ReferensiPartiturAndrew Carlins•Waktu baca: 6 menit

Apa itu tempo dan BPM?

Tempo menunjukkan seberapa cepat musik dimainkan, sedangkan BPM mengukur kecepatannya. Kita bisa membaca tanda tempo di partitur atau mencari BPM lagu dengan menghitung ketukannya.

Tempo dan BPM: tanda metronom di partitur yang menunjukkan jumlah ketukan per menit

Tempo adalah kecepatan ketukan dalam musik. Kita mengukurnya dengan BPM, singkatan dari “beats per minute” atau ketukan per menit. Angka 120 BPM berarti ada 120 ketukan dalam satu menit, atau satu ketukan setiap setengah detik. Makin tinggi BPM, makin cepat temponya. Makin rendah BPM, makin pelan temponya.

Memahami arti BPM

Angka BPM menunjukkan jumlah ketukan dalam satu menit. Ketukan adalah denyut teratur yang kita ikuti saat mengetukkan kaki. Saat bertepuk tangan mengikuti lagu tanpa memikirkan hitungannya, kita sedang mengikuti ketukan lagu itu. Kecepatan denyut ini diukur dalam BPM. Pada 60 BPM, ada satu ketukan setiap detik. Pada 120 BPM, ada dua ketukan setiap detik. Angka yang lebih tinggi terasa lebih cepat karena ada lebih banyak ketukan dalam waktu satu menit yang sama.

Kisaran tempo lagu biasanya bisa kita perkirakan. Balada yang pelan biasanya bertempo sekitar 60–70 BPM, kebanyakan lagu pop 100–130 BPM, dan lagu dansa sekitar 120–130 BPM. Punk atau hardcore yang cepat bisa melampaui 180 BPM. Dengan angka BPM, kita bisa menyebut kecepatan yang dimaksud secara tepat. Kata seperti “pelan” atau “bersemangat” cuma memberi gambaran kasarnya.

Membaca tanda tempo di partitur

Ada dua cara menuliskan tempo di partitur: tanda metronom yang menunjukkan angka pasti atau istilah dalam bahasa Italia. Tanda metronom memasangkan nilai not dengan angka, misalnya not seperempat = 120. Artinya, satu ketukan bernilai not seperempat dan ada 120 ketukan per menit. Metronom atau aplikasi bisa mengikuti petunjuk ini dengan bunyi klik yang tepat sesuai tempo.

Nilai not yang menjadi satuan ketukan bergantung pada tanda birama. Karena itu, angka tempo yang sama bisa berarti kecepatan berbeda kalau ketukannya memakai not seperempat atau not seperempat bertitik. Baca apa itu tanda birama untuk memahami cara menentukan satuan ketukan.

Istilah Italia sudah lebih lama dipakai untuk menuliskan tempo di atas birama pertama, tapi cara ini kurang tepat. Istilah ini memberi gambaran karakter musik, bukan angka yang pasti. Istilah yang umum dipakai, dari pelan ke cepat, beserta perkiraan kisaran BPM-nya adalah:

  • Largo. Sangat lambat dan terasa luas, sekitar 40–60 BPM.
  • Adagio. Lambat dan agung, sekitar 60–76 BPM.
  • Andante. Seperti kecepatan orang berjalan, sekitar 76–108 BPM.
  • Moderato. Sedang, sekitar 108–120 BPM.
  • Allegro. Cepat dan ceria, sekitar 120–156 BPM.
  • Presto. Sangat cepat, sekitar 168–200 BPM.

Kisaran ini saling tumpang tindih dan bukan batas yang kaku. Kalau komposer menginginkan kecepatan tertentu, tanda metronom ditambahkan. Banyak partitur memakai keduanya: istilah Italia untuk karakter musik dan angka metronom untuk kecepatan yang tepat.

Membedakan tempo, tanda birama, dan ritme

Tempo, tanda birama, dan ritme sering tertukar, padahal masing-masing menjelaskan hal yang berbeda. Tempo adalah kecepatan ketukan, diukur dalam BPM. Tanda birama menunjukkan cara ketukan dikelompokkan ke dalam birama, misalnya empat ketukan per birama. Ritme adalah pola panjang-pendek not di dalam susunan itu.

Kita bisa mempercepat atau memperlambat tempo sambil tetap memakai tanda birama dan ritme yang sama. Ritmenya juga bisa diubah tanpa mengubah tempo. Lagu dengan tempo 90 BPM dan empat ketukan per birama bisa memakai ritme yang padat dengan sinkopasi atau ritme yang sederhana. Angka tempo saja tidak menunjukkan ritme mana yang dipakai. Baca nilai not dan ritme untuk memahami panjang-pendek not.

Mencari BPM lagu

Cara manual tercepat untuk mencari BPM lagu adalah mengetuk mengikuti ketukannya, menghitung jumlah ketukan selama 15 detik, lalu mengalikannya dengan empat. Hasilnya adalah jumlah ketukan untuk satu menit penuh. Kalau kita mengetuk 30 kali dalam 15 detik, tempo lagunya sekitar 120 BPM. Ada dua pilihan yang lebih cepat:

  • Gunakan alat tap tempo. Tekan tombol pada papan ketik atau layar mengikuti ketukan musik. Alat ini menghitung rata-rata tempo dari ketukan yang kita masukkan dan menampilkan BPM. Hasilnya lebih stabil daripada menghitung secara manual.
  • Gunakan deteksi otomatis. Aplikasi bisa menganalisis audio dan menampilkan temponya tanpa perlu kita mengetuk mengikuti lagu.

Kalau ketukan lagu kurang jelas, alat pendeteksi bisa membaca tempo dua kali lipat atau setengah dari tempo sebenarnya. Cocokkan hasilnya dengan kecepatan lagu yang kita rasakan saat mendengarkan. Baca cara mencari nada dasar dan BPM lagu untuk langkah lengkapnya, termasuk mencari nada dasar sekaligus.

Kalau belum terbiasa membaca paranada, mulai dari cara membaca partitur. Glosarium notasi musik juga menjelaskan secara singkat istilah lain yang kita temui saat membaca partitur.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu tempo dalam musik?

Tempo adalah kecepatan ketukan dasar dalam musik. Tempo membuat satu penampilan terasa seperti balada yang pelan dan penampilan lain terasa seperti lagu dansa yang cepat. Tempo diukur dalam ketukan per menit. Sebuah lagu bisa memakai tempo yang sama dari awal sampai akhir atau berganti tempo antarbagian.

Apa arti BPM?

BPM adalah singkatan dari “beats per minute”, atau ketukan per menit, yaitu satuan untuk mengukur tempo. Angkanya menunjukkan berapa ketukan yang terdengar dalam satu menit. Jadi, 120 BPM berarti 120 ketukan per menit, atau satu ketukan setiap setengah detik. Makin tinggi BPM, makin cepat temponya. Makin rendah BPM, makin pelan temponya.

Apa itu tanda metronom?

Tanda metronom menentukan tempo secara tepat dengan memasangkan nilai not dan angka, misalnya not seperempat = 120. Artinya, dalam contoh ini satu ketukan bernilai not seperempat dan ada 120 ketukan per menit. Tanda ini lebih tepat daripada istilah Italia seperti Allegro, yang cuma memberi kisaran tempo.

Bagaimana cara mencari BPM lagu?

Ketuk mengikuti ketukan lagu yang teratur, hitung jumlah ketukan selama 15 detik, lalu kalikan dengan empat untuk mendapatkan jumlah ketukan per menit. Kita juga bisa memakai alat tap tempo: tekan tombol mengikuti ketukan, lalu alatnya menampilkan BPM. Pilihan lainnya adalah memakai aplikasi yang mendeteksi tempo secara otomatis dari audio.

Kalau ingin temponya dihitung otomatis, Songscription mendeteksi tempo rekaman dan menuliskan tanda temponya di partitur. BPM sudah ditentukan sebelum kita memainkan not pertama.

Tentang penulis

Andrew Carlins

Ditulis oleh

Andrew Carlins

Salah satu pendiri dan CEO Songscription

Andrew mendirikan Songscription di Stanford bersama beberapa teman sesama musisi. Mereka sudah bosan mencari partitur lagu yang ingin dimainkan, tapi tidak kunjung menemukannya. Sejak kecil, ia bermain piano dan saksofon bariton serta tampil di teater musikal. Meski sudah bertahun-tahun tidak tampil, ia masih menganggap dirinya cukup jago. Ia menulis tentang cara membuat partitur dari rekaman lagu.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.