PanduanPanduanSongscription•Waktu baca: 10 menit

Mengenal istilah notasi musik: glosarium untuk musisi

Partitur, MIDI, tab, lead sheet, tanda birama: istilah notasi musik di satu tempat. Glosarium ini menjelaskan istilah yang paling sering dipakai, masing-masing dengan tautan ke panduan yang lebih lengkap.

Mengenal istilah notasi musik: glosarium untuk musisi

Partitur, MIDI, lead sheet, tabulatur, tanda birama, dan tanda mula termasuk istilah yang sering muncul saat kita menulis atau membaca musik. Tiap istilah punya definisi dalam bahasa sehari-hari dan tautan ke panduan yang lebih lengkap. Istilah-istilah ini dikelompokkan menurut topiknya: cara menuliskan musik, format berkas untuk menyimpannya, simbol pada partitur, dan proses mengubah rekaman menjadi notasi. Pilih kelompok yang dibutuhkan, baca definisi singkatnya, lalu buka tautannya kalau ingin tahu lebih jauh.

Cara menuliskan musik

Lagu bisa dituliskan dengan beberapa cara. Format-format utama ini diurutkan kurang lebih dari yang paling lengkap sampai yang paling ringkas. Masing-masing dipakai oleh pembaca yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula.

Partitur (notasi balok)

Partitur dengan notasi balok memakai sistem penulisan musik yang umum: not pada paranada lima garis, tanda kunci yang menentukan tinggi nada, nilai not yang menunjukkan durasi, serta tanda mula dan tanda birama. Inilah cara menuliskan musik yang paling lengkap dan paling luas dipakai. Pemain berbagai alat musik dan tradisi musik bisa membacanya sebagai bahasa bersama.

Lead sheet

Lead sheet menuliskan melodi pada paranada dengan simbol akor di atasnya, tanpa banyak rincian lain. Melodi dan harmoni, dua hal yang paling dibutuhkan musisi saat bermain, tersedia dalam satu halaman. Karena itu, pemain jazz dan pop sering memilih format ini lebih dulu. Baca lebih lanjut tentang lead sheet.

Chord chart

Chord chart berisi akor dan ritme lagu tanpa menuliskan melodinya. Ini cara paling ringkas untuk menuliskan lagu. Bagi pemain yang mengisi bagian ritme untuk mengiringi penyanyi, informasi itu sering kali sudah cukup. Baca lebih lanjut tentang chord chart.

Tabulatur

Tabulatur, atau tab, menunjukkan posisi jari, bukan tinggi nada yang harus dimainkan. Pada gitar, garis mewakili senar dan angka mewakili fret. Bagi pemain gitar, format ini paling cepat dibaca, tapi informasi ritmenya lebih sedikit dibandingkan notasi balok. Baca lebih lanjut tentang tabulatur.

Piano roll

Piano roll menampilkan musik sebagai balok-balok pada kisi. Semakin ke atas, semakin tinggi nadanya, sementara waktu berjalan dari kiri ke kanan. Panjang tiap balok menunjukkan berapa lama nadanya ditahan. Kita tidak perlu membaca tanda kunci atau simbol ritme, jadi format ini paling cocok untuk orang yang belum pernah belajar membaca notasi. Baca lebih lanjut tentang piano roll.

Format berkas musik

Di komputer, musik disimpan dalam berkas, bukan di atas kertas. Ada dua format utama untuk notasi. Keduanya sering tertukar karena sama-sama menyimpan informasi tentang not, bukan rekaman suara.

MIDI

MIDI berisi instruksi untuk memainkan not, bukan suara rekaman. Instruksinya menjelaskan not apa yang dimainkan, kapan mulai dan berhenti, serta seberapa kuat not itu dimainkan. Karena yang disimpan adalah informasi tentang not, kita bisa mengganti alat musik, mengubah tempo, atau mengedit satu not setelahnya. Perangkat lunak membaca format ini, dan not-notnya bisa langsung ditampilkan sebagai piano roll. Baca lebih lanjut tentang MIDI.

MusicXML

MusicXML adalah format terbuka untuk memindahkan partitur antarprogram tanpa mengetik ulang. MIDI tidak menyimpan tampilan partitur, sedangkan MusicXML membawa seluruh notasinya, termasuk tata letak paranada, tanda artikulasi, dan lirik. Partitur yang dibuat di satu editor pun bisa dibuka dengan utuh di editor lain. Baca lebih lanjut tentang MusicXML.

Membaca simbol notasi

Beberapa simbol pada partitur menentukan cara membaca semua not setelahnya. Simbol-simbol ini biasanya yang pertama kita temui saat belajar. Dari sini kita tahu arti garis dan ruang di antaranya, cara menghitung birama, nada dasar, dan kecepatan lagu. Garis lengkung serta angka kecil di atas not juga memberi petunjuk cara memainkannya.

Tanda kunci

Tanda kunci berada di awal paranada dan menentukan nada yang diwakili oleh kelima garis serta keempat ruang di antaranya. Tanpa tanda kunci, lima garis itu belum menunjuk nada tertentu. Itulah sebabnya paranada yang sama bisa dipakai untuk bagian bas bernada rendah pada satu lagu dan bagian flute bernada tinggi pada lagu lain. Baca lebih lanjut tentang tanda kunci.

Tanda birama

Dua angka di awal lagu menunjukkan cara menghitung ketukan. Angka atas menyatakan jumlah ketukan dalam satu birama. Angka bawah menunjukkan nilai not yang dihitung sebagai satu ketukan. Susunan inilah yang membuat 4/4, 3/4, dan 6/8 terasa berbeda saat dimainkan. Baca lebih lanjut tentang tanda birama.

Tanda mula

Kres atau mol di awal setiap paranada menunjukkan nada dasar lagu sekaligus menandai nada yang harus dinaikkan atau diturunkan. Dengan tanda mula, kita tidak perlu menuliskan tanda perubahan pada setiap not satu per satu. Saat membacanya, kita tahu nada dasar dan nada mana yang berubah sepanjang lagu. Baca lebih lanjut tentang tanda mula.

Tempo dan BPM

Tempo adalah kecepatan lagu. BPM, singkatan dari “beats per minute” atau “ketukan per menit”, menyatakan kecepatan itu dengan angka. Tanda tempo di bagian atas partitur menunjukkan seberapa cepat musiknya harus dimainkan. Kalau kita tahu BPM sebuah rekaman, kita bisa mengikuti kecepatannya atau memakai metronom dengan kecepatan yang sama saat berlatih. Baca lebih lanjut tentang tempo dan BPM.

Triol

Triol memuat tiga not dalam durasi yang biasanya diisi dua not dengan nilai yang sama. Tandanya berupa angka 3 kecil di atas atau di bawah kelompok not. Triol biasanya menjadi tuplet pertama yang kita pelajari. Setelah bisa merasakan pembagian tiga not pada ketukan yang rata, kita bisa memakai prinsip yang sama untuk tuplet lainnya. Baca lebih lanjut tentang triol.

Slur dan tie

Slur dan tie sama-sama berupa garis lengkung di antara not. Bentuknya hampir sama, tapi petunjuk memainkannya berbeda. Tie menggabungkan dua not dengan tinggi nada yang sama menjadi satu bunyi yang lebih panjang. Slur meminta kita memainkan not-not dengan tinggi nada berbeda secara halus dan tersambung. Baca lebih lanjut tentang slur dan tie.

Arpegio

Arpegio adalah akor yang nada-nadanya dimainkan satu per satu, bukan sekaligus. Kita bisa menemukannya dalam Für Elise maupun iringan piano lagu pop. Pada partitur, arpegio ditulis sebagai not-not terpisah atau ditandai dengan garis bergelombang di samping akor. Baca lebih lanjut tentang arpegio.

Transposisi

Mentransposisi lagu berarti menaikkan atau menurunkan semua not dengan jarak yang sama agar lagu berpindah ke nada dasar baru. Musisi melakukannya untuk menyesuaikan jangkauan nada penyanyi, membuat suatu bagian lebih mudah dimainkan, atau menulis untuk alat musik yang membaca not dalam nada dasar berbeda. Baca lebih lanjut tentang transposisi.

Dari rekaman ke notasi

Saat mengubah rekaman menjadi sesuatu yang bisa dibaca dan dimainkan, kita akan menemui istilah-istilah ini. Ada istilah untuk proses transkripsinya, langkah yang sering membantu, dan pilihan bentuk hasilnya.

Transkripsi musik

Transkripsi musik berarti menuliskan musik yang kita dengar, tapi belum kita punya dalam bentuk tertulis. Rekaman atau permainan langsung diubah menjadi notasi, tab, atau MIDI. Kita bisa mengerjakannya dengan mendengarkan atau memakai AI. Baca lebih lanjut tentang transkripsi musik.

Memisahkan trek audio

Pemisahan trek audio mengurai campuran audio yang sudah jadi menjadi bagian-bagiannya, misalnya vokal, drum, dan bas dalam trek audio terpisah. Langkah ini bisa membantu sebelum mentranskripsikan rekaman dengan banyak alat musik yang berbunyi bersamaan. Kita bisa mengerjakan satu alat musik dulu. Baca lebih lanjut tentang pemisahan trek audio.

Tingkat kesulitan

Label seperti pemula, menengah, dan grade 1–8 menunjukkan tingkat kesulitan memainkan sebuah karya. Tapi arti labelnya bisa berbeda menurut siapa yang menetapkannya. Kalau kita tahu apa yang sebenarnya membuat musik sulit dimainkan, kita bisa memilih partitur yang sesuai untuk pemainnya. Baca lebih lanjut tentang tingkat kesulitan.

Jenis transkripsi

Transkripsi punya beberapa format. Pilihan format menentukan apa yang tertulis pada halaman: partitur lengkap, lead sheet, chord chart, atau satu jalur melodi solo. Memilih format sejak awal mengurangi pekerjaan yang harus diulang. Baca lebih lanjut tentang jenis transkripsi.

Membaca partitur

Membaca partitur berarti mengenali not yang diwakili simbol pada paranada. Kita membaca nama nada, ritme, tanda mula, dan tanda birama sesuai urutannya. Keterampilan ini bisa dipelajari saat dewasa, meski kita tidak pernah ikut pelajaran musik sejak kecil. Baca lebih lanjut tentang membaca partitur.

Setelah mengenal istilahnya, kita bisa mencoba format-format ini lewat lagu yang memang ingin kita mainkan. Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan piano roll dalam satu proses.

Gunakan panduan ini untuk memakai istilah-istilah tadi saat memilih format, membaca musik, atau menyiapkan transkripsi:

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya MIDI dan partitur?

Keduanya menyimpan informasi tentang not, bukan rekaman suara, tapi ditujukan untuk pembaca yang berbeda. MIDI berisi instruksi yang dibaca komputer: not apa yang dimainkan, kapan mulai dan berhenti, serta seberapa kuat not itu dimainkan. MIDI tidak punya tampilan halaman yang tetap. Partitur menyajikan informasi sejenis untuk dibaca manusia, dengan paranada, tanda kunci, dan nilai not. Keduanya bisa diubah dari satu format ke format lainnya karena sama-sama menyimpan not. Songscription menghasilkan keduanya dari satu rekaman.

Apa bedanya lead sheet dan chord chart?

Lead sheet menuliskan melodi pada paranada dengan simbol akor di atasnya. Kita bisa memainkan melodinya sekaligus menyusun iringan dari akor-akornya. Chord chart lebih ringkas: isinya akor dan ritme tanpa melodi tertulis. Biasanya itu sudah cukup untuk pemain yang mengisi bagian ritme. Pembeda utamanya adalah melodi: lead sheet menuliskannya, chord chart tidak.

Untuk apa MusicXML digunakan?

MusicXML adalah format berkas terbuka untuk memindahkan partitur antarprogram notasi tanpa mengetik ulang. Kalau kita membuat partitur di satu program lalu ingin membuka dan mengeditnya di program lain, seperti MuseScore, Sibelius, Finale, atau Dorico, MusicXML membawa seluruh notasinya. Tata letak paranada, tanda artikulasi, dan lirik ikut terbawa, sementara informasi itu akan hilang dalam berkas MIDI. Songscription mengekspor MusicXML langsung, jadi hasil transkripsinya bisa langsung dibuka di editor notasi.

Untuk mengubah rekaman menjadi notasi yang bisa dibaca, unggah lagu dan buat partitur, MIDI, serta piano roll.

Tentang penulis

Songscription

Ditulis oleh

Songscription

Dibuat oleh musisi, untuk musisi

Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan tab. Artikel ini ditulis oleh kami, musisi dan insinyur yang membuat alat-alat yang dulu ingin kami punya. Kami serius soal not, bahkan lebih serius lagi soal permainan kata. Maaf sebelumnya kalau beberapa lelucon kami terdengar fals.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.