ReferensiPartiturAndrew Carlins•Waktu baca: 7 menit

Memahami nilai not dan ritme: not penuh, setengah, dan seperempat

Tinggi nada menunjukkan nada yang dimainkan. Ritme menentukan kapan nada mulai dan berapa lama bunyinya. Nilai not, dari not penuh sampai seperenam belas, bersama tanda istirahat, titik, dan tie membantu kita membaca ritme dalam partitur.

Not penuh, setengah, seperempat, seperdelapan, dan seperenam belas pada paranada, beserta tanda istirahat dan bentuk bertitiknya untuk menjelaskan nilai not dan ritme

Saat membaca partitur, kita perlu tahu nada mana yang dimainkan dan berapa lama bunyinya. Tinggi nada menjawab yang pertama, nilai not menjawab yang kedua. Nilai not ditunjukkan oleh simbol yang memberi tahu berapa lama nada ditahan. Setiap nilai dua kali lebih panjang daripada nilai berikutnya: satu not penuh sama dengan dua not setengah, satu not setengah sama dengan dua not seperempat, dan satu not seperempat sama dengan dua not seperdelapan. Tanda istirahat menandai waktu tanpa bunyi dengan pola pembagian dua yang sama. Pola ini menjadi dasar kita membaca ritme.

Jumlah nilai not dan tanda istirahatnya harus sesuai dengan tanda birama. Titik dan tie bisa memperpanjang nilai not itu. Saat kita membaca partitur, semua ini menunjukkan kapan nada mulai dan berapa lama bunyinya.

Bedakan tinggi nada dan ritme

Satu not pada paranada membawa dua informasi. Posisi vertikalnya menunjukkan tinggi nada, termasuk tuts mana yang dimainkan. Bentuknya menunjukkan durasi, yaitu berapa lama nada ditahan. Nada yang sama bisa dibunyikan sebentar sebagai not seperenam belas atau ditahan lama sebagai not penuh. Perbedaan panjang bunyi itu membentuk ritme.

Nilai not bersifat relatif. Not seperempat tidak berarti “satu detik”. Dalam kebanyakan tanda birama, nilainya satu ketukan, dan panjang satu ketukan bergantung pada tempo. Kalau kita memainkan ritme yang sama lebih cepat atau lebih lambat, nilai notnya tetap. Yang berubah adalah waktu yang dibutuhkan untuk memainkannya.

Kenali nilai not

Nilai not yang umum dipakai tersusun dari yang paling panjang sampai yang paling pendek. Tabel ini memakai birama 4/4, dengan not seperempat sebagai satu ketukan.

NotKetukan dalam 4/4Bentuk
Not penuh4Kepala not kosong tanpa tangkai
Not setengah2Kepala not kosong dengan tangkai
Not seperempat1Kepala not terisi dengan tangkai
Not seperdelapan1/2Kepala not terisi, tangkai, dan satu bendera atau garis penghubung
Not seperenam belas1/4Kepala not terisi, tangkai, dan dua bendera atau garis penghubung

Kalau not seperdelapan atau seperenam belas ditulis berkelompok, benderanya diganti dengan garis penghubung, yaitu garis tebal mendatar yang menghubungkan tangkai not. Kelompok not yang dimainkan cepat jadi lebih jelas saat dibaca sekilas. Pembagian dua ini terus berlanjut ke not sepertiga puluh dua dan seperenam puluh empat. Setiap nilai yang lebih pendek menambah satu bendera atau garis penghubung, tapi kedua nilai ini lebih jarang ditemui.

Hitung juga tanda istirahat

Waktu tanpa bunyi juga ditulis dengan tepat. Setiap nilai not punya tanda istirahat yang sama panjangnya. Tanda istirahat seperempat bernilai satu ketukan, setengah bernilai dua ketukan, dan penuh mengisi satu birama. Tanda istirahat seperdelapan dan seperenam belas punya jumlah bendera yang sama dengan notnya. Saat ada tanda istirahat, kita berhenti membunyikan nada selama waktu yang tertulis. Waktu itu tetap dihitung untuk mengisi birama.

Ritme dibentuk oleh kapan nada mulai dan kapan bunyinya berhenti. Melodi dengan nada-nada yang sama akan menjadi melodi yang berbeda kalau tanda istirahatnya dipindahkan. Saat membaca ritme, tanda istirahat perlu dibaca sama telitinya dengan not.

Perpanjang not dengan titik dan tie

Ada dua cara untuk memperpanjang not di luar pola pembagian dua tadi:

  • Titik setelah not menambah setengah dari nilai not itu. Nilai not setengah bertitik adalah nilai not setengah (dua ketukan) ditambah nilai not seperempat (satu ketukan). Panjangnya menjadi tiga ketukan. Not seperempat bertitik bernilai satu setengah ketukan. Titik dipakai untuk menulis durasi yang berada di antara nilai-nilai not biasa.
  • Tie adalah garis lengkung yang menghubungkan dua not dengan tinggi nada yang sama. Kedua not dimainkan sebagai satu bunyi panjang tanpa membunyikan nadanya lagi saat mencapai not kedua. Dengan tie, kita bisa menahan nada melewati garis birama atau menggabungkan durasi yang tidak bisa ditulis dengan satu simbol, misalnya lima ketukan.

Tie menghubungkan dua not dengan tinggi nada yang sama dan menjumlahkan durasinya. Slur bentuknya mirip, tapi menghubungkan nada-nada yang berbeda agar dimainkan dengan bunyi yang menyambung halus. Slur menunjukkan artikulasi, bukan durasi. Perbedaan ini dibahas dalam artikel dinamika dan artikulasi.

Susun nilai not dalam satu birama

Jumlah nilai not harus sesuai dengan birama yang ditentukan oleh tanda birama. Tanda birama berupa pecahan di awal paranada. Angka atas menunjukkan jumlah ketukan dalam setiap birama, sedangkan angka bawah menunjukkan nilai not untuk satu ketukan. Dalam 4/4, tanda birama yang paling umum, ada empat ketukan per birama dan not seperempat bernilai satu ketukan. Jumlah nilai not dan tanda istirahat dalam setiap birama harus tepat setara dengan empat not seperempat.

Dengan jumlah yang tetap itu, kita bisa menghitung satu birama dan memeriksa apakah isinya sudah pas. Satu birama 4/4 bisa berisi satu not setengah dan dua not seperempat. Bisa juga berisi satu not seperempat, satu tanda istirahat seperempat, dan empat not seperdelapan. Keduanya berjumlah empat ketukan. Penjelasan lengkap tentang angka atas dan bawah, termasuk birama majemuk seperti 6/8, ada dalam artikel apa itu tanda birama.

Hitung ritme dan tuliskan nilainya

Walau ritme di partitur terlihat rumit, dasarnya tetap pola yang sama: setiap nilai not dua kali lebih panjang daripada nilai berikutnya. Tanda istirahat, titik, dan tie dipakai untuk menggabungkan nilai-nilai itu sampai satu birama terisi penuh. Menghitung keras-keras saat membaca, misalnya “satu dan dua dan”, adalah cara tercepat untuk merasakan durasi setiap not, bukan sekadar menghitung angkanya.

Menuliskan ritme dengan benar juga menjadi bagian tersulit saat mengubah rekaman menjadi partitur, karena permainan manusia tidak pernah mengikuti kisi ritme dengan sempurna. Saat Songscription mentranskripsikan lagu, ritme yang dimainkan disesuaikan dengan nilai not yang rapi agar hasilnya enak dibaca. Langkah ini disebut kuantisasi. Kalau alat yang dipakai tidak mengerjakannya, kita perlu menyesuaikan ritmenya secara manual. Istilah lainnya ada di glosarium notasi musik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu nilai not dalam musik?

Nilai not menunjukkan berapa lama setiap not dibunyikan. Nilainya relatif: setiap nilai not dua kali lebih panjang daripada nilai berikutnya. Satu not penuh sama panjangnya dengan dua not setengah, satu not setengah sama dengan dua not seperempat, dan satu not seperempat sama dengan dua not seperdelapan. Pola ini berlanjut ke not seperenam belas dan nilai yang lebih pendek lagi. Bentuk not menunjukkan nilainya, mulai dari kepala not yang terisi atau kosong sampai ada tidaknya tangkai dan bendera.

Apa bedanya not seperempat dan not setengah?

Not setengah dua kali lebih panjang daripada not seperempat. Dalam birama 4/4 yang umum dipakai, not seperempat bernilai satu ketukan dan not setengah bernilai dua ketukan. Not seperempat punya kepala not terisi dengan tangkai, sedangkan not setengah punya kepala not kosong dengan tangkai. Not penuh lebih panjang lagi. Kepalanya kosong tanpa tangkai, dan nilainya mengisi keempat ketukan dalam satu birama 4/4.

Apa hubungan nilai not dengan tanda birama?

Tanda birama menentukan jumlah ketukan dalam setiap birama dan nilai not yang dihitung sebagai satu ketukan. Dalam 4/4, ada empat ketukan per birama dengan not seperempat sebagai satu ketukan. Jadi, jumlah nilai not dan tanda istirahat dalam setiap birama harus setara dengan empat not seperempat. Dalam 6/8, satu ketukan bernilai not seperdelapan dan ada enam ketukan per birama. Nilai not adalah bagian-bagian yang kita susun, sedangkan tanda birama menentukan ruang yang harus terisi penuh.

Tentang penulis

Andrew Carlins

Ditulis oleh

Andrew Carlins

Salah satu pendiri dan CEO Songscription

Andrew mendirikan Songscription di Stanford bersama beberapa teman sesama musisi. Mereka sudah bosan mencari partitur lagu yang ingin dimainkan, tapi tidak kunjung menemukannya. Sejak kecil, ia bermain piano dan saksofon bariton serta tampil di teater musikal. Meski sudah bertahun-tahun tidak tampil, ia masih menganggap dirinya cukup jago. Ia menulis tentang cara membuat partitur dari rekaman lagu.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.