ReferensiMIDIAndrew Carlins•Waktu baca: 7 menit

Apa itu MIDI? Panduan dasar untuk musisi

MIDI sangat berguna dalam aplikasi musik, tapi sering disalahpahami. Isinya bukan audio, melainkan petunjuk tentang not mana yang dimainkan dan bagaimana memainkannya. Perbedaan ini menjelaskan banyak hal tentang MIDI, termasuk perannya dalam transkripsi.

Apa itu MIDI? Panduan dasar untuk musisi

Bagian dari glosarium istilah notasi musik kami.

Saat mulai memakai aplikasi musik, kita akan sering menemui MIDI. MIDI tidak berisi suara, melainkan petunjuk yang mencatat permainan musik: not mana yang dimainkan, kapan mulai dan berhenti, serta seberapa kuat not itu dimainkan. Bayangkan partitur yang bisa dibaca komputer, atau daftar gerakan jari alih-alih rekaman bunyi yang dihasilkan. Yang tersimpan adalah notnya, jadi kita masih bisa mengganti instrumen, mengubah tempo, atau memperbaiki satu not yang salah lama setelah selesai bermain.

Mengenal MIDI

MIDI adalah singkatan dari Musical Instrument Digital Interface. Standar ini sudah ada sejak awal 1980-an dan masih menjadi dasar komunikasi perangkat di hampir setiap studio. MIDI dibuat agar synthesizer dan komputer dari produsen berbeda bisa saling berkomunikasi dengan bahasa yang sama. Petunjuknya sederhana: “mainkan not ini”, “lepaskan”, atau “gerakkan penggeser ini”.

Saat kita menekan tuts piano digital, piano itu mengirim pesan kecil ke komputer, bukan suara. Pesannya menyebutkan not yang baru mulai dimainkan dan seberapa kuat tutsnya ditekan. Begitu tuts dilepas, pesan berikutnya menyatakan bahwa not itu berhenti. Rangkaian pesan ini mencatat seluruh permainan kita.

Membaca isi file MIDI

Sebagian besar isi file MIDI mencatat urutan not beserta waktunya. Untuk setiap not, ada empat hal yang perlu kita kenali:

  • Tinggi nada menentukan not mana yang dimainkan, dari nada terendah yang bergemuruh sampai nada tertinggi yang nyaring. Setiap nada diberi nomor, dengan C tengah bernomor 60.
  • Waktu mulai dan durasi mencatat kapan tepatnya not mulai dan berapa lama berlangsung. Waktunya dihitung berdasarkan tempo, jadi saat tempo dinaikkan atau diturunkan, perbandingan waktu antarnot tetap terjaga.
  • Velocity mencatat seberapa kuat not dimainkan. Nilai ini biasanya menentukan keras atau pelannya suara. Perbedaan velocity membuat bagian piano MIDI tidak terdengar kaku seperti mesin.
  • Kanal dan trek menentukan instrumen atau bagian musik tempat not itu berada. Satu file bisa menyimpan bagian piano, bas, dan drum dalam lapisan terpisah.

Tidak ada suara dalam daftar itu. File MIDI tidak menyimpan bunyi piano, cuma petunjuk bahwa ada not piano yang perlu dimainkan pada waktu tertentu. Suaranya baru dihasilkan saat file diputar. Dari sinilah fleksibilitas MIDI berasal, sekaligus batasan terbesarnya.

Membedakan MIDI dan file audio

File MP3 atau WAV menyimpan rekaman suara yang sudah jadi, seperti foto yang mengabadikan satu momen. Kita bisa menaikkan volumenya atau memotong rekamannya, tapi tidak bisa menggeser nada ketiga dalam sebuah akor. Nada itu tidak tersimpan sebagai not tersendiri. Yang ada adalah bunyi yang sudah menyatu.

File MIDI menyimpan pilihan-pilihan yang membentuk suara itu. Ibarat memasak, MIDI adalah resepnya, sedangkan audio adalah masakan yang sudah jadi. Kita bisa mengubah nada dasar dari C ke A, mengganti suara piano dengan kelompok instrumen gesek, memperbaiki satu nada yang terlalu rendah, atau memperlambat tempo tanpa menurunkan kualitas. Komputer cukup menghasilkan ulang suaranya dari petunjuk yang sudah diubah. Fleksibilitas ini membuat produser memakai MIDI. Alur kerjanya dibahas dalam panduan mengubah audio menjadi MIDI.

Mengolah musik dengan MIDI

MIDI memudahkan banyak pekerjaan saat mengolah musik, termasuk beberapa hal berikut:

  • Edit not setelah bermain. Geser, hapus, perpanjang, atau ubah tinggi nada satu not tanpa mengubah not lainnya.
  • Ganti suara instrumennya. Not yang sama bisa diputar dengan suara grand piano, synthesizer, atau kelompok instrumen gesek. Instrumennya bisa dipilih belakangan.
  • Edit lewat piano roll. Not MIDI langsung ditampilkan sebagai batang-batang pada piano roll. Itu sebabnya setiap aplikasi produksi musik (DAW) memakai kisi itu untuk mengedit MIDI.
  • Simpan lagu dalam file kecil. Satu lagu utuh dalam format MIDI berukuran beberapa kilobita karena yang disimpan adalah petunjuk, bukan suara.

Memahami batasan MIDI

MIDI mencatat not, bukan warna suara. Desah khas seorang penyanyi, suara kasar dari ampli gitar tertentu, atau bunyi ruangan tempat satu set drum direkam tidak ikut tersimpan. Semua itu ada dalam audio, bukan dalam petunjuk untuk memainkan not.

MIDI juga mencatat tinggi nada dan waktunya, bukan partitur yang sudah siap dibaca. Kalau file MIDI mentah langsung ditampilkan sebagai notasi, hasilnya bisa berantakan. Ritmenya mungkin tampak janggal, dan pembagian not untuk tangan kiri dan kanan belum masuk akal. Aplikasi perlu merapikannya dulu. Pilihan formatnya tergantung pada pekerjaan yang ingin kita lakukan. Pertimbangan saat memilih format dibahas dalam MusicXML, MIDI, dan PDF.

Menghubungkan MIDI dan partitur

MIDI dan partitur sama-sama mencatat not, bukan suara. Karena itu, saat mengubah satu format ke format lainnya, kita lebih banyak mengatur cara notnya disajikan: merapikan ritme dengan membulatkan waktu mulai dan durasi not, memilih pola birama, lalu menuliskan notnya pada paranada. File MIDI bisa diubah menjadi partitur, seperti yang dibahas dalam panduan mengubah MIDI menjadi partitur. Keduanya juga bisa dibuat sekaligus dari sebuah rekaman.

Itulah yang dilakukan Songscription. Songscription mendengarkan audio, mengenali notnya, lalu menghasilkan file MIDI untuk DAW dan partitur untuk dibaca sambil bermain. Keduanya berasal dari satu transkripsi. Kita tidak perlu memilih salah satu format lalu menyusun format lainnya secara manual.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu MIDI?

MIDI adalah singkatan dari Musical Instrument Digital Interface. MIDI tidak berisi suara, melainkan petunjuk yang mencatat permainan musik: not mana yang dimainkan, kapan tepatnya mulai dan berhenti, serta seberapa kuat not itu dimainkan. File MIDI lebih mirip daftar gerakan jari daripada rekaman suara. Karena yang disimpan adalah notnya, kita bisa mengganti instrumen, mengubah tempo, atau mengedit satu not setelah bermain tanpa merekam ulang apa pun.

Apakah file MIDI sama dengan file audio?

Tidak. File audio seperti MP3 atau WAV menyimpan rekaman suara yang tertangkap mikrofon, seperti foto yang mengabadikan satu momen. File MIDI sama sekali tidak menyimpan suara. Isinya adalah petunjuk untuk memainkan not, lalu synthesizer atau sampler mengubah petunjuk itu menjadi suara saat file diputar. Karena itu, ukuran file MIDI jauh lebih kecil daripada audio. Kita juga bisa mengganti suara piano dengan gitar atau memperlambat tempo tanpa menurunkan kualitasnya.

Bisakah file MIDI diubah menjadi partitur?

Bisa. MIDI sudah berisi not beserta waktu mulainya dan durasinya, jadi aplikasi notasi bisa membacanya lalu menyusunnya menjadi partitur. Biasanya, aplikasi perlu merapikan ritme dengan membulatkan waktu mulai dan durasi not serta menyesuaikan beberapa pilihan penulisan agar partiturnya enak dibaca. Prosesnya juga bisa berjalan sebaliknya. Alat transkripsi mendengarkan rekaman, mengenali notnya, lalu menghasilkan file MIDI dan partitur yang bisa dibaca dari satu proses yang sama.

Kalau lagunya baru tersedia sebagai rekaman, unggah rekamannya untuk mendapatkan MIDI dan partitur sekaligus.

Tentang penulis

Andrew Carlins

Ditulis oleh

Andrew Carlins

Salah satu pendiri dan CEO Songscription

Andrew mendirikan Songscription di Stanford bersama beberapa teman sesama musisi. Mereka sudah bosan mencari partitur lagu yang ingin dimainkan, tapi tidak kunjung menemukannya. Sejak kecil, ia bermain piano dan saksofon bariton serta tampil di teater musikal. Meski sudah bertahun-tahun tidak tampil, ia masih menganggap dirinya cukup jago. Ia menulis tentang cara membuat partitur dari rekaman lagu.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.