PerbandinganPerbandingan aplikasiSongscription•Waktu baca: 6 menit

Pilih MuseScore atau Songscription sesuai alur kerja

MuseScore dan Songscription menangani pekerjaan yang berbeda. MuseScore adalah editor notasi untuk menulis musik dari halaman kosong, sedangkan Songscription memakai AI untuk mengubah rekaman menjadi partitur. Titik awal pekerjaan kita menentukan mana yang lebih cocok.

Perbandingan MuseScore dan Songscription dalam transkripsi audio, pengeditan, format ekspor, dan alur kerja yang memakai keduanya bersama

Bagian dari panduan kami untuk memilih alat transkripsi musik.

MuseScore dan Songscription menangani pekerjaan yang berbeda. MuseScore adalah editor notasi: kita membuka halaman kosong, lalu memasukkan not satu per satu. Songscription memakai AI untuk langsung mengubah rekaman audio menjadi partitur, MIDI, dan tab. Kebanyakan musisi yang mencari perbandingan ini punya rekaman yang perlu diubah menjadi notasi, sementara MuseScore tidak dibuat untuk pekerjaan itu. Kalau itu yang kita butuhkan, selisih waktu pengerjaannya besar.

Kami membuat Songscription. Perbandingan ini kami tulis sejujur mungkin, termasuk untuk kebutuhan yang memang lebih cocok dikerjakan di MuseScore.

Bandingkan sekilas

  • Songscription. Mulai dari rekaman. Unggah audio atau masukkan tautan YouTube, lalu AI menghasilkan partitur, MIDI, MusicXML, atau tab gitar. Piano roll dan editor notasi bawaannya dipakai untuk merapikan hasilnya. Cocok kalau kita mulai dari suara dan ingin mengubahnya menjadi notasi dengan cepat.
  • MuseScore. Mulai dari halaman kosong. Editor notasi lengkap dan gratis untuk menggubah musik sendiri dan menata partitur secara manual. Cocok kalau kita menulis dari nol, perlu mengatur detail partitur, dan tidak punya rekaman sebagai bahan awal.

Kenali fungsi masing-masing

Perbedaan utamanya ada pada titik awal pekerjaan. Di Songscription, kita mengunggah file audio, lalu AI menghasilkan partitur, MIDI, MusicXML, atau tab gitar. Songscription dibuat untuk mengubah musik yang sudah ada menjadi notasi dengan cepat.

Di MuseScore, kita membuka partitur kosong dan memasukkan setiap not secara manual dengan mouse, keyboard MIDI, atau input bertahap. MuseScore dibuat untuk menggubah musik sendiri dari nol dan menata partiturnya. Seluruh alur kerjanya bergantung pada proses manual itu. Tidak ada jalan pintas atau cara mengimpor audio sebagai notasi, dan bantuan AI-nya minim. Kalau kita punya rekaman, tidak ada cara bawaan untuk memasukkannya sebagai notasi.

Ubah audio menjadi partitur

Songscription mengubah rekaman audio menjadi notasi lewat transkripsi AI. Songscription memisahkan suara alat musik kita dari satu file yang diunggah, lalu menghasilkan partitur, MIDI, MusicXML, dan tab gitar.

MuseScore sendiri tidak punya fungsi transkripsi audio. Setiap nada beserta ritmenya harus dimasukkan secara manual, dan banyak waktu habis untuk pekerjaan ini. File MIDI dan MusicXML yang sudah kita punya bisa diimpor. Tapi kalau kita mendengar sesuatu dalam rekaman dan ingin menuliskannya di partitur, kita harus mendengarkan rekamannya dan mencari nadanya satu per satu. Untuk lagu empat menit dengan harmoni yang agak rumit, proses ini memakan banyak waktu. Hasilnya pun sepenuhnya bergantung pada pendengaran dan kesabaran kita. Kalau pekerjaannya mengubah rekaman menjadi notasi, Songscription adalah alat yang sesuai. MuseScore tidak bisa menggantikannya untuk kebutuhan itu.

Edit partitur dan buat komposisi

Perbaiki hasil transkripsi dengan piano roll dan editor notasi Songscription

Songscription punya dua editor bawaan untuk memeriksa dan memperbaiki hasil transkripsi AI: piano roll interaktif dan editor partitur. Di piano roll, kita bisa merapikan hasil transkripsi dengan mengubah kapan not berbunyi, tinggi nadanya, dan dinamikanya. Editor notasi dipakai untuk mengerjakan partitur secara langsung, bukan lewat kisi piano roll.

Bagi kebanyakan pengguna, dua editor ini sudah cukup untuk hampir semua perubahan yang dibutuhkan, mulai dari membetulkan not yang salah dan waktu bunyinya sampai mengatur ulang pembagian not untuk tiap tangan. Karena itu, sering kali kita tidak perlu program notasi terpisah. Dalam praktiknya, hasil transkripsi dari rekaman yang dibuat dengan baik hanya perlu sedikit koreksi sebelum diekspor, meski hasilnya berbeda-beda tergantung kualitas audio dan jenis alat musik. Format ekspornya mencakup PDF, MIDI, MusicXML, dan Guitar Pro. Pilihan ini cukup untuk langsung melanjutkan pekerjaan di DAW atau editor notasi mana pun tanpa langkah tambahan.

Tulis musik dengan editor partitur MuseScore

MuseScore punya editor partitur lengkap dengan tanda dinamika, tanda artikulasi, tanda tempo, lirik, dan simbol akor. Di MuseScore, kita punya semua alat dasar untuk menggubah musik sendiri dari nol. Tapi semuanya harus dikerjakan secara manual. Setiap not, tanda dinamika, dan tanda artikulasi harus dimasukkan satu per satu. Kita juga perlu waktu untuk mempelajari antarmukanya sampai terbiasa. Setelah partiturnya selesai, kita bisa mengekspornya sebagai MusicXML dan MIDI untuk melanjutkan pekerjaan di DAW.

Kalau kita mulai dari rekaman, MuseScore tidak punya alur bawaan untuk mengubahnya menjadi partitur. Bagi banyak musisi yang bekerja dengan rekaman, ini batasan yang nyata.

Ekspor hasil dan pindahkan ke aplikasi lain

Kedua alat bisa mengekspor MusicXML dan MIDI. Dua format standar ini dipakai untuk memindahkan hasil antara editor notasi dan DAW. Perbedaannya ada pada pilihan tambahan.

Songscription juga bisa mengekspor Guitar Pro, yang berguna bagi gitaris yang lebih suka mengedit tab. Songscription memisahkan suara satu alat musik dari rekaman yang sudah di-mix. Jadi, kita lebih jarang perlu menyiapkan trek audio terpisah sebelum transkripsi. Untuk mengunduh hasil lengkap dalam format MIDI, MusicXML, dan Guitar Pro, kita perlu akses berbayar. Versi gratis dipakai untuk melihat pratinjau hasilnya lebih dulu.

File MusicXML hasil ekspor Songscription bisa diimpor dengan rapi ke MuseScore. Transkripsikan audio di Songscription, lalu lanjutkan mengatur detail partitur dan aransemen di MuseScore tanpa kendala saat memindahkan hasilnya.

Pilih alat sesuai pekerjaan

Gunakan Songscription kalau mulai dari rekaman

Kalau kita punya audio yang perlu diubah menjadi notasi, Songscription lebih cepat. Alur transkripsi AI jauh lebih cepat daripada memasukkan not satu per satu saat kita menuliskan lagu dari rekaman, mencatat improvisasi yang sudah dimainkan, atau mempelajari lagu untuk membuat cover. Songscription juga cocok kalau kita perlu hasil MIDI atau MusicXML untuk melanjutkan pekerjaan di DAW. Karena berjalan di browser, Songscription bisa dipakai di perangkat apa pun tanpa memasang aplikasi.

Guru musik yang ingin mengubah rekaman murid menjadi partitur yang bisa diedit, atau membuat aransemen sederhana dari rekaman acuan dengan cepat, bisa banyak terbantu oleh alur kerja untuk pengajar.

Gunakan MuseScore kalau mulai dari halaman kosong

Kalau kita menggubah musik sendiri dari halaman kosong dan tidak punya rekaman sebagai bahan awal, MuseScore cocok untuk pekerjaan itu. Pengajar musik yang membuat latihan atau partitur siap pentas dari nol juga punya alasan untuk memilihnya, karena MuseScore gratis. Di luar kebutuhan itu, memasukkan not satu per satu memperlambat pekerjaan kalau kita mulai dari rekaman.

Pakai Songscription dan MuseScore bersama

Kedua alat bisa dipakai berurutan. Transkripsikan audio di Songscription, ekspor file MusicXML, lalu impor ke MuseScore untuk menata partitur atau mengerjakan aransemennya. Alur ini cocok kalau kita perlu alat pengeditan partitur yang lengkap setelah transkripsi.

Tapi untuk kebanyakan pekerjaan transkripsi, editor dan pilihan ekspor Songscription sendiri sudah cukup untuk menyelesaikannya tanpa langkah tambahan itu. Kalau kita membutuhkan alur gabungan tadi, panduan mengubah rekaman menjadi partitur menjelaskan seluruh prosesnya, dari audio sampai file MusicXML selesai diekspor.

Tentukan titik awalnya

Kebanyakan musisi yang mencari perbandingan ini punya rekaman yang ingin diubah menjadi notasi. Songscription lebih praktis dan memang sesuai untuk pekerjaan itu; MuseScore tidak bisa menjadi penggantinya. MuseScore tetap cocok untuk komposer yang menulis dari nol dan perlu alat lengkap untuk menata partitur. MuseScore sudah lama bisa diandalkan untuk pekerjaan itu, tapi kebutuhan ini lebih khusus daripada yang kita duga pada awalnya.

Untuk membandingkan pilihan AI bagi berbagai alat musik, ada rangkuman perangkat lunak transkripsi musik terbaik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan MuseScore dan Songscription?

Keduanya menangani pekerjaan yang berbeda. MuseScore adalah editor notasi gratis: kita membuka halaman kosong, lalu memasukkan setiap not secara manual untuk menggubah musik sendiri dan menata partiturnya. Songscription memakai AI untuk langsung mengubah rekaman audio atau tautan YouTube menjadi partitur, MIDI, MusicXML, dan tab gitar. Piano roll dan editor notasi bawaannya dipakai untuk merapikan hasil transkripsi. Kalau mulai dari rekaman, Songscription memang dibuat untuk pekerjaan itu. Kalau mulai dari halaman kosong, MuseScore yang sesuai.

Bisakah MuseScore mengubah audio menjadi partitur?

Tidak. MuseScore tidak punya fungsi transkripsi audio. Semua nada dan ritme harus dimasukkan secara manual, meski file MIDI dan MusicXML yang sudah kita punya bisa diimpor. Untuk mengubah rekaman menjadi notasi, kita perlu alat transkripsi seperti Songscription, yang mengolah audio menjadi partitur, MIDI, MusicXML, dan tab gitar.

Bisakah Songscription dan MuseScore dipakai bersama?

Bisa, dan keduanya cocok dipakai bersama. File MusicXML hasil ekspor Songscription bisa diimpor dengan rapi ke MuseScore. Kita bisa mentranskripsikan audio di Songscription, mengekspor MusicXML, lalu mengerjakan aransemen dan mengatur detail tampilan partitur di MuseScore. Untuk banyak pekerjaan transkripsi, editor dan pilihan ekspor Songscription sendiri sudah cukup tanpa langkah tambahan itu.

Tentang penulis

Songscription

Ditulis oleh

Songscription

Dibuat oleh musisi, untuk musisi

Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan tab. Artikel ini ditulis oleh kami, musisi dan insinyur yang membuat alat-alat yang dulu ingin kami punya. Kami serius soal not, bahkan lebih serius lagi soal permainan kata. Maaf sebelumnya kalau beberapa lelucon kami terdengar fals.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.