TutorialTranskripsi musikAndrew Carlins•Waktu baca: 9 menit

Mentranskripsikan permainan piano gospel

Piano gospel memakai akor yang kaya, nada penghubung yang cepat, dan nuansa permainan yang sulit dituliskan persis. Kita bisa mentranskripsikannya dengan mendengarkan rekaman atau dengan AI sambil tetap menjaga ciri khas gospelnya.

Mentranskripsikan permainan piano gospel

Artikel ini bagian dari panduan kami untuk mentranskripsikan berbagai alat musik.

Piano gospel sulit ditranskripsikan karena memakai akor ekstensi yang kaya, passing chord kromatis yang cepat, dan improvisasi. Harmoninya padat dan passing chord berganti dalam waktu kurang dari satu ketukan. Tidak ada partitur tetap di balik rekamannya, jadi kita harus memilih satu penafsiran atas permainan yang terdengar.

Mulai dengan memastikan bas dan melodinya dulu, lalu cari voicing akornya. Perlambat audio saat mengerjakan rangkaian nada cepat dan passing chord. Dengan urutan ini, kita bisa menuliskan permainannya dalam bentuk partitur yang jelas sambil menjaga ciri khas gospel.

Mengenali ciri khas piano gospel

Ciri khas piano gospel lebih terasa pada cara memakai harmoni dan menggerakkan nada daripada pada pilihan lagunya. Beberapa pola sering muncul:

  • Akor ekstensi yang kaya. Triad sederhana jarang dipakai. Akornya memuat nada ekstensi 9, 11, dan 13, jadi satu akor bisa berisi lima atau enam nada.
  • Akor dominan beralterasi. Nada-nada atas pada akor dominan dinaikkan atau diturunkan. Tarikannya menuju tonika jadi lebih kuat.
  • Passing chord kromatis dan diminished. Akor singkat disisipkan di antara akor utama agar perpindahannya mulus, sering dengan gerakan setengah nada.
  • Alur bas yang naik dan turun. Tangan kiri bergerak naik atau turun secara bertahap untuk mengantarkan satu akor ke akor berikutnya.
  • Voicing yang khas. Slash chord menempatkan triad di atas nada bas yang berbeda. Voicing kuartal menyusun nada dengan interval kuart, sedangkan oktaf membuat alur nada terdengar lebih tebal.
  • Substitusi triton. Akor dominan diganti dengan akor dominan lain yang berjarak triton. Arah resolusinya tetap sama, tapi basnya berubah.
  • Turnaround 2-5-1. Kadens yang umum dipakai untuk mengantar kembali ke tonika ini diperkaya dengan nada ekstensi dan alterasi.
  • Blue notes. Nada tingkat ketiga, kelima, dan ketujuh diturunkan untuk memberi warna ekspresif. Salah satu gerakan yang sering terdengar adalah nada ketiga yang diturunkan, dimainkan sangat singkat lalu bergeser ke nada ketiga aslinya.
  • Frasa bersahutan. Frasa dari satu tangan dijawab oleh tangan lain atau oleh akor yang ditahan, seperti paduan suara menjawab penyanyi utama.

Memahami kesulitan transkripsinya

Ada tiga hal yang membuat piano gospel termasuk gaya permainan yang paling sulit dituliskan dengan akurat.

  • Reharmonisasi yang padat. Voicing enam nada, slash chord, dan substitusi yang terus berganti membuat kumpulan nada yang sama bisa ditafsirkan dengan beberapa cara. Kadang sulit menentukan apakah yang terdengar itu slash chord atau passing chord. Nama akor yang kita pilih memengaruhi cara membaca seluruh birama.
  • Passing chord dan rangkaian nada yang cepat. Banyak gerakan terjadi dalam waktu kurang dari satu ketukan. Rangkaian nada atau passing chord bisa berlalu terlalu cepat untuk dikenali saat rekaman diputar pada kecepatan aslinya. Kita bisa melewatkan not atau mendengar dua bunyi terpisah sebagai satu bunyi.
  • Improvisasi. Tidak ada satu partitur tetap yang mendasari permainan itu. Pianis menyusunnya saat bermain, jadi transkripsinya adalah satu penafsiran atas permainan yang terdengar.

Gaya musik yang biasanya kita pelajari lebih dulu saat belajar transkripsi punya tantangan yang berbeda. Pop banyak memakai triad sederhana dan progresi diatonis yang berulang. Harmoninya lebih sederhana, dan beberapa akor yang sama terus muncul kembali. Piano klasik punya tantangannya sendiri, tapi permainannya mengikuti notasi yang sudah ditulis, jadi ada partitur terbitan yang bisa dipakai untuk membandingkan hasilnya. Harmoni gospel tidak sesederhana harmoni pop. Gospel juga tidak punya acuan tetap seperti pada piano klasik. Transkripsi piano klasik dibahas dalam artikel tentang mentranskripsikan musik piano dengan AI.

Mulai dari bas dan melodi

Kerjakan nada paling bawah dan paling atas dulu, lalu isi bagian tengahnya. Kita tidak perlu menangkap semua nada sekaligus.

  • Cari nada dasar akor dan alur bas dulu. Nada terendah menjadi pijakan seluruh akor. Gerakan bas yang naik dan turun menunjukkan arah harmoninya. Kalau basnya sudah benar, kita punya acuan untuk mencari nada lainnya.
  • Cari melodinya. Dengarkan alur nada paling atas. Setelah bas dan melodi jelas, pilihan nada di tengah setiap voicing jadi lebih terbatas. Uji nada ekstensi dan alterasi dengan mencocokkannya dengan dua nada yang sudah pasti tadi.
  • Lengkapi voicingnya. Cari nada di antara bas dan melodi, akor demi akor. Tentukan apakah akornya memakai ekstensi 9, 11, atau 13, atau mengandung alterasi.
  • Kenali passing chord dari tujuan resolusinya. Kalau sebuah akor berlalu terlalu cepat untuk langsung dikenali, dengarkan akor tujuannya. Tentukan nama akor tujuan itu, lalu cari passing chord yang mengantarkan ke sana.
  • Perlambat audio untuk rangkaian nada cepat. Turunkan kecepatan pemutaran pada rangkaian nada yang berlangsung kurang dari satu ketukan agar notnya terdengar terpisah. Transkripsikan pada kecepatan itu, lalu gunakan catatannya saat rekaman dikembalikan ke kecepatan asli.

Sebagian keterampilan mendengar akor ini juga dipakai dalam jazz. Cara menafsirkan harmoninya bisa langsung diterapkan di sini. Pembahasan lebih lanjut ada dalam cara mentranskripsikan akor piano jazz.

Membuat draf dengan AI

Dengan transkripsi AI, waktu yang biasanya habis untuk mencari nada bisa dipakai untuk mengoreksi hasilnya. Dari rekaman yang bersih, Songscription menghasilkan not dan akor dengan cepat. Kita tidak perlu menghabiskan berjam-jam mencari setiap nada dengan mendengarkan rekaman.

Hasilnya paling baik pada piano solo dengan sedikit suara latar. Songscription juga menghasilkan simbol akor bersama notnya, jadi hasilnya mendekati bentuk lead sheet yang sering dipakai untuk gospel. Hasil AI masih punya bagian yang ambigu. Kita masih perlu mengoreksi voicing yang padat, passing chord yang cepat, dan ritmenya. Bagian-bagian ini juga bisa kurang jelas bagi orang yang mendengarkan dengan teliti.

Draf itu bisa kita pakai sebagai bahan awal. Kalau cuma perlu harmoninya, kita bisa mengambil akornya saja. Caranya dibahas dalam cara mencari akor untuk lagu apa pun.

Menuliskan hasilnya

Pilih bentuk partitur sesuai orang yang akan membacanya. Lead sheet memuat melodi dan simbol akor, sedangkan voicingnya diserahkan kepada pemain. Format ini cukup untuk pianis gospel berpengalaman yang mengisi bagian lainnya dengan mengandalkan kepekaan musikalnya. Lead sheet juga cocok untuk band pengiring ibadah. Alur kerjanya dibahas dalam bagan akor untuk lagu ibadah.

Partitur lengkap menuliskan setiap not untuk kedua tangan. Voicing dan passing chord bisa dipertahankan persis seperti yang dimainkan, tapi lebih banyak not yang perlu dibaca. Pilih lead sheet kalau pembacanya bisa menyusun voicing sendiri. Kalau voicing tertentu perlu dimainkan persis, tuliskan partitur lengkapnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa piano gospel sulit ditranskripsikan?

Piano gospel sulit ditranskripsikan karena memakai akor ekstensi yang kaya, passing chord kromatis yang cepat, dan improvisasi. Akornya memuat nada ekstensi 9, 11, dan 13, jadi satu akor bisa berisi lima atau enam nada. Passing chord kromatis dan diminished berganti dalam waktu kurang dari satu ketukan. Karena pianis berimprovisasi saat bermain, tidak ada satu partitur tetap yang bisa kita salin. Kita harus memilih satu penafsiran atas permainan yang terdengar. Cara yang bisa diandalkan adalah memastikan bas dan melodinya dulu, lalu mencari voicing akornya. Perlambat audio untuk mendengar rangkaian nada cepat dan passing chord.

Bagaimana cara mengenali akor gospel lewat pendengaran?

Mulai dari nada paling bawah dan paling atas, lalu isi bagian tengahnya. Cari nada dasar akor dan alur bas dulu. Nada terendah menjadi pijakan seluruh akor, sedangkan gerakan bas yang naik dan turun menunjukkan arah harmoninya. Setelah itu, cari melodi di atasnya. Kalau bas dan melodi sudah jelas, pilihan nada di tengah voicing jadi lebih terbatas. Kita bisa menguji nada ekstensi dan alterasi dengan mencocokkannya dengan dua nada yang sudah pasti tadi. Perlambat audio pada bagian yang terlalu cepat untuk didengar dengan jelas.

Apa itu passing chord dalam musik gospel?

Passing chord adalah akor singkat yang disisipkan di antara dua akor utama agar perpindahannya mulus. Biasanya akornya kromatis atau diminished, dan sering berlangsung kurang dari satu ketukan. Untuk mengenalinya, dengarkan akor yang menjadi tujuan resolusinya. Tentukan dulu nama akor tujuan itu, lalu cari passing chord yang mengantarkan ke sana. Dalam musik gospel, banyak passing chord muncul dalam waktu singkat. Pergantian akor ini ikut membuat musiknya terasa terus bergerak.

Bisakah AI mentranskripsikan piano gospel?

Dari rekaman gospel yang bersih, AI bisa menghasilkan draf awal not dan akor yang cukup baik dalam hitungan detik. Kita jadi tidak perlu menghabiskan banyak waktu mencari nadanya dengan mendengarkan rekaman. Hasilnya paling akurat pada rekaman piano solo dengan sedikit suara latar. Setelah itu, hasilnya masih perlu dikoreksi, terutama pada voicing yang padat, passing chord yang cepat, dan ritmenya. Bagian-bagian itu juga bisa terdengar ambigu bagi orang yang mendengarkan dengan teliti. Pakai hasil AI sebagai draf untuk diperbaiki sampai menjadi partitur akhir.

Untuk membuat partitur dari rekaman gospel, unggah ke Songscription agar kita bisa mulai dari draf not dan akor, lalu memperbaikinya.

Tentang penulis

Andrew Carlins

Ditulis oleh

Andrew Carlins

Salah satu pendiri dan CEO Songscription

Andrew mendirikan Songscription di Stanford bersama beberapa teman sesama musisi. Mereka sudah bosan mencari partitur lagu yang ingin dimainkan, tapi tidak kunjung menemukannya. Sejak kecil, ia bermain piano dan saksofon bariton serta tampil di teater musikal. Meski sudah bertahun-tahun tidak tampil, ia masih menganggap dirinya cukup jago. Ia menulis tentang cara membuat partitur dari rekaman lagu.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.