ReferensiTranskripsi musikAndrew Carlins•Waktu baca: 7 menit

Bisakah ChatGPT mengubah lagu menjadi partitur?

Setiap hari, orang meminta ChatGPT mengubah rekaman menjadi partitur. Ada hal yang bisa dikerjakan chatbot AI dengan audio, tapi ada juga batasnya. Menulis notasi dari rekaman membutuhkan alat yang berbeda.

Kemampuan ChatGPT mengubah lagu menjadi partitur, batas chatbot AI dalam menangani audio, dan alat lain untuk mengerjakannya

Artikel ini bagian dari panduan kami untuk memilih alat transkripsi musik.

Tidak. ChatGPT tidak bisa mendengarkan rekaman lalu menghasilkan partitur yang akurat. ChatGPT adalah model bahasa yang bekerja dengan teks. Ia bisa membahas notasi, menyarankan progresi akor, atau menuliskan melodi sederhana yang kita jelaskan dengan kata-kata. Untuk mengubah audio menjadi partitur yang benar dengan beberapa suara, dibutuhkan deteksi tinggi nada, analisis ritme, dan model transkripsi khusus. Kalau kita meminta chatbot umum mengerjakannya, jawabannya terdengar yakin, tapi notnya keliru.

ChatGPT tetap berguna untuk belajar musik dan memahami teori. Kita perlu membedakan pekerjaan yang memakai teks dari pekerjaan yang mengolah sinyal audio. ChatGPT kuat di bagian pertama. Untuk bagian kedua, kita perlu alat lain.

Apa yang bisa dikerjakan ChatGPT dengan musik

ChatGPT bisa membantu saat kita membahas musik lewat teks atau teori:

  • Menjelaskan teori. Tanyakan mengapa sebuah progresi akor mengarah ke akor tertentu, apa itu akor Neapolitan sixth, atau cara menyusun harmoni untuk tangga nada minor. Penjelasannya biasanya jelas dan cukup bisa diandalkan.
  • Membaca dan membahas notasi yang ditempelkan sebagai teks. Berikan notasi ABC, bagan akor, atau uraian suatu bagian musik. ChatGPT bisa menjelaskan apa yang terjadi, menyebutkan akornya, dan menyarankan perubahan.
  • Menyarankan progresi akor. Jelaskan suasana yang diinginkan atau nada dasarnya. ChatGPT akan mengusulkan progresi, reharmonisasi, atau ide pola bas untuk dicoba.
  • Menulis melodi sederhana dengan satu suara. Dari uraian melodi dengan kata-kata, ChatGPT bisa menuliskannya dalam notasi teks seperti ABC atau potongan MusicXML dasar. Hasilnya bisa ditempelkan ke editor notasi.

Semua pekerjaan itu berawal dari teks atau uraian dan berakhir sebagai teks. ChatGPT mengolah simbol, bukan mendengarkan bunyi. Begitu masukannya berupa rekaman, kemampuannya tidak lagi memadai.

Mengapa ChatGPT tidak bisa mentranskripsikan rekaman

Mengubah audio menjadi notasi membutuhkan pengolahan sinyal yang rumit. Alatnya harus mendeteksi tinggi nada setiap not, menentukan kapan persisnya tiap not mulai dan berhenti berbunyi, serta memisahkan not yang berbunyi bersamaan dalam akor atau rekaman gabungan. Setelah itu, waktu mulai dan durasi not harus diselaraskan ke pola ritme yang bisa dibaca. Barulah not ditulis pada paranada dengan tanda mula dan tanda birama yang tepat. Setiap tahap membutuhkan model khusus yang dilatih dengan audio.

Model bahasa umum tidak dilatih untuk mendengarkan audio dengan cara itu. Bahkan model percakapan yang kini menerima audio ditujukan untuk ucapan dan transkripsi kata, bukan notasi musik. Model tersebut tidak punya proses internal yang bisa diandalkan untuk mengerjakan tahap-tahap tadi. Saat kita mengunggah lagu dan meminta notnya, model akan menghasilkan jawaban yang lancar dan terdengar yakin meski sebenarnya tidak tahu. Jawabannya terlihat seperti notasi, tapi penuh dengan not yang tidak pernah dimainkan. Karena tampak meyakinkan, kesalahannya lebih sulit dikenali. Penjelasan tentang cara kerja transkripsi musik AI membahas setiap tahapnya lebih lengkap.

Alat untuk mengubah audio menjadi notasi

Gunakan alat yang dibuat khusus untuk mengubah audio menjadi notasi. Di Songscription, unggah berkas audio atau tempelkan tautan video. Modelnya mendeteksi not, lalu menghasilkan partitur yang bisa diedit, MIDI, dan piano roll interaktif. Pemutarannya bisa diperlambat untuk memeriksa hasil. Kita tidak perlu memasukkan not secara manual, dan hasilnya bisa diedit di peramban sebelum diekspor.

Ketepatan hasil tetap bergantung pada rekamannya. Rekaman solo yang bersih, misalnya satu piano, gitar solo, atau satu jalur vokal, menghasilkan transkripsi yang jauh lebih akurat daripada rekaman seluruh band dengan banyak instrumen berbunyi bersamaan. Untuk mendapatkan satu bagian yang paling bersih dari rekaman yang padat, transkripsikan tiap instrumen secara terpisah. Untuk rekaman band atau ansambel, mode Multi-Instrument di Songscription menuliskan semua bagian sekaligus.

Transkripsi otomatis menyelesaikan sebagian besar pekerjaan dengan cepat. Kita tetap perlu memeriksa hasilnya dan memperbaiki bagian yang keliru. Kalau tata letak partiturnya perlu digarap lebih lanjut, ekspor ke MusicXML lalu selesaikan di editor notasi seperti MuseScore. Alasan sebagian lagu mudah ditranskripsikan sementara yang lain lebih sulit dibahas dalam artikel mengapa akurasi transkripsi AI berbeda-beda. Artikel bisakah AI mengubah lagu menjadi partitur membahas lebih luas kemampuan dan batas AI yang dibuat khusus untuk pekerjaan ini.

Kapan ChatGPT masih bisa membantu

Setelah notasinya tersedia, ChatGPT kembali berguna karena pekerjaannya berupa teks dan penalaran. Dengan partitur atau bagan akor sebagai bahan, kita bisa memakainya untuk:

  • Memahami akor yang sulit. Tempelkan simbol akornya, lalu tanyakan not penyusunnya, fungsi akor itu, dan tangga nada yang cocok dimainkan bersama akor itu.
  • Mencari ide penjarian. Jelaskan bagian musik dan instrumen yang dimainkan, lalu minta saran penjarian atau posisi tangan yang masuk akal untuk dicoba.
  • Menyusun rencana latihan. Sebutkan lagu, tingkat kemampuan, dan waktu yang tersedia. ChatGPT akan menyusun rencana latihan yang terstruktur untuk lagu itu.
  • Mengubah melodi yang sudah dikenal menjadi ABC. Kalau melodinya sudah bisa kita jelaskan atau nyanyikan, ChatGPT bisa menuliskannya dalam notasi teks untuk dimasukkan ke editor.

Model transkripsi mengubah bunyi menjadi not. Setelah notnya tersedia, ChatGPT membantu kita memahami dan berlatih memainkannya. Dengan memakai keduanya, kita bisa mengubah rekaman menjadi notasi lalu mendapat bantuan untuk belajar memainkan lagunya. Artikel bisakah AI menjelaskan cara memainkan lagu membahas lebih lanjut apa yang bisa dan tidak bisa dijelaskan AI tentang sebuah lagu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah ChatGPT membaca partitur?

Bisa, kalau notasinya berupa teks. Tempelkan notasi ABC atau bagan akor, atau jelaskan bagian musik dengan kata-kata. ChatGPT bisa membahasnya, menjelaskan harmoninya, dan menguraikan apa yang terjadi dalam musik itu. Tapi ChatGPT belum bisa diandalkan untuk membaca not dari gambar partitur cetak. Jangan mengandalkannya untuk menafsirkan foto atau PDF partitur not demi not.

Bisakah ChatGPT menulis partitur?

ChatGPT bisa menulis melodi sederhana dengan satu suara dalam notasi teks seperti ABC berdasarkan uraian kita. Misalnya, tangga nada, lagu pendek, atau melodi yang sudah bisa kita jelaskan. Tapi ChatGPT tidak bisa menghasilkan partitur rapi dengan beberapa suara dan tata letak yang benar, maupun membuat notasi dari berkas audio. Kalau kebutuhannya lebih dari sketsa melodi dengan satu suara, gunakan editor notasi atau alat transkripsi.

Bisakah ChatGPT mentranskripsikan MP3 atau berkas audio menjadi notasi?

Tidak. ChatGPT tidak bisa diandalkan untuk mengubah rekaman menjadi partitur yang akurat. Model percakapan yang menerima audio pun dilatih untuk memahami ucapan, bukan mendeteksi tinggi nada, awal bunyi tiap not, dan ritme, lalu menuliskannya pada paranada. Model seperti ini cenderung mengarang not yang tidak ada dalam rekaman. Untuk mengubah MP3 menjadi notasi, gunakan alat transkripsi AI yang dibuat khusus untuk mengolah sinyal audio musik.

Apa cara terbaik untuk mengubah lagu menjadi partitur?

Gunakan alat transkripsi AI khusus yang menerima berkas audio atau tautan dan menghasilkan notasi yang bisa diedit, MIDI, serta piano roll. Setelah itu, periksa dan perbaiki hasilnya secara manual. Transkripsi otomatis menyelesaikan sebagian besar pekerjaan dengan cepat. Rekaman permainan solo yang bersih menghasilkan transkripsi lebih akurat daripada rekaman seluruh band dengan banyak bunyi bertumpuk. Untuk merapikan tata letak partitur akhir, ekspor ke MusicXML lalu lanjutkan di editor notasi.

Tentang penulis

Andrew Carlins

Ditulis oleh

Andrew Carlins

Salah satu pendiri dan CEO Songscription

Andrew mendirikan Songscription di Stanford bersama beberapa teman sesama musisi. Mereka sudah bosan mencari partitur lagu yang ingin dimainkan, tapi tidak kunjung menemukannya. Sejak kecil, ia bermain piano dan saksofon bariton serta tampil di teater musikal. Meski sudah bertahun-tahun tidak tampil, ia masih menganggap dirinya cukup jago. Ia menulis tentang cara membuat partitur dari rekaman lagu.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.