PanduanPanduanAndrew Carlins•Waktu baca: 11 menit

Mengubah audio menjadi MIDI: panduan lengkap

Dulu, mengubah file audio menjadi MIDI memakan banyak waktu. Sekarang, pada 2026, pekerjaan utamanya memilih alat yang cocok dengan rekamannya.

Mengubah file audio menjadi MIDI: transkripsi monofonik dan polifonik, format file, pilihan alat, dan cara merapikan hasilnya

Artikel ini bagian dari panduan kami tentang alat terbaik untuk transkripsi musik dan partitur.

Mengubah audio menjadi MIDI berarti mengubah rekaman menjadi daftar not beserta tinggi nada, waktu mulai, durasi, dan velocity-nya. Setelah menjadi MIDI, kita bisa mengedit not satu per satu, mengganti suara instrumen, membuat partitur, atau memasukkan datanya ke DAW apa pun. Konversi ini menjadi dasar berbagai pekerjaan musik. Alat yang mengerjakannya dengan baik pada 2026 sudah jauh lebih bagus dibanding alat yang tersedia dua tahun lalu.

Dalam pekerjaan sehari-hari sebagai musisi, pilihan alat bergantung pada rekaman dan hasil yang kita butuhkan. Cara kerja konversinya juga menentukan kompromi yang perlu kita buat.

Memahami konversi audio ke MIDI

Audio berbentuk gelombang yang terus bergerak, yaitu rekaman perubahan tekanan dari waktu ke waktu. MIDI menyimpan kejadian satu per satu, masing-masing dengan tinggi nada dan waktu yang pasti. Untuk mengubah audio menjadi MIDI, alat harus mengambil keputusan yang tidak langsung terlihat dari gelombangnya. Kapan tepatnya not mulai berbunyi? Apakah perubahan nada itu not baru atau vibrato pada nada yang masih ditahan? Apakah pemain membunyikan B♭ atau B yang sedikit terlalu rendah?

Alat konversi audio ke MIDI masa kini memakai model pembelajaran mesin yang dilatih dengan jutaan jam audio beserta data MIDI acuan yang benar. Dari begitu banyak contoh, model belajar mengambil keputusan seperti orang yang menuliskan musik dari rekaman. Seperti model lain, model ini masih bisa salah. Tapi ketepatannya sudah cukup baik untuk mengubah cara kita bekerja. Dulu kita menuliskan not dengan mendengarkan, lalu memakai alat untuk memeriksa. Sekarang kita menjalankan alatnya lebih dulu, lalu merapikan hasilnya.

Membedakan konversi monofonik dan polifonik

Konversi monofonik menangani rekaman yang hanya memiliki satu nada pada satu waktu: vokal, melodi gitar, saksofon, atau melodi yang disiulkan ke ponsel. Alatnya perlu mengenali tinggi nada dan waktu setiap not, tapi tidak perlu memisahkan not yang berbunyi bersamaan.

Konversi polifonik menangani rekaman dengan beberapa nada yang berbunyi bersamaan: piano, akor gitar, atau rekaman gabungan semua instrumen. Pekerjaannya jauh lebih sulit. Model harus mengenali setiap nada dalam akor. Kalau ada beberapa instrumen, model juga harus menentukan not mana yang dimainkan oleh masing-masing instrumen. Ada pula not yang masih berdering saat not berikutnya mulai. Konversi polifonik sudah jauh membaik dalam beberapa tahun terakhir, tapi rekaman yang bersih tetap membantu.

Memilih alat yang bekerja dengan baik pada 2026

Kami membuat Songscription, jadi kami punya kepentingan saat menaruhnya di urutan pertama. Agar perbandingannya seimbang, kami membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing alat, termasuk situasi ketika alat lain lebih cocok. Setelah mencoba sendiri, kita bisa menilai hasilnya.

Songscription

Songscription memakai model khusus untuk tiap instrumen. Hasilnya paling baik untuk piano, dengan model tambahan untuk gitar akustik, drum, biola, flute, saksofon, trompet, bas, dan beberapa instrumen lain. Mode Multi-Instrument juga bisa mentranskripsikan rekaman gabungan semua instrumen dalam satu proses. Hasil ekspor MIDI-nya memiliki trek terpisah untuk setiap instrumen yang dikenali.

Songscription menangani audio polifonik, termasuk rekaman piano utuh, akor gitar, dan audio gabungan, lalu mengekspornya sebagai MIDI maupun MusicXML. Editor notasi dan piano roll di Songscription membantu kita menelusuri hasil transkripsi sambil membandingkannya dengan audio asli. Kesalahan model bisa diperbaiki di tempat yang sama, tanpa keluar dari Songscription. Kalau kita memerlukan partitur, prosesnya bisa diteruskan ke pengaturan aransemen dan tingkat kesulitan setelah MIDI terbentuk.

Klangio

Klangio memiliki alat transkripsi khusus untuk tiap instrumen, serta API dan plugin DAW. API dan plugin inilah perbedaan fungsi terbesarnya. Klangio cocok kalau kita ingin menambahkan konversi audio ke MIDI ke perangkat lunak sendiri, atau menjalankannya di dalam DAW tanpa membuka aplikasi web terpisah. Untuk instrumen yang sama-sama didukung kedua produk, Songscription cenderung menghasilkan transkripsi yang lebih bersih, terutama pada piano.

Flex Pitch di Logic Pro dan fitur serupa di DAW lain

Sebagian besar DAW masa kini memiliki fungsi konversi audio ke MIDI. Biasanya hasilnya paling baik untuk rekaman monofonik, misalnya melodi yang disenandungkan ke mikrofon atau satu bagian vokal. Untuk rekaman polifonik, alat khusus biasanya memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada fitur bawaan DAW.

Basic Pitch, model sumber terbuka dari Spotify

Basic Pitch gratis dan bersumber terbuka. Model polifonik ini berjalan di perangkat sendiri dan menghasilkan MIDI yang cukup baik dari rekaman bersih. Ketepatannya belum menyamai alat komersial terkemuka, tapi bisa dipakai gratis tanpa koneksi internet. Untuk beberapa alur kerja, itu menjadi pertimbangan. Basic Pitch bisa menjadi titik awal untuk konversi cepat kalau kita tidak ingin mengunggah audio ke layanan mana pun.

Mendapatkan hasil yang paling baik

Mulai dari rekaman paling bersih yang tersedia

Rekaman piano di studio menghasilkan transkripsi yang jauh lebih baik daripada rekaman piano yang sama melalui ponsel di ruangan bising. Suara latar, pantulan suara di ruangan, dan gangguan akibat kompresi membingungkan model. Kalau tersedia trek audio terpisah dari rekaman asli atau rekaman berkualitas tinggi, gunakan itu.

Pisahkan instrumen sebelum mentranskripsikan rekaman gabungan

Kalau kita punya hak untuk menggunakan rekaman utuhnya, memisahkan instrumen lebih dulu bisa membantu. Jalankan rekaman gabungan melalui alat pemisah trek audio seperti Moises, LALAL.AI, atau alat serupa, lalu transkripsikan setiap instrumen secara terpisah. Trek yang hanya berisi piano akan menghasilkan file MIDI yang jauh lebih baik daripada rekaman gabungan yang dimasukkan ke alat transkripsi khusus piano.

Kalau kita ingin semua instrumen menjadi MIDI, mode Multi-Instrument di Songscription bisa langsung menuliskan trek terpisah untuk setiap instrumen dari rekaman gabungan. Tidak perlu memisahkan audionya lebih dulu, tapi kalau aransemennya padat, hasilnya perlu dirapikan.

Pilih alat yang cocok dengan rekamannya

Melodi vokal dan permainan piano membutuhkan model yang berbeda. Sebagian alat memiliki model transkripsi terpisah untuk setiap instrumen, sebagian lainnya tidak. Memakai model khusus piano pada rekaman gitar akan menghasilkan transkripsi yang lebih buruk daripada memakai alat umum. Model khusus piano membaca rekaman berdasarkan ciri-ciri piano yang tidak berlaku untuk gitar.

Sisihkan waktu untuk merapikan hasilnya

MIDI dari alat terbaik sekalipun masih perlu diperiksa dan diedit oleh manusia. Biasanya kita perlu membuang not pendek yang keliru muncul akibat rekaman bising, memperbaiki kesalahan oktaf pada nada bas, dan mengatur durasi not yang diputus terlalu cepat atau ditahan terlalu lama oleh alat. Sisihkan 10–20 menit untuk mengedit setiap lagu agar hasilnya bisa dipakai.

Mengubah MIDI menjadi partitur

Setelah MIDI terbentuk, membuat partitur membutuhkan keputusan lain: kuantisasi, pembagian not untuk tiap tangan, tanda mula dan tanda birama, serta artikulasi. Sebagian alat mengerjakan audio → MIDI → notasi dalam satu rangkaian proses. Sebagian lainnya berhenti pada MIDI.

Kalau yang kita butuhkan adalah partitur, baca panduan mengubah MIDI menjadi partitur untuk memahami proses setelah ekspor MIDI. Perbandingan alat terbaik untuk mengubah MIDI menjadi partitur membahas seberapa rapi tiap program menuliskan MIDI sebagai notasi sebelum kita mulai memperbaikinya.

Artikel ini adalah panduan utama kami tentang konversi audio ke MIDI. Setelah memahami dasarnya, pilih bacaan sesuai pekerjaan yang sedang kita lakukan:

Memakai hasil konversi dalam pekerjaan musik

Konversi audio ke MIDI sekarang sudah cukup andal untuk dipakai dalam pekerjaan musik sehari-hari. Batasan yang tersisa sebagian besar berasal dari kualitas rekaman. Model yang baik bisa mengubah rekaman bersih menjadi MIDI yang bisa dipakai dalam hitungan detik. Rekaman ponsel yang diambil dari seberang ruangan tetap akan membutuhkan perbaikan, sebagus apa pun alatnya.

Sekarang, menentukan penggunaan hasilnya justru bisa memakan lebih banyak waktu daripada konversinya. Produser membutuhkan MIDI yang bisa dimasukkan ke DAW. Komposer membutuhkan notasi yang bisa diedit. Guru musik membutuhkan bahan yang bisa diberikan kepada murid. File audio yang sama bisa menjadi tiga bentuk hasil yang berbeda, dan konversinya sudah cukup cepat untuk mengikuti ketiga alur kerja itu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang terjadi saat audio diubah menjadi MIDI?

Konversi audio ke MIDI mengubah rekaman menjadi daftar not beserta tinggi nada, waktu mulai, durasi, dan velocity-nya. Setelah menjadi MIDI, not bisa diedit satu per satu, suara instrumennya diganti, datanya diubah menjadi partitur, atau dimasukkan ke DAW apa pun. Konversi ini menjadi dasar berbagai pekerjaan musik, dan alat yang lebih baik pada 2026 menyelesaikannya dalam hitungan detik.

Apa bedanya konversi monofonik dan polifonik?

Konversi monofonik menangani rekaman yang hanya memiliki satu nada pada satu waktu, seperti vokal, melodi gitar, atau melodi yang disiulkan ke ponsel. Alatnya hanya perlu mengenali tinggi nada dan waktu setiap not. Konversi polifonik menangani rekaman dengan beberapa nada yang berbunyi bersamaan, seperti piano, akor gitar, atau rekaman gabungan semua instrumen. Pekerjaannya jauh lebih sulit karena model harus mengenali setiap nada dalam akor. Konversi polifonik sudah banyak membaik, tapi rekaman yang bersih tetap membantu.

Bagaimana cara mendapatkan hasil konversi audio ke MIDI yang paling baik?

Gunakan rekaman paling bersih yang tersedia. Rekaman studio menghasilkan transkripsi yang jauh lebih baik daripada rekaman ponsel di ruangan bising. Trek audio terpisah membantu saat rekaman gabungan instrumennya padat, meski Multi-Instrument di Songscription bisa menuliskan semua bagian tanpa memisahkannya lebih dulu. Pilih alat dengan model yang cocok untuk instrumennya, lalu sisihkan waktu untuk merapikan hasilnya. Sisihkan 10–20 menit per lagu untuk membuang not yang keliru muncul, memperbaiki kesalahan oktaf, dan menyesuaikan durasi not agar hasilnya bisa dipakai.

Tentang penulis

Andrew Carlins

Ditulis oleh

Andrew Carlins

Salah satu pendiri dan CEO Songscription

Andrew mendirikan Songscription di Stanford bersama beberapa teman sesama musisi. Mereka sudah bosan mencari partitur lagu yang ingin dimainkan, tapi tidak kunjung menemukannya. Sejak kecil, ia bermain piano dan saksofon bariton serta tampil di teater musikal. Meski sudah bertahun-tahun tidak tampil, ia masih menganggap dirinya cukup jago. Ia menulis tentang cara membuat partitur dari rekaman lagu.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.