ReferensiTranskripsi musikAndrew Carlins•Waktu baca: 8 menit

Memakai transkripsi AI untuk menggubah musik

Menyalin musik orang lain cuma salah satu kegunaan transkripsi. Saat menggubah musik, kita juga memakainya untuk menyimpan improvisasi sendiri, mencatat ide dari musik referensi, menyusun aransemen awal, dan menulis melodi di paranada sebelum terlupa.

Komposer memakai transkripsi AI untuk menyimpan improvisasi piano dan mengubah potongan rekaman menjadi partitur yang bisa diedit

Artikel ini bagian dari panduan kami tentang transkripsi AI untuk komposer dan penulis lagu.

Transkripsi sering dianggap sebagai cara menyalin musik orang lain. Kadang memang itu yang kita lakukan. Saat menggubah musik, kita bisa memakainya untuk menyimpan ide sendiri. Ide terbaik sering muncul saat kita bermain bebas, lalu cepat sekali terlupa. Rekam improvisasinya, ubah menjadi partitur yang bisa diedit dengan transkripsi AI, lalu lanjutkan menulis dari situ. Kita tidak perlu mengingat-ingat apa yang baru saja dimainkan tangan kita.

Simpan improvisasi sebelum terlupa

Begitu menemukan ide saat bermain piano, kita perlu mengingatnya dengan cukup jelas untuk menuliskannya. Tapi berhenti untuk menulis not sering memutus alur bermain yang tadi memunculkan ide itu. Kalau kita merekam sambil bermain, bunyinya tersimpan. Transkripsi mengubah rekaman itu menjadi partitur dan MIDI yang bisa diedit. Kita tidak perlu terus memutar cuplikannya lalu menulis ulang setiap not secara manual.

Bagi komposer, manfaatnya paling terasa saat ide masih baru dan mudah terlupa. Rekamannya menyimpan permainan kita, jadi kita bisa bermain bebas dan mengurus penulisan not belakangan. Panduan kami tentang mentranskripsikan musik piano dengan AI membahas caranya lebih rinci.

Catat ide dari musik referensi

Saat menggubah musik, kita sering mengumpulkan potongan ide: perpindahan akor dari lagu di radio, pola bas yang menarik, atau pola ritme yang ingin kita pinjam. Setelah potongan musik itu ditranskripsikan menjadi partitur, kesan samar seperti “tadi ada bagian yang menarik” berubah menjadi bahan yang bisa kita pelajari, uraikan, dan olah untuk musik sendiri. Kumpulan cuplikan audio mungkin tersimpan tanpa pernah kita buka lagi. Catatan dalam bentuk partitur bisa langsung kita baca dan pelajari.

Susun dan kembangkan aransemen

Setelah ide tertulis di partitur, kita mulai mengembangkannya. Hasil transkripsi menjadi bahan awal, belum menjadi partitur akhir. Kita bisa mengubah harmoninya, memperpanjang frasa, memindahkan melodi ke alat musik lain, atau mengurangi lapisan pada bagian yang padat. Semua perubahan itu bisa dikerjakan dengan mengedit notasinya tanpa harus mengulang transkripsi.

Pakai editor piano roll di Songscription untuk mengolah hasil transkripsi secara langsung. Dari hasil transkripsi, Songscription juga bisa membuat aransemen yang bisa dimainkan dengan alat musik tertentu. Aransemen itu bisa menjadi titik awal saat kita menentukan alat musik mana yang memainkan tiap bagian.

Lanjutkan ide di DAW atau aplikasi notasi

Kebanyakan komposer menyelesaikan karyanya di aplikasi yang biasa dipakai, bukan di alat transkripsi. Pilihan format ekspor menentukan bagaimana hasilnya dibawa ke sana. MusicXML membawa detail notasi ke MuseScore, Sibelius, Finale, atau Dorico. MIDI membawa not, termasuk kapan dan berapa lama not itu dimainkan, ke DAW. Di sana kita menggarap produksi musik dari not-not itu. Banyak komposer mengekspor keduanya: MusicXML untuk partitur dan MIDI untuk aransemen.

Kalau kita bekerja lewat DAW, panduan tentang memakai Songscription dengan Logic Pro dan FL Studio serta mengubah MIDI menjadi partitur membahas cara melanjutkan pekerjaan di aplikasi lain. Panduan format ekspor musik menjelaskan format mana yang sesuai untuk pekerjaan kita.

Apakah ini masih termasuk menggubah musik?

Transkripsi mencatat musik yang sudah ada, baik improvisasi sendiri maupun musik referensi yang sedang kita pelajari. Menggubah musik adalah pekerjaan kita setelah itu. Saat dipakai untuk permainan sendiri, transkripsi menjadi alat bantu penulisan not, seperti kertas paranada atau perekam di DAW. Bedanya, transkripsi lebih cepat dan lebih akurat dalam mengubah bunyi menjadi not yang bisa diedit. Kita tetap sepenuhnya menentukan cara mengembangkan bahan musik, membentuk struktur, dan menentukan arah karyanya. Alatnya membantu menuliskan ide sebelum terlupa.

Jadikan transkripsi bagian dari kebiasaan menulis musik

Komposer yang paling terbantu oleh transkripsi biasanya punya kebiasaan sederhana. Rekam saat bermain, pilih rekaman yang layak disimpan untuk ditranskripsikan, lalu kumpulkan hasilnya sebagai sketsa yang bisa diedit. Ide tersimpan sebelum terlupa, rekaman referensi menjadi bahan belajar, dan kita lebih jarang menghadapi halaman kosong karena sudah punya bahan untuk dikembangkan. Kalau kebiasaan kita seperti ini, alur kerja komposer di Songscription disusun untuk menyimpan dan mengembangkan materi musik sendiri dengan cara yang sama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana komposer memakai transkripsi AI?

Komposer memakainya untuk menyimpan ide sendiri sebelum terlupa. Kita merekam improvisasi lalu mengubahnya menjadi partitur, mencatat melodi dari senandung yang direkam di ponsel, atau menyusun aransemen awal dari rekaman referensi. Bagian musik yang sudah direkam juga bisa diubah menjadi MIDI atau partitur yang bisa diedit, lalu dikembangkan di aplikasi notasi atau DAW. Transkripsi mencatat bunyinya di partitur dengan cepat. Kita pun bisa fokus mengembangkan idenya, bukan menghabiskan waktu untuk mencatatnya.

Apakah transkripsi AI bisa mencatat improvisasi?

Bisa. Kalau kita merekam improvisasi di piano atau alat musik lain, transkripsi AI bisa mengubah rekamannya menjadi partitur dan MIDI yang bisa diedit. Menyimpan improvisasi adalah salah satu kegunaan transkripsi yang paling membantu komposer, karena ide terbaik sering muncul saat kita bermain bebas. Transkripsi menyimpannya sebagai partitur yang bisa diedit, jadi nanti kita tidak harus menyusun ulang ide itu dari ingatan.

Apakah memakai transkripsi AI termasuk menggubah musik?

Transkripsi mencatat musik yang sudah ada, baik improvisasi kita sendiri maupun rekaman referensi. Menggubah musik adalah pekerjaan kita setelahnya. Untuk permainan kita sendiri, transkripsi adalah alat bantu penulisan not, seperti kertas paranada atau DAW, tapi lebih cepat. Keputusan kreatif tetap sepenuhnya kita buat, termasuk cara mengembangkan ide, membentuk struktur karya, dan menyusun orkestrasi.

Format apa yang sebaiknya diekspor komposer?

Ekspor MusicXML untuk melanjutkan pekerjaan di aplikasi notasi seperti MuseScore, Sibelius, Finale, atau Dorico. Pilih MIDI untuk mengembangkan ide di DAW seperti Logic atau FL Studio. MusicXML memuat detail notasi, sedangkan MIDI memuat not beserta informasi kapan dan berapa lama not dimainkan untuk produksi musik. Banyak komposer mengekspor keduanya: MusicXML untuk partitur dan MIDI untuk aransemen.

Tentang penulis

Andrew Carlins

Ditulis oleh

Andrew Carlins

Salah satu pendiri dan CEO Songscription

Andrew mendirikan Songscription di Stanford bersama beberapa teman sesama musisi. Mereka sudah bosan mencari partitur lagu yang ingin dimainkan, tapi tidak kunjung menemukannya. Sejak kecil, ia bermain piano dan saksofon bariton serta tampil di teater musikal. Meski sudah bertahun-tahun tidak tampil, ia masih menganggap dirinya cukup jago. Ia menulis tentang cara membuat partitur dari rekaman lagu.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.