Artikel ini bagian dari panduan kami untuk mentranskripsikan berbagai alat musik.
Fingerstyle sulit ditulis karena satu gitar memainkan dua atau tiga bagian sekaligus: alur bas, melodi, dan harmoni di antara keduanya. Kita bisa mulai dengan transkripsi AI yang mencatat semua notnya, lalu memisahkan tiap suara dan menentukan penjarian secara manual. Transkripsi menangani pekerjaan yang memakan waktu, yaitu mendengar setiap nada dan ritmenya. Setelah itu, kita mengerjakan bagian yang membutuhkan pendengaran dan pertimbangan seorang pemain.
Kalau semuanya dikerjakan bersamaan, prosesnya jadi lama. Sambil mencari nada dari rekaman, kita juga harus menentukan mana yang dimainkan ibu jari dan di posisi mana pada leher gitar nada itu dimainkan. Kerjakan tiap tahapnya satu per satu agar prosesnya lebih teratur.
Kenapa fingerstyle sulit ditranskripsikan
Dalam solo gitar dengan nada-nada tunggal, tiap nada terdengar bergantian. Aransemen fingerstyle solo dibuat agar terdengar seperti beberapa alat musik sekaligus. Ibu jari menjaga alur bas di senar rendah, sementara jari lainnya memainkan melodi di atasnya. Sering kali ada lapisan ketiga yang mengisi harmoni di antara bas dan melodi. Semuanya berjalan bersamaan pada enam senar yang sama.
Memisahkan suara-suara dalam permainan polifoni seperti ini memakan waktu dan rawan kesalahan kalau kita hanya mengandalkan pendengaran. Kita harus menguraikan dua atau tiga alur yang bertumpuk. Satu nada bisa menjadi bagian dari bas atau melodi, tergantung alur suara yang diikutinya. Ada juga beberapa cara untuk menjangkau fret yang sama. Setelah menguraikan beberapa birama secara manual, kita sudah membuat banyak keputusan kecil yang masing-masing bisa keliru. Kalau ingin mulai dari permainan satu alur yang lebih sederhana, baca panduan transkripsi gitar kami.
Tulis semua not dulu
Catat semua not sebelum menentukan pembagian suaranya. Transkripsi AI menangkap nada-nada yang berbunyi bersamaan dan ritmenya jauh lebih cepat daripada mendengarkan rekaman pada kecepatan aslinya. AI tidak kelelahan atau kehilangan alur bas karena mengikuti melodi. Draf ini kemudian kita pakai untuk mengerjakan bagian lainnya.
Masukkan rekaman aransemen yang terdengar bersih dan biarkan proses transkripsi mencari notnya. Hasilnya paling baik kalau gitar terdengar sendiri, tanpa tertutup alat musik lain dalam rekaman campuran. Karena itu, rekaman fingerstyle solo hampir memenuhi kondisi ideal. Nada dan waktu bunyinya akan tercatat dalam draf. Kita bisa melanjutkan pengerjaannya di editor dalam browser atau mengekspor drafnya. Panduan mengubah audio menjadi tab gitar membahas langkah awal ini lebih rinci. Cara yang dipakai untuk mentranskripsikan solo gitar juga berlaku di sini, hanya saja lebih banyak nada berbunyi bersamaan.
Pisahkan tiap suara
Setelah semua not tercatat, kelompokkan ke dalam suara masing-masing. Tentukan nada rendah yang dimainkan ibu jari sebagai bas, lalu nada tinggi yang dimainkan jari lainnya sebagai melodi. Dengan pembagian yang jelas, kita bisa mengikuti tiap suara dalam partitur tanpa harus menguraikan tumpukan kepala not.
- Suara bas biasanya berisi nada terendah pada setiap ketukan, dimainkan ibu jari pada senar rendah. Polanya sering stabil, jadi lebih mudah dikenali.
- Suara melodi adalah alur yang biasa kita senandungkan. Letaknya di bagian atas susunan nada dan dimainkan oleh jari selain ibu jari.
- Harmoni di tengah mengisi ruang antara bas dan melodi. Nada-nadanya bisa digabungkan ke salah satu suara, tergantung bagaimana alurnya bergerak.
Tulis bagian-bagian ini sebagai suara yang terpisah. Biasanya, tangkai not bas mengarah ke bawah dan tangkai not melodi ke atas. Dari arah tangkainya, pembaca bisa langsung mengenali tangan dan jari yang memainkan tiap bagian. Kumpulan not mentah pun menjadi partitur yang bisa dibaca dan dimainkan.
Tentukan penjarian, tuning, dan artikulasi
Setelah pembagian suara selesai, masih ada keputusan yang tidak dibuat oleh transkripsi otomatis. Nada yang sama bisa dimainkan pada lebih dari satu senar. Pilih posisi fret yang menjaga tangan tetap nyaman dan membiarkan bas tetap berbunyi saat melodi bergerak. Untuk menentukan ini, kita perlu mempertimbangkan cara memainkannya. Dari not yang tertulis saja, kita belum bisa menentukan semuanya.
Periksa apakah pemain memakai tuning alternatif atau capo sebelum menetapkan posisi fret. Keduanya sangat umum dalam fingerstyle. Pemain sering menurunkan nada senar paling rendah, menyetel senar agar membentuk akor terbuka, atau memasang capo beberapa fret lebih tinggi. Masing-masing mengubah letak nada pada leher gitar. Kalau aransemen dalam rekaman terasa tidak nyaman dimainkan dengan tuning standar, biasanya penyebabnya adalah tuning alternatif.
Tambahkan juga tanda-tanda ekspresi secara manual. Songscription tidak menangkap artikulasi seperti slide, hammer-on, pull-off, harmonik, dan vibrato secara konsisten, serta tidak menentukan penjarian. Kita perlu menambahkannya saat merapikan partitur. Dengarkan teknik-teknik itu dan tandai di tempatnya. Dengan begitu, partitur berisi nada yang tepat dan tanda artikulasi yang sesuai dengan bunyi aransemen aslinya.
Cocokkan dengan rekaman
Sebelum menganggap transkripsinya selesai, mainkan partitur sambil memutar rekaman asli. Perlambat rekaman dan ulangi bagian yang sulit untuk mendengar apakah pembagian suara dan artikulasinya sesuai dengan permainan gitarisnya. Saat audio diperlambat tanpa mengubah tinggi nada, rangkaian nada bas yang cepat atau ornamen bisa terdengar not demi not. Itulah satu-satunya cara memeriksa bagian yang padat dengan mendengarkan rekamannya. Panduan memperlambat musik tanpa mengubah tinggi nada menjelaskan alasannya.
Kalau partitur sudah cocok dengan rekaman, ekspor hasilnya. Untuk aransemen fingerstyle, biasanya kita memilih format Guitar Pro atau MusicXML agar tab, suara yang terpisah, dan penjarian ikut terbawa ke editor untuk merapikan format akhir. Kita bisa membuat semua ini dari rekaman dengan pembuat tab gitar, lalu terus menyempurnakannya secara manual. Transkripsi fingerstyle jarang selesai dalam satu kali pengerjaan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara mentranskripsikan gitar fingerstyle?
Mulai dengan draf AI yang mencatat semua not, lalu pisahkan tiap suara dan rapikan penjarian secara manual. Transkripsi menangkap nada-nada yang berbunyi bersamaan serta ritme bas, melodi, dan suara tengah jauh lebih cepat daripada menguraikannya sambil mendengarkan rekaman pada kecepatan aslinya. Dari draf itu, tentukan nada rendah yang dimainkan ibu jari dan nada tinggi yang dimainkan jari lainnya. Lalu cocokkan posisi fret, tuning, dan artikulasinya dengan rekaman.
Bisakah AI mentranskripsikan fingerstyle?
AI menangkap nada-nada yang berbunyi bersamaan dan ritme aransemen fingerstyle. Bagian inilah yang paling lama dikerjakan kalau kita hanya mengandalkan pendengaran. Pembagian suara, penjarian, dan artikulasi masih perlu kita kerjakan sendiri. AI mendengar nadanya, tapi tidak menentukan mana yang masuk ke bas dan mana yang masuk ke melodi, memilih posisi fret, atau menandai slide, hammer-on, dan harmonik. Semua itu kita tambahkan saat merapikan drafnya.
Bagaimana cara memisahkan bas dan melodi dalam tab fingerstyle?
Tentukan nada rendah yang dimainkan ibu jari dan nada tinggi yang dimainkan jari lainnya, lalu tulis sebagai suara yang terpisah. Dalam kebanyakan aransemen fingerstyle, ibu jari memainkan alur bas yang stabil di senar rendah, sementara jari lainnya memainkan melodi dan harmoni di atasnya. Tulis suara-suara itu dengan tangkai not yang mengarah berlawanan agar partiturnya terbaca jelas, bukan menjadi satu tumpukan not yang sulit diikuti.
Kenapa fingerstyle lebih sulit ditranskripsikan daripada permainan nada tunggal?
Beberapa bagian berbunyi bersamaan pada satu alat musik, jadi lebih banyak nada yang perlu kita uraikan. Dalam solo dengan nada-nada tunggal, kita mendengar satu nada pada satu waktu. Aransemen fingerstyle memainkan alur bas, melodi, dan harmoni di tengah secara bersamaan pada enam senar. Kita perlu memisahkan dua atau tiga alur yang berjalan bersamaan, bukan mencatat satu alur secara berurutan.
