Bagian dari panduan kami tentang istilah notasi musik.
Saat menyanyikan satu melodi, kita membunyikan satu nada pada satu waktu. Perangkat lunak sudah bisa mengikuti perubahan nada itu sejak bertahun-tahun lalu. Pada piano, kita bisa memainkan lima, enam, bahkan delapan nada sekaligus. Satu tangan menahan akor, sementara tangan lain memainkan rangkaian nada di sela-selanya. Semua bunyinya berbaur. Mengajari komputer mengurai bunyi itu menjadi not-not terpisah di partitur adalah bagian tersulit dalam transkripsi musik. Piano menjadi tolok ukur kemajuan di bidang ini.
Memahami transkripsi polifonik
Polifonik berarti banyak suara. Dalam transkripsi polifonik, sistem mengambil audio yang berisi beberapa nada serentak lalu menuliskan setiap nadanya. Kebalikannya adalah transkripsi monofonik, yang hanya berisi satu jalur melodi dengan satu nada pada satu waktu. Transkripsi monofonik jauh lebih sederhana karena jumlah nada yang berbunyi selalu jelas. Perbedaannya dibahas dalam artikel kami tentang transkripsi monofonik dan polifonik. Dalam musik piano, ada berbagai hal yang membuat transkripsi polifonik rumit: akor yang padat, jalur melodi yang bertumpuk, dan pedal sustain yang membuat semua bunyinya bercampur.
Mengapa nada serentak sulit ditranskripsi
Satu nada musik mengandung lebih dari satu frekuensi. Ada frekuensi dasar dan deret nada atas, atau deret harmonik, yang membentuk warna bunyinya. Saat kita memainkan satu nada, sistem bisa menemukan frekuensi dasarnya lalu mengenali tinggi nadanya. Kalau beberapa nada dimainkan sekaligus, deret harmoniknya bertumpuk dan sulit dipisahkan.
- Nada yang berjarak satu kuint atau satu oktaf memiliki banyak nada atas yang sama. Ciri bunyi satu nada pun bisa tampak seperti ciri nada lain.
- Sebuah nada dan nada satu oktaf di atasnya memiliki hampir semua komponen harmonik yang sama. Karena itu, nada tambahan pada oktaf yang tidak dimainkan atau not yang ditulis pada oktaf yang salah sering muncul dalam transkripsi polifonik.
- Sebelum mengenali nada apa saja yang berbunyi, sistem harus menentukan jumlahnya. Jalur nada yang pelan di tengah akor bisa tertutup oleh nada yang lebih keras di bagian luar.
- Waktu mulai setiap nada sulit ditentukan kalau beberapa nada masuk hampir bersamaan, sementara pedal membuat nada sebelumnya terus berbunyi.
Cara AI membaca akor
Sistem modern mempelajari pola dari data, alih-alih mengandalkan aturan yang disusun satu per satu. Jaringan saraf dilatih dengan banyak audio yang dipasangkan dengan data not yang benar. Dari sana, jaringan itu mempelajari warna bunyi piano: bagaimana harmoniknya berbunyi, perbedaan nada yang dimainkan keras dan pelan, serta cara bunyi mereda setelah tuts ditekan.
Saat membaca rekaman, model membagi audio menjadi potongan-potongan pendek yang disebut frame. Pada setiap frame, model memperkirakan nada apa saja yang sedang berbunyi dan kapan nada baru mulai. Perkiraan dari tiap frame kemudian dirangkai menjadi not-not terpisah. Setiap not memiliki waktu mulai, tinggi nada, dan durasi. Not-not itu lalu disusun menjadi partitur. Karena sudah mempelajari begitu banyak bunyi piano asli, model bisa memakai konteks musik untuk membedakan bunyi yang sulit dikenali lewat analisis frekuensi sederhana. Misalnya, model mempertimbangkan nada yang muncul sebelumnya dan nada-nada yang biasanya dimainkan bersama. Cara kerjanya lebih mirip cara musisi terlatih mendengarkan akor daripada cara kalkulator membaca frekuensi.
Mengapa piano jadi tolok ukur
Riset transkripsi paling banyak berfokus pada piano. Di antara alat musik yang umum dimainkan, piano menghasilkan polifoni paling padat. Awal setiap nadanya jelas dan konsisten, bunyinya mereda dengan pola yang bisa diperkirakan, dan tersedia banyak data untuk dipelajari. Gabungan ini membuat transkripsi piano berkembang paling jauh. Model piano juga paling maju di Songscription.
Rekaman solo piano yang bersih menghasilkan transkripsi yang mendekati partitur buatan orang yang terampil mentranskripsi musik. Hasilnya mencakup jalur nada di tengah akor yang tidak bisa kita bedakan hanya dengan mendengarkan. Panduan kami tentang mentranskripsi musik piano dengan AI dan mentranskripsi akor piano jazz menunjukkan hasilnya pada musik yang benar-benar dimainkan.
Memperbaiki akurasi lewat rekaman dan pemeriksaan
Rekaman paling besar pengaruhnya terhadap akurasi. Solo piano yang bersih, tanpa alat musik lain, dan dengan sedikit bunyi yang menggantung memberi model petunjuk paling jelas. Reverb yang kuat dan penggunaan pedal sustain yang berlebihan membuat harmoni bercampur. Keduanya menyebabkan sebagian besar kesalahan yang kita temui. Kalau lagunya dimainkan di piano digital, merekam MIDI secara langsung menghasilkan data not yang persis sesuai permainan. Audio tidak perlu diurai sama sekali.
Setelah transkripsi selesai, periksa bagian yang padat di piano roll. Setiap not terlihat sebagai balok terpisah, jadi kesalahan oktaf atau not tambahan lebih jelas terlihat. Posisi not bisa diperbaiki dengan menggesernya. Tampilan ini ada dalam panduan kami tentang mengubah audio menjadi piano roll. Faktor lain yang memengaruhi hasil dibahas dalam artikel tentang mengapa akurasi transkripsi AI berbeda-beda.
Kalau rekamannya berisi beberapa alat musik berbeda yang dimainkan bersama, baca bisakah AI mentranskripsi beberapa alat musik sekaligus. Untuk mencoba mentranskripsi permainan sendiri, mulai dari halaman transkripsi piano.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu transkripsi piano polifonik?
Transkripsi piano polifonik mengubah rekaman piano yang berisi banyak nada serentak menjadi partitur. Semua nada dalam akor dan jalur melodi yang bertumpuk harus ditulis. Polifonik berarti beberapa nada dengan ketinggian berbeda berbunyi sekaligus, sedangkan pada musik monofonik hanya satu nada yang berbunyi pada satu waktu. Prosesnya lebih sulit daripada mentranskripsi satu melodi karena nada-nadanya berbunyi bersamaan dan komponen harmoniknya bertumpuk. Sistem harus menentukan berapa nada yang berbunyi dan nada apa saja itu.
Mengapa akor lebih sulit ditranskripsi daripada satu melodi?
Dalam satu melodi, hanya ada satu nada yang berbunyi pada satu waktu. Sistem cukup mengikuti perubahan frekuensi dasarnya. Akor menggabungkan beberapa nada yang nada-nada atasnya bertumpuk dan saling menguatkan. Ciri bunyi satu nada pun bisa tampak seperti ciri nada lain. Pada saat yang sama, sistem harus menghitung jumlah nada yang berbunyi dan memilah komponen harmonik milik setiap nada. Memilah bunyi yang bertumpuk inilah yang membuat transkripsi polifonik sulit.
Apa yang menyebabkan kesalahan oktaf dalam transkripsi?
Kesalahan oktaf terjadi karena sebuah nada dan nada satu oktaf di atasnya memiliki banyak komponen harmonik yang sama. Deret nada atas C rendah hampir berimpit dengan harmonik C satu oktaf di atasnya. Sistem pun bisa menulis not satu oktaf terlalu tinggi atau terlalu rendah, atau menambahkan nada pada oktaf lain yang sebenarnya tidak dimainkan. Model mengurangi kesalahan ini dengan mempelajari warna bunyi alat musik dan konteks musiknya. Tapi kesalahan oktaf masih termasuk yang paling sering perlu diperiksa dan diperbaiki dalam hasil transkripsi polifonik.
Bagaimana cara mendapatkan hasil transkripsi polifonik yang paling akurat?
Gunakan rekaman piano yang sebersih mungkin, tanpa bunyi alat musik lain. Rekaman solo piano yang jelas dan minim reverb membantu model membaca jalur nada di tengah akor dengan akurat. Penggunaan pedal sustain yang berlebihan membuat harmoni bercampur dan paling sering menyebabkan kesalahan, jadi rekaman dengan bunyi yang tidak terlalu menggantung akan membantu. Kalau kita memainkan lagunya di piano digital, merekam MIDI secara langsung menghasilkan data not yang persis sesuai permainan tanpa perlu mengurai audio. Setelah transkripsi selesai, periksa akor yang padat di piano roll. Kesalahan oktaf dan not tambahan terlihat lebih jelas dan bisa diperbaiki di sana.
