Artikel ini bagian dari panduan kami tentang mentransposisikan lagu ke nada dasar apa pun.
Saat band menyetem dengan mengikuti satu nada, mereka memakai acuan concert pitch. Kita juga menemui konsep ini pada partitur untuk satu alat musik yang diberi label “in C”. Acuan bersama ini membuat piano, biola, dan terompet bisa bermain dengan nada yang selaras, meski sebagian alat musik itu menghasilkan nada yang berbeda dari not yang dibaca. Concert pitch membantu kita memahami cara kerja alat musik transposisi dan alasan sebuah partitur bisa ditulis dengan dua cara berbeda.
Memahami concert pitch
Concert pitch adalah nada yang sebenarnya terdengar dan menjadi acuan bersama saat sebuah ansambel menyetem. Dalam seteman standar, nada A4, yaitu A di atas C tengah, ditetapkan pada 440 Hz. Semua pemain mengikuti acuan itu. Karena itu, orkestra menyetem dengan mengikuti satu nada A sebelum mulai bermain.
Kalau diminta memainkan “concert C”, yang dimaksud adalah nada C yang didengar semua orang. Not yang tertulis di partitur masing-masing pemain bisa berbeda. Nada yang benar-benar terdengar ini juga menjadi dasar untuk memahami apa itu transposisi. Sebelum memindahkan lagu ke nada dasar lain, kita perlu sepakat dulu tentang nada-nada aslinya.
Mengenali alat musik yang memakai concert pitch
Alat musik yang memakai concert pitch disebut juga alat musik nontransposisi. Nada yang dihasilkan sesuai dengan not yang dibaca. Kelompok ini mencakup piano, gitar, alat musik gesek (biola, viola, cello, dan bas), flute, oboe, trombon, serta suara manusia.
Saat pianis membaca not C, nada C juga yang terdengar. Nada pada partitur sama dengan bunyinya. Itu salah satu alasan piano sering dipakai sebagai alat musik acuan. Kita bisa menggunakannya untuk menyetem dan memeriksa nada bersama pemain lain di ruangan.
Memahami perbedaan alat musik transposisi
Alat musik transposisi menghasilkan nada yang berbeda dari not yang dibaca. Klarinet B♭, terompet B♭, dan saksofon tenor B♭ berbunyi lebih rendah dari nada yang tertulis dengan selisih satu nada penuh atau lebih. Saksofon alto E♭ berbunyi sekst mayor lebih rendah, sedangkan horn F berbunyi kuint murni lebih rendah. Jadi, saat pemain terompet B♭ membaca not C, nada yang terdengar adalah B♭ dalam concert pitch.
Salah satu alasan utama penggunaan transposisi adalah agar pemain bisa berganti ke alat musik berukuran lain dalam keluarga yang sama dengan penjarian yang tetap sama. Ada juga alasan sejarah di balik cara penulisan standar untuk alat musik ini. Kita membahas tiap keluarga alat musik di artikel mengenal alat musik transposisi.
Membaca dan membuat partitur concert pitch
Istilah “concert pitch” juga dipakai untuk menyebut cara menulis partitur. Dalam partitur concert pitch, yang kadang disebut partitur C, setiap bagian ditulis sesuai nada yang terdengar. Notnya tidak disesuaikan dengan cara baca masing-masing alat musik transposisi. Dirigen atau pembuat aransemen bisa melihat nada yang dimainkan seluruh ansambel dengan lebih jelas karena setiap bagian memakai acuan nada yang sama.
Songscription mentranskripsikan rekaman menjadi partitur yang bisa diedit. Nada dalam partitur itu mengikuti bunyi yang ditangkap langsung dari rekaman. Setelah itu, kita bisa membuat partitur khusus untuk alat musik transposisi. Nada yang terdengar diubah menjadi not yang perlu dibaca pemain klarinet atau terompet. Alur lengkapnya ada dalam panduan kami tentang mentransposisikan lagu ke nada dasar apa pun.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti concert pitch?
Concert pitch adalah nada yang sebenarnya terdengar dan menjadi acuan bersama saat sebuah ansambel menyetem. Dalam seteman standar, nada A4, yaitu A di atas C tengah, ditetapkan pada 440 Hz. Saat musisi memainkan “concert C”, semua orang di ruangan mendengar nada C yang sama, apa pun alat musiknya. Acuan bersama ini membuat alat musik yang berbeda bisa dimainkan dengan nada yang selaras.
Alat musik apa saja yang memakai concert pitch?
Alat musik yang memakai concert pitch, atau alat musik nontransposisi, menghasilkan nada sesuai not yang dibaca. Kelompok ini mencakup piano, gitar, alat musik gesek (biola, viola, cello, dan bas), flute, oboe, trombon, serta suara manusia. Saat pianis membaca not C, nada C juga yang terdengar. Tidak ada perbedaan antara nada yang tertulis dan yang kita dengar.
Mengapa sebagian alat musik tidak memakai concert pitch?
Alat musik transposisi menghasilkan nada yang berbeda dari not yang dibaca. Saat not C dimainkan pada terompet B♭, yang terdengar adalah nada B♭ dalam concert pitch. Klarinet B♭ dan saksofon tenor B♭ juga mengikuti pola ini. Saksofon alto E♭ berbunyi sekst mayor lebih rendah dari not yang dibaca, sedangkan horn F berbunyi kuint murni lebih rendah. Salah satu alasan penggunaan transposisi adalah agar pemain bisa berganti ke alat musik berukuran lain dalam keluarga yang sama tanpa mengubah penjarian. Ada juga alasan sejarah lainnya.
Apa arti “concert A” atau “concert B-flat”?
Sebutan seperti “concert A” atau “concert B-flat” mengacu pada nada yang sebenarnya terdengar, bukan not yang dibaca pemain alat musik transposisi. Saat dirigen meminta “concert B-flat”, semua pemain menghasilkan nada B♭ yang sama. Untuk menghasilkan nada itu, pemain terompet atau klarinet mungkin membaca not yang berbeda. Kata “concert” menandakan bahwa yang dimaksud adalah nada yang terdengar, bukan yang tertulis di partitur.
Kita bisa melihat langsung cara kerja concert pitch lewat lagu yang sudah dikenal. Unggah rekaman ke Songscription untuk membuat partitur yang bisa diedit dengan nada sesuai bunyi rekaman, lalu transposisikan untuk alat musik yang dimainkan.
