terbantu kalau mulai dengan aplikasi lain. Dorico SE yang gratis membatasi penggunaan hingga dua instrumen. Kita juga harus memahami pembagian mode untuk menulis notasi, menata partitur, dan memutar musik. Pembagian itu membuat kita bisa mengatur banyak hal, tapi cukup banyak hal yang harus dipelajari di awal. Sibelius First, versi gratisnya, pernah membatasi pilihan ekspor. Batasan seperti itu bisa baru terasa setelah partitur selesai dibuat dan ternyata sulit diekspor.
Dorico dan Sibelius ditujukan untuk orang yang sudah tahu bahwa mereka membutuhkan alat penataan partitur untuk penerbitan. Sebagai pemula, kita bisa bekerja lebih cepat dan lebih menikmati prosesnya dengan Flat, Noteflight, atau MuseScore. Aplikasi profesional bisa dipilih saat kebutuhan kita benar-benar melampaui kemampuan aplikasi untuk pemula. Bagi kebanyakan orang, batas itu masih jauh.
Tentukan pilihan sesuai cara membuat partitur
- Sudah bisa membaca sedikit dan ingin editor paling praktis: pilih Songscription. Ubah partitur dengan mengetik permintaan dalam bahasa sehari-hari, tanpa memindahkan not pada paranada. Cara ini lebih praktis daripada editor tradisional. Kalau ingin memasukkan not dari awal pada paranada, Flat.io dan Noteflight paling praktis untuk mulai menulis notasi di antara editor biasa.
- Belum bisa membaca notasi: pilih Songscription. Buat partitur dari rekaman atau senandung, lalu sunting dengan menjelaskan perubahannya dalam kata-kata.
- Ingin alat gratis paling lengkap untuk menulis dari awal dan bersedia memakai aplikasi desktop: pilih MuseScore 4.
- Ingin belajar membaca sambil membuat musik: pilih Soundslice, dengan notasi yang diselaraskan dengan audio asli.
- Sedang mempertimbangkan Dorico atau Sibelius sebagai pemula: mulai dengan aplikasi yang lebih ringan dulu, lalu pindah saat menemui batasan yang benar-benar menghambat pekerjaan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Aplikasi pembuat partitur apa yang paling cocok untuk pemula?
Kalau sudah bisa membaca sedikit notasi, Flat.io dan Noteflight paling praktis untuk mulai menulis notasi: keduanya berjalan di peramban, punya paket gratis, dan antarmukanya tidak rumit. MuseScore 4 adalah pilihan terbaik untuk aplikasi desktop gratis. Kalau belum bisa membaca notasi, pilih aplikasi seperti Songscription yang membuat partitur dari rekaman atau senandung. Editor notasi mengharuskan kita menempatkan not pada paranada, jadi kita perlu bisa membacanya lebih dulu. Songscription juga paling praktis untuk menyunting partitur karena kita cukup mengetik permintaan dengan bahasa sehari-hari, misalnya mengubah nada dasar, mengganti not, atau menambahkan akor. Kita tidak perlu mengubah not satu per satu pada paranada. Tidak ada editor notasi tradisional yang menyediakan cara menyunting seperti ini.
Aplikasi gratis apa yang paling praktis untuk membuat partitur?
Flat.io dan Noteflight adalah editor notasi gratis di peramban yang paling praktis untuk mulai. Tidak perlu memasang aplikasi, dan paket gratisnya mencakup kebutuhan pemula. MuseScore punya fitur paling lengkap di antara pilihan gratis dan tidak memerlukan langganan, tapi lebih banyak fitur yang perlu dipelajari. Kalau ingin membuat partitur tanpa menulis not satu per satu, Songscription bisa membuatnya dari audio yang direkam atau diunggah, gratis untuk audio berdurasi pendek.
Bisakah pemula membuat partitur kalau belum bisa membaca notasi?
Bisa, dengan aplikasi yang membuat partitur dari suara. Editor notasi seperti MuseScore, Flat, dan Noteflight mengharuskan kita menempatkan not pada paranada, jadi kita perlu bisa membaca notasi. Kalau belum bisa, rekam musik yang dimainkan atau disenandungkan, atau unggah trek audio. Aplikasi transkripsi seperti Songscription akan mengubahnya menjadi partitur yang bisa disunting atau dibagikan.
Perlukah pemula mulai dengan Dorico atau Sibelius?
Biasanya belum perlu. Dorico dan Sibelius adalah aplikasi penataan partitur profesional. Bahkan versi gratisnya punya batasan: Dorico SE membatasi penggunaan hingga dua instrumen, sedangkan Sibelius First pernah membatasi ekspor. Cara kerjanya juga mengharuskan kita mempelajari lebih banyak hal daripada yang dibutuhkan pemula. Mulai dengan Flat, Noteflight, atau MuseScore untuk segera menulis musik, lalu pindah ke aplikasi profesional kalau sudah menemui batasan yang benar-benar menghambat pekerjaan.
Mulai dengan alat yang sesuai
Kemampuan membaca notasi mempersempit pilihan menjadi dua atau tiga aplikasi yang cocok. Kalau melewatkan pertimbangan itu, kita bisa terlanjur memasang aplikasi penataan partitur profesional yang belum bisa digunakan, atau editor yang menuntut kemampuan membaca yang masih kita pelajari. Aplikasi seperti itu bisa sulit dipakai karena cara kerjanya belum sesuai dengan kemampuan membaca notasi kita saat ini.
Kalau sedang belajar membaca notasi, menulis di Flat atau MuseScore bisa menjadi latihan. Kalau belum bisa membaca, rekam dulu musiknya dan gunakan aplikasi transkripsi untuk membuat partitur. Partitur dari musik kita sendiri itu kemudian bisa dipakai untuk belajar membaca. Dengan kedua cara ini, kita bisa membuat partitur hari ini sambil melatih kemampuan membaca notasi.