PanduanMIDISongscription•Waktu baca: 7 menit

Memahami kuantisasi MIDI dan kenapa notasinya berantakan

Kuantisasi MIDI menggeser not ke grid ritme agar waktunya sesuai dengan ketukan. File MIDI yang terdengar pas bisa berubah menjadi tumpukan not 1/64 yang diikat saat dibuka di aplikasi notasi. Pengaturan kuantisasi menentukan seberapa banyak nuansa permainan asli yang tetap terasa. Kenali cara kerjanya dan kapan perlu memakainya.

Tampilan piano roll MIDI sebelum dan sesudah kuantisasi, dengan not yang waktunya tidak rata digeser ke grid not 1/16

Kuantisasi MIDI menggeser not ke grid ritme agar waktunya tepat mengikuti ketukan. File MIDI mencatat kapan setiap not benar-benar dimainkan, sedangkan partitur perlu menuliskan ritme yang dimaksud pemain. Itu sebabnya MIDI bisa terdengar alami, tapi berubah menjadi tumpukan not pendek yang dihubungkan dengan garis pengikat dan tanda istirahat ganjil saat dibuka sebagai partitur.

Saat rekaman diubah menjadi MIDI lalu dibuka di MuseScore, melodi sederhana kadang muncul sebagai deretan not 1/64 dan tanda istirahat bertitik. Dengan kuantisasi, kita bisa memilih seberapa jauh waktu not perlu dirapikan dan seberapa banyak keluwesan permainan yang mau dipertahankan.

Bagaimana MIDI menyimpan waktu not?

MIDI menyimpan waktu dalam satuan tick, bukan nilai not. Setiap ketukan dibagi menjadi sejumlah satuan waktu kecil yang sama panjang, sering kali 480 atau 960 tick per not 1/4. File lalu mencatat pada tick mana setiap not mulai dan berhenti. File itu tidak menyimpan keterangan “ini not 1/8”, hanya “not ini mulai pada tick 1.447 dan berakhir pada tick 1.688”.

Ketelitian ini berguna saat MIDI diputar. Ketika pianis memainkan melodi, not-notnya tidak jatuh persis pada ketukan. Satu not mungkin masuk 15 milidetik lebih awal saat mencapai puncak frasa, atau sedikit tertinggal saat pemain memberi penekanan. MIDI menangkap semua pergeseran itu. Saat rekaman MIDI diputar kembali, sentuhan pemainnya masih terdengar. Kalau belum mengenal MIDI, mulai dari apa itu MIDI dan apa isinya.

Kenapa MIDI mentah berantakan saat jadi partitur?

Partitur harus menuliskan setiap ritme dengan gabungan nilai not yang lazim, sedangkan not dalam permainan asli jarang mulai dan berakhir persis sesuai nilai-nilai itu. Saat membaca MIDI yang belum dikuantisasi, aplikasi notasi punya dua pilihan untuk setiap not: membulatkan waktunya ke nilai yang rapi atau menuliskannya persis seperti data yang tersimpan.

Ambil contoh not 1/4 yang mulai sedikit terlambat dan berhenti sedikit lebih awal. Kalau ditulis apa adanya, hasilnya menjadi tanda istirahat pendek, lalu not 1/8 bertitik yang diikat ke not 1/32, lalu tanda istirahat pendek lagi. Kalau pola ini muncul di seluruh lagu, hasil impornya sulit dibaca. Nada-nadanya benar, tapi tertimbun garis pengikat, tanda istirahat, dan ritme yang sulit dimainkan. Masalahnya ada pada cara ritme dituliskan.

MIDI hasil transkripsi audio juga sering terlihat lebih berantakan daripada MIDI yang direkam dari keyboard ke DAW dengan bantuan metronom. Transkripsi rekaman mengikuti permainan aslinya, termasuk tempo yang bergeser, rubato, atau not yang sedikit mendahului dan tertinggal dari ketukan. Semua itu terdengar wajar saat diputar, tapi sulit dituliskan oleh aplikasi notasi.

Apa fungsi grid, kekuatan kuantisasi, dan swing?

Hampir semua DAW dan banyak aplikasi notasi punya pengaturan dasar kuantisasi yang sama.

PengaturanYang diaturPilihan yang umum
Grid (resolusi)Nilai ritme terkecil yang dipakai untuk menyelaraskan posisi not1/8 untuk melodi sederhana, 1/16 untuk kebanyakan musik pop, triplet 1/8 untuk shuffle
Kekuatan kuantisasiSeberapa jauh setiap not digeser menuju garis grid, dari 0 sampai 100%100% untuk drum dan synthesizer, 50–80% untuk bagian yang dimainkan langsung
SwingMenunda garis grid kedua dalam tiap pasangan untuk memberi nuansa shuffle0 untuk ritme rata, 55–66% untuk swing dan shuffle
Jendela atau rentangHanya not dalam jarak tertentu dari garis grid yang digeserBerguna untuk mempertahankan not yang sengaja dimainkan lebih awal
Akhir notApakah durasi not ikut dikuantisasi, selain waktu mulainyaAktif untuk notasi, sering dinonaktifkan untuk pemutaran

Pilih grid sesuai dengan nilai ritme terkecil yang benar-benar ada dalam bagian musiknya. Grid yang terlalu rapat bisa membuat notasi penuh sesak karena pergeseran waktu kecil ikut ditulis sebagai ritme bernilai sangat pendek. Kalau grid terlalu renggang, not 1/16 yang memang ada dipaksa masuk ke posisi not 1/8. Deretan not yang semula bergerak cepat bisa bertumpuk menjadi akor.

Atur kekuatan kuantisasi untuk mempertahankan nuansa permainan. Pada 100%, setiap not jatuh tepat di garis grid. Pada 60%, not yang semula terlambat 20 tick masih terlambat delapan tick. Notnya lebih dekat ke grid, tapi sebagian keluwesan permainan tetap terasa. Banyak produser memakai kuantisasi sebagian untuk keyboard dan vokal, lalu kuantisasi penuh untuk drum.

Tentukan swing secara terpisah. Groove jazz atau shuffle dengan not 1/8 yang dimainkan dalam pola swing tidak cocok dikuantisasi ke grid 1/8 yang rata. Not di sela ketukan lebih dekat ke posisi not ketiga dalam triplet daripada ke titik tengah ketukan. Gunakan grid triplet atau atur besaran swing sesuai rekaman. Dalam partitur, musik dengan swing biasanya ditulis sebagai not 1/8 rata dengan tanda “Swing” di bagian atas. Bentuk ini lebih enak dibaca daripada menuliskan semua tripletnya. Panduan nilai not dan ritme membahas dasar ritme di balik pilihan ini.

Kapan perlu kuantisasi dan kapan waktu not tidak perlu diubah?

Gunakan kuantisasi kalau tujuannya partitur yang enak dibaca atau groove yang tepat mengikuti grid. Kalau ingin mempertahankan permainan yang terdengar alami, biarkan waktu notnya seperti saat dimainkan. Not yang sama bisa perlu perlakuan berbeda sesuai tujuan pemakaiannya.

  • Untuk partitur, gunakan kuantisasi penuh dengan grid yang sesuai musiknya. Pemain lebih membutuhkan ritme yang jelas daripada catatan waktu tiap not yang persis sampai milidetik.
  • Untuk trek pengiring atau remix, kuantisasi drum dan bass dengan kekuatan tinggi agar groove mengikuti grid bersama bagian produksi lainnya.
  • Untuk piano, vokal, atau instrumen solo di DAW, gunakan kuantisasi sebagian. Pilihan lainnya, kuantisasi hanya not yang jelas meleset dan biarkan sisanya.
  • Untuk musik rubato atau bertempo bebas, jangan gunakan grid tetap. Atur perubahan tempo agar mengikuti permainan, atau gunakan MIDI sebagai catatan permainan alih-alih partitur.

Atur tempo dan tanda birama yang benar sebelum mengkuantisasi. Kalau posisi garis biramanya salah, setiap not akan ditarik ke garis grid yang salah juga. Hasilnya justru lebih buruk daripada semula. Urutan perapian, termasuk membetulkan oktaf dan not yang terselip setelah kuantisasi, dibahas dalam cara merapikan MIDI setelah konversi.

Dua file MIDI dari Songscription

Setiap transkripsi di Songscription menghasilkan dua file MIDI. MIDI yang sudah dikuantisasi dan yang belum dikuantisasi punya kegunaan masing-masing.

MIDI partitur dibuat dari partitur. Waktu notnya mengikuti ritme yang tertulis, jadi sesuai dengan grid. Saat dibuka di aplikasi notasi, tampilannya mengikuti partitur yang terlihat di layar. Hasil edit di editor, misalnya membetulkan nada atau memindahkan not, ikut masuk ke file ini. Pilih MIDI partitur kalau ingin ritme yang rapi atau mau melanjutkan pekerjaan di aplikasi notasi.

MIDI mentah adalah transkripsi awal sebelum kuantisasi. File ini mempertahankan waktu tiap not dan nilai velocity dari permainan asli. Saat diputar, nuansanya mengikuti rekaman. Secara bawaan, file ini tidak terikat pada grid tempo. Hasil edit pada partitur juga tidak masuk ke MIDI mentah. Pilih file ini kalau ingin membawa nuansa permainan asli ke DAW, lalu atur grid dan kekuatan kuantisasi di sana sesuai treknya.

Untuk produksi musik, kita bisa menyeret MIDI mentah ke DAW, mengatur tempo proyek, lalu mengkuantisasi drum dan bass ke 100% sambil memakai kekuatan yang lebih rendah untuk piano. Pekerjaan notasi biasanya lebih cepat dengan MIDI partitur. Kalau ingin memindahkan notasi yang rapi ke aplikasi lain, ekspor MusicXML mempertahankan ritme dan tata letak lebih baik daripada file MIDI mana pun. Proses pemindahannya dibahas dalam cara mengubah MIDI menjadi partitur. Untuk memasukkan salah satu file MIDI ke sesi DAW, baca cara mengimpor MIDI ke DAW.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang terjadi saat MIDI dikuantisasi?

Kuantisasi MIDI menggeser awal setiap not, dan kadang juga akhirnya, ke garis terdekat pada grid ritme, misalnya grid not 1/8 atau 1/16. Not yang dimainkan sedikit mendahului atau tertinggal dari ketukan disesuaikan ke nilai ritme yang tepat. Kita menentukan ukuran grid, seberapa kuat not ditarik ke garisnya, dan apakah swing ikut diterapkan.

Kenapa file MIDI terlihat berantakan di aplikasi notasi?

MIDI menyimpan waktu dalam satuan kecil bernama tick, bukan dalam nilai not. Not yang dimainkan terlambat beberapa milidetik masih terdengar wajar, tapi aplikasi notasi harus menuliskan waktu itu apa adanya. Hasilnya bisa penuh tanda istirahat yang ganjil, garis pengikat, dan not bernilai sangat pendek. Kuantisasi sebelum impor, atau kuantisasi oleh aplikasi notasi saat impor, membulatkan waktunya ke nilai yang bisa dibaca pemain.

Perlukah memakai kuantisasi 100%?

Gunakan 100% hanya kalau bagiannya memang perlu terdengar sangat presisi seperti mesin, misalnya pola drum yang diprogram atau pola bass elektronik. Untuk piano, vokal, gitar, dan bagian lain yang nuansa permainannya perlu dijaga, kekuatan sekitar 50–80% merapikan not yang meleset sambil mempertahankan sebagian keluwesan pemain. Untuk partitur, kuantisasi penuh dengan grid yang sesuai biasanya paling enak dibaca. Ritme yang enak dibaca lebih penting daripada mencatat waktu tiap not persis seperti saat dimainkan.

Apakah Songscription mengkuantisasi MIDI yang dihasilkan?

Songscription menghasilkan dua file MIDI. MIDI partitur mengikuti ritme yang tertulis di partitur dan memuat hasil edit. MIDI mentah adalah transkripsi awal sebelum kuantisasi, dengan waktu tiap not sesuai permainan asli dan nilai velocity yang tetap utuh. Pilih MIDI partitur kalau ingin ritme yang rapi. Pilih MIDI mentah kalau ingin mempertahankan nuansa permainan dan mengatur sendiri kuantisasinya di DAW.

Untuk mencoba keduanya dengan rekaman sendiri, ubah audio menjadi MIDI dengan Songscription.

Tentang penulis

Songscription

Ditulis oleh

Songscription

Dibuat oleh musisi, untuk musisi

Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan tab. Artikel ini ditulis oleh kami, musisi dan insinyur yang membuat alat-alat yang dulu ingin kami punya. Kami serius soal not, bahkan lebih serius lagi soal permainan kata. Maaf sebelumnya kalau beberapa lelucon kami terdengar fals.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.