PanduanPiano rollSongscription•Waktu baca: 8 menit

Belajar piano kembali saat dewasa setelah bertahun-tahun berhenti

Saat kembali bermain piano, kita tidak mulai dari nol. Sebagian yang pernah dipelajari kembali dalam beberapa hari, sebagian perlu dibangun lagi dari awal. Latihannya pun perlu dibedakan.

Belajar piano kembali saat dewasa, dengan gambaran kemampuan yang cepat kembali setelah bertahun-tahun berhenti, kemampuan yang perlu dilatih ulang, dan rencana empat minggu

Belajar piano kembali setelah bertahun-tahun berhenti berbeda dengan belajar untuk pertama kalinya, dan biasanya lebih cepat. Kemampuan membaca partitur, memahami ritme, mengenali susunan tuts, dan memainkan karya yang dulu dikuasai cenderung kembali dalam beberapa hari atau minggu. Kemampuan fisik tidak kembali dengan sendirinya: gerak jari secara terpisah, kekuatan, kecepatan, dan daya tahan perlu dilatih lagi. Rencana latihan perlu membedakan keduanya.

Pada bulan pertama, kebanyakan orang yang kembali bermain piano melakukan kesalahan yang sama. Kita membuka karya terakhir yang dilatih bertahun-tahun lalu, lalu mendapati tangan tidak bisa mengikuti bunyi yang sudah terbayang. Kita pun merasa semua kemampuan sudah hilang. Biasanya hanya sedikit yang hilang. Kita cuma memulai dari bagian yang paling sulit.

Mulai latihan empat minggu dari tingkat yang sesuai, lalu pilih musik yang membuat kita ingin terus berlatih. Kalau baru mulai dari nol, panduan aplikasi piano untuk pemula dewasa lebih sesuai.

Kami membuat Songscription, dan tim kami juga membuat Anything Piano. Meski ada pembahasan singkat tentang keduanya, sebagian besar latihan di sini tidak memerlukan aplikasi.

Kemampuan apa yang cepat kembali?

Pengetahuan biasanya cepat kembali, begitu juga karya yang dulu dipelajari sampai benar-benar dikuasai. Bagi kebanyakan orang, membaca not, mengenali tanda mula, memahami ritme, dan mengingat susunan akor kembali dalam beberapa hari. Semua itu dipelajari lewat pemahaman, bukan gerakan. Karya lama sering kembali sepotong-sepotong. Kadang tangan mengingat suatu bagian lebih dulu daripada pikiran, bahkan setelah dua puluh tahun.

Mengetahui apa yang masih kita ingat membantu kita memilih latihan tanpa menghabiskan waktu mempelajari ulang hal yang sudah dikuasai:

  • Saat membaca partitur, kita mungkin masih lambat, tapi nama not dan ritmenya tetap diingat. Kecepatan membaca kembali lewat latihan harian dengan materi yang tingkat kesulitannya rendah.
  • Teori musik juga masih tersimpan. Kalau dulu kita tahu apa itu akor dominan septim, pengetahuan itu masih ada.
  • Karya yang dilatih berbulan-bulan, terutama karya ujian, tersimpan sebagai pola gerakan. Ingatan gerak ini bisa bertahan jauh lebih lama dari dugaan. Yang muncul biasanya potongan karya, belum permainan utuh.
  • Kepekaan mendengar sering lebih baik daripada saat kita berhenti, karena selama dewasa kita sudah bertahun-tahun mendengarkan musik.

Poin terakhir punya dua sisi. Telinga kita menangkap setiap kekurangan, dan itu berguna. Tapi akibatnya, permainan kita juga bisa terdengar lebih buruk bagi diri sendiri daripada kenyataannya.

Kemampuan apa yang perlu dilatih ulang?

Kemampuan fisik perlu dibangun lagi: gerak jari secara terpisah, kerataan permainan, kecepatan, kekuatan jari yang lebih lemah, dan daya tahan untuk memainkan karya panjang. Tanpa latihan, kemampuan ini menurun dengan cara yang berbeda dari pengetahuan. Untuk mengembalikannya, kita perlu bermain rutin, pelan, dan cermat. Kelancaran membaca sambil langsung memainkan partitur baru juga menurun, karena kemampuan itu bergantung pada seberapa sering kita membaca musik yang belum dikenal.

Bagian yang melemah biasanya bisa diperkirakan. Jari manis dan kelingking paling dulu kehilangan kekuatan dan kemampuan bergerak secara terpisah. Karena itu, trill, bagian tangga nada yang cepat, dan bagian yang menuntut permainan kelingking kanan tetap rata biasanya terasa paling sulit. Koordinasi kedua tangan sering lebih goyah dibanding permainan tiap tangan sendiri. Daya tahan juga menurun. Karya yang dulu bisa dimainkan sampai selesai tanpa berhenti mungkin sekarang membuat lengan bawah lelah.

Pada tahap ini, kita mudah tergoda untuk memaksakan permainan. Telinga sudah tahu seberapa cepat karya itu seharusnya dimainkan, jadi kita ingin berlatih pada kecepatan itu meski tangan tegang. Latih dengan pelan dan berhenti kalau lengan bawah atau pergelangan tangan mulai menegang. Bermain dengan ketegangan selama sebulan bisa membentuk kebiasaan yang perlu jauh lebih dari sebulan untuk diperbaiki.

Kemampuan yang biasanya cepat kembali setelah bertahun-tahun berhenti bermain piano, dan kemampuan yang perlu dilatih ulang dengan sengaja

KemampuanKapan kembaliCara melatihnya
Membaca notCepat, meski awalnya lambatBaca partitur dengan tingkat kesulitan rendah setiap hari
Teori dan akorCepatPelajari lagi sesuai kebutuhan, tanpa latihan berulang
Karya lama yang dulu dikuasaiSepotong-sepotongPakai untuk mengecek ingatan, bukan sebagai sasaran latihan
Gerak jari secara terpisahPerlahanMainkan tangga nada dan latihan pendek dengan pelan
Kecepatan dan kerataan permainanPerlahanPakai metronom, naikkan tempo sedikit demi sedikit
Daya tahanPerlahanMulai dengan sesi pendek, tambah durasinya bertahap
Membaca sambil langsung memainkan partitur baruTidak secepat pengetahuan, tidak selambat kemampuan fisikBaca banyak materi baru dengan tingkat kesulitan rendah

Susun latihan bulan pertama

Selama bulan pertama, berlatihlah di bawah tingkat terakhir sebelum berhenti. Bagi waktu dalam sesi harian yang pendek untuk latihan teknik, membaca partitur, dan memainkan satu karya yang diinginkan. Mulai sekitar dua tingkat ABRSM atau RCM di bawah tingkat terakhir. Gunakan bulan ini untuk memulihkan kemampuan tangan sampai latihan terasa menghasilkan kemajuan, bukan membuat frustrasi. Menambah repertoar bisa menunggu.

Rencana di tabel ini memakai durasi dua puluh sampai tiga puluh menit sehari, hampir setiap hari. Seberapa sering kita berlatih lebih menentukan daripada lamanya satu sesi. Artikel berapa lama sebaiknya berlatih piano setiap hari menjelaskan mengapa sesi pendek yang sering lebih membantu saat membangun kembali kemampuan fisik.

Rencana empat minggu untuk kembali bermain piano setelah bertahun-tahun berhenti, dengan fokus dan pembagian latihan tiap minggu

MingguFokusYang dimainkanTanda siap melanjutkan
1Membiasakan diri lagiTangga nada C, G, dan F dengan tiap tangan secara terpisah; satu karya dengan tingkat kesulitan rendah, dua tingkat di bawah tingkat terakhirMembaca partitur mulai terasa lebih ringan
2Meratakan permainanTangga nada dengan kedua tangan secara pelan; satu latihan pendek Czerny atau Hanon; lanjutkan karya minggu pertamaTangga nada terdengar rata pada tempo lambat
3Mulai karya pilihan sendiriMulai satu karya pilihan sendiri dalam bagian pendek; terus latih tangga nadaSatu bagiannya sudah bisa dimainkan dengan pelan
4Memantapkan hasil latihanSelesaikan karya minggu pertama, lanjutkan karya pilihan sendiri, lalu tambahkan satu karya lama dari ingatan atau bukuLatihan terasa menghasilkan kemajuan, bukan membuat frustrasi

Untuk menjalankan rencana ini:

  • Latih tiap tangan secara terpisah lebih sering daripada saat kecil. Tangan yang lebih lemah, biasanya tangan kiri, bisa dilatih sendiri. Kita bisa membangun kerataan permainan tanpa harus sekaligus mengurus koordinasi kedua tangan. Artikel berlatih piano dengan tiap tangan secara terpisah membahasnya lebih rinci.
  • Pakai metronom dan naikkan tempo sedikit demi sedikit. Tambahkan beberapa ketukan per menit setiap hari, jangan langsung meloncat ke tempo pertunjukan.
  • Pilih latihan teknik secukupnya. Beberapa menit Hanon atau satu etude pendek Czerny sudah cukup. Pakai latihan itu sebagai pemanasan sebelum memainkan musik.
  • Periksa penjarian. Kebiasaan lama atau penjarian yang belum pernah benar-benar diperbaiki biasanya segera muncul lagi. Kalau partitur lama tidak mencantumkannya, pembuat penjarian piano bisa menyarankan penjarian untuk karya itu.

Pilih musik yang ingin terus dilatih

Pilih satu karya yang sesuai dengan kemampuan sekarang dan ingin kita dengar dari permainan sendiri. Padukan dengan materi yang lebih ringan untuk latihan membaca dan teknik. Saat kecil, kita mungkin memainkan apa yang ditentukan guru atau silabus ujian. Saat dewasa, keinginan memainkan karya tertentu membuat kita mau kembali duduk di depan piano. Pilih karya itu lebih dulu, lalu sesuaikan latihan lain di sekitarnya.

Karya lama

Buku ujian lama bisa menjadi sumber materi latihan membaca. Pelajari lagi satu atau dua karya di dalamnya untuk mengecek apa yang masih diingat. Karya yang umum dipakai saat les, seperti Minuet in G dari Anna Magdalena Bach Notebook, 25 Easy and Progressive Studies karya Burgmüller, atau Sonatinas Op. 36 karya Clementi, punya tingkat kesulitan yang pas bagi banyak pemain yang kembali. Rasa akrab dengan karya itu juga membantu.

Karya yang membuat kita ingin kembali

Banyak orang kembali bermain piano karena satu karya tertentu. Sering kali musik itu tidak pernah diaransemen untuk les mereka dulu: lagu dari film, lagu band kesayangan, atau musik yang didengar di pesta pernikahan. Jadikan karya itu sasaran minggu ketiga, meski belum sanggup dimainkan seluruhnya. Pelajari bagian pertama dengan pelan. Bagian yang tersisa bisa menjadi alasan untuk terus berlatih.

Kalau ada partitur yang sesuai dengan kemampuan sekarang, pakai itu. Kalau belum ada, ada dua pilihan. Transkripsi piano di Songscription mengubah rekaman menjadi partitur, cocok untuk pemain yang ingin terus membaca. Dengan partitur piano untuk tingkat pemula, karya itu ditulis dalam lima tingkat kesulitan. Kita bisa mulai dari tingkat yang lebih rendah, lalu naik bertahap.

Kalau ingin langsung memainkannya dan kembali berlatih membaca nanti, Anything Piano mengubah rekaman, file audio, atau tautan YouTube menjadi tampilan piano roll dengan not yang bergerak turun. Kita mengikuti not itu sambil bermain, dan Anything Piano mendengarkan lewat mikrofon. Anything Piano bisa dipakai dengan piano akustik, termasuk piano tegak lama yang mungkin kita gunakan lagi. Lagu dibagi menjadi beberapa bagian untuk dipelajari satu per satu. Kita juga bisa memperlambat lagu, berlatih dengan satu tangan saja, dan menyalakan tampilan penjarian agar nomor jari muncul di piano roll.

Untuk pemain yang ingin kembali membaca partitur, ada keterbatasan yang perlu dipertimbangkan: Anything Piano menampilkan piano roll, bukan partitur.

Hindari kesalahan saat kembali bermain

Kesalahan paling umum adalah memulai dari tingkat terakhir sebelum berhenti. Kesalahan berikutnya adalah menjadikan bulan pertama sebagai ujian untuk menentukan apakah kemampuan kita masih ada. Keduanya bisa membuat frustrasi tanpa menunjukkan kemampuan kita yang sebenarnya. Mulai dari tingkat lebih rendah, berlatih lebih singkat dan lebih sering, lalu nilai permainan setelah sebulan latihan rutin, bukan setelah malam pertama.

Beberapa kebiasaan lain juga bisa menghambat:

  • Membandingkan diri dengan masa kecil. Dulu kita berlatih setiap hari selama bertahun-tahun. Kemampuan fisik perlu waktu untuk kembali mengikuti pengetahuan yang masih ada.
  • Melewatkan materi dengan tingkat kesulitan rendah. Materi inilah yang membantu kelancaran membaca dan kerataan permainan kembali. Memainkannya tetap berguna meski dulu kita sudah melewati tingkat itu.
  • Hanya memainkan karya lama. Mempelajari ulang repertoar lama bisa terasa memuaskan selama seminggu, lalu berubah menjadi nostalgia. Tambahkan karya baru.
  • Mengabaikan ketegangan. Kalau pergelangan tangan, lengan bawah, atau bahu menegang, perlambat permainan. Memaksakan diri saat tegang bisa menyebabkan cedera pada pemain dewasa.

Kalau membaca partitur adalah kemampuan yang paling ingin dipulihkan, baca sedikit musik baru dengan tingkat kesulitan rendah setiap hari, alih-alih membaca banyak sekaligus seminggu sekali.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk belajar piano kembali saat dewasa?

Waktunya bergantung pada tingkat terakhir kita dan berapa lama kita berhenti. Tapi kebanyakan pemain yang kembali sudah bisa membaca partitur dan memainkan karya sederhana dalam beberapa minggu, jauh lebih cepat daripada pemula. Teknik dan kecepatan perlu waktu lebih lama, biasanya beberapa bulan latihan rutin untuk mendekati kemampuan dulu. Sebagai patokan, mulai sekitar dua tingkat di bawah tingkat terakhir. Biasanya kita bisa melewati kedua tingkat itu lagi dengan cepat.

Apakah kita bisa lupa cara bermain piano?

Tidak sepenuhnya. Kemampuan membaca not, memahami ritme, mengenali susunan tuts, dan memainkan karya yang dulu dipelajari sampai benar-benar hafal cenderung bertahan meski bertahun-tahun tidak dipakai. Kadang yang masih kita ingat jauh lebih banyak dari dugaan. Yang menurun adalah kemampuan fisik: gerak jari secara terpisah, kekuatan, kecepatan, dan daya tahan. Kelancaran membaca sambil langsung memainkan partitur baru juga menurun. Karena itu, kita sering tahu persis seperti apa bunyi suatu bagian, tapi tangan belum bisa mengikutinya.

Perlukah mempelajari lagi karya yang dimainkan saat kecil?

Ya, pilih satu atau dua karya lama. Biasanya karya itu kembali lebih cepat daripada materi baru dan membantu kita mengetahui apa yang masih diingat. Tapi jangan mengisi seluruh rencana latihan dengan karya ujian lama. Padukan dengan lagu atau karya yang ingin dimainkan sekarang, pilihan kita sendiri. Saat dewasa, keinginan mendengar hasil permainan itulah yang mendorong kita berlatih. Biasanya karya pilihan sendiri membuat kita mau terus duduk di depan piano.

Apakah les lagi berguna saat kembali bermain piano?

Beberapa kali les di awal tetap berguna meski setelahnya kita ingin berlatih sendiri. Guru bisa melihat kebiasaan yang muncul belakangan atau belum pernah diperbaiki, misalnya pergelangan tangan yang tegang atau posisi tangan yang turun dan kehilangan bentuknya. Guru juga bisa menentukan tingkat awal yang realistis. Setelah itu, les sesekali setiap satu atau dua bulan membantu kita menilai kemajuan dengan lebih jujur. Untuk latihan sehari-hari, kita bisa memakai aplikasi, buku, dan rekaman yang disukai.

Kembali duduk di depan piano

Kembali bermain piano sering dianggap sama dengan mulai dari nol. Anggapan itu bisa membuat orang berhenti lagi. Kita merasa semuanya sudah hilang, mencoba karya terakhir yang masih diingat, lalu mendengar betapa jauhnya permainan sekarang dari dulu. Akhirnya kita menutup piano lagi. Padahal banyak kemampuan masih tersimpan: kita masih bisa membaca, masih mengenali akor, dan potongan karya lama muncul tanpa sengaja. Yang belum kembali sebagian besar adalah kemampuan fisik. Kemampuan itu bisa pulih lewat latihan sabar dan rutin yang bisa dijadwalkan di sela kesibukan kita saat dewasa.

Mulai dari tingkat yang lebih rendah meski ingin langsung memainkan karya lama, dan jaga sesi tetap pendek meski sedang bersemangat. Pilih satu karya yang memang ingin dimainkan sendiri, bukan sekadar mengikuti silabus lama. Dalam sebulan, kebanyakan pemain yang kembali merasa tangan mulai mendekati bunyi yang terbayang lebih cepat dari dugaan. Baca karya lama untuk memulihkan kelancaran. Kalau lagu yang membuat kita kembali belum punya aransemen, mainkan dari rekamannya dengan Anything Piano sambil terus memulihkan kemampuan membaca. Karya pilihan itu memberi kita sesuatu yang ingin dimainkan setiap kali duduk di depan piano.

Tentang penulis

Songscription

Ditulis oleh

Songscription

Dibuat oleh musisi, untuk musisi

Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan tab. Artikel ini ditulis oleh kami, musisi dan insinyur yang membuat alat-alat yang dulu ingin kami punya. Kami serius soal not, bahkan lebih serius lagi soal permainan kata. Maaf sebelumnya kalau beberapa lelucon kami terdengar fals.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.