TutorialPiano rollSongscription•Waktu baca: 7 menit

Cara melatih tiap tangan secara terpisah saat bermain piano

Melatih tiap tangan secara terpisah sudah lama dianjurkan dalam pelajaran piano, tapi sering keliru diterapkan. Cara ini membantu kalau kita tahu kapan harus beralih ke dua tangan. Kalau seluruh latihan terus dilakukan terpisah, kemajuan kita justru bisa terhambat.

Latihan piano dengan bagian tangan kanan dan kiri dari satu penggalan musik dipelajari secara terpisah sebelum dimainkan bersama

Mulai dari satu bagian pendek. Pelajari bagian tiap tangan secara terpisah sampai notnya benar pada tempo lambat, lalu mainkan keduanya bersama pada tempo yang lebih lambat lagi. Setelah itu, naikkan kecepatan sambil tetap memakai dua tangan. Cara ini membantu karena satu tugas yang sulit dibagi menjadi dua tugas yang lebih ringan. Tapi kalau kita terlalu lama berlatih terpisah, koordinasi kedua tangan tidak ikut berkembang. Koordinasi baru terlatih saat keduanya bermain bersama.

Melatih tangan secara terpisah adalah salah satu saran yang paling umum dalam pelajaran piano. Dalam tulisan berbahasa Inggris, latihan ini sering disingkat HS, dari “hands separately”, sedangkan latihan dua tangan bersama disebut HT, dari “hands together”. Hampir semua guru memakai latihan ini. Buku gratis Chuan C. Chang, Fundamentals of Piano Practice, bahkan menjadikannya inti metode yang banyak beredar di internet. Manfaatnya memang nyata. Namun, cara ini cukup sering keliru diterapkan sampai banyak pianis lancar memainkan tiap tangan sendiri, lalu kesulitan saat mencoba keduanya bersama.

Kami membuat Songscription. Tim kami juga membuat Anything Piano, yang dibahas dalam salah satu bagian artikel ini.

Mengapa melatih tiap tangan secara terpisah membantu?

Dengan satu tangan, otak punya lebih sedikit hal untuk dikerjakan sekaligus. Kita bisa memusatkan perhatian pada not, penjarian, dan ritme satu bagian saja. Saat kedua tangan bermain, perhatian terbagi. Kesalahan bertambah, dan kita bisa terus mengulang kesalahan di kedua tangan tanpa membenahi salah satunya.

Latihan terpisah juga menunjukkan tangan mana yang sebenarnya bermasalah. Banyak pianis mengira suatu bagian sulit karena koordinasi, padahal salah satu tangan belum tahu not yang harus dimainkan. Coba mainkan tiap tangan sendiri, dan dalam satu menit biasanya masalahnya sudah terlihat.

Tangan yang memainkan bagian sulit juga bisa dilatih lebih cepat daripada saat kedua tangan bermain bersama. Beberapa masalah penjarian dan posisi tangan baru muncul pada tempo cepat. Rangkaian not yang terasa lancar pada setengah kecepatan mungkin membutuhkan penjarian lain pada kecepatan penuh. Dengan satu tangan, kita bisa memeriksanya tanpa harus sekaligus mengurus tangan yang lain.

Kapan latihan terpisah justru menghambat?

Masalah muncul kalau tahap latihan terpisah tidak pernah selesai. Setelah berminggu-minggu menyempurnakan tiap tangan, kita baru mencoba keduanya bersama dan menyadari bahwa koordinasinya belum pernah dilatih. Latihan terpisah juga bisa menghambat pada musik dengan ritme tangan kanan dan kiri yang bergantung satu sama lain. Justru hubungan antara keduanya yang paling perlu dipelajari.

Masalah pertama paling sering terjadi. Tiap tangan sudah lancar dan bergerak otomatis, tapi saat digabungkan rasanya seperti belajar lagu itu dari awal lagi. Latihan sebelumnya tetap berguna. Hanya saja, kedua tangan seharusnya sudah mulai dimainkan bersama beberapa hari lebih awal.

Masalah kedua berasal dari susunan musiknya. Ada bagian yang baru terasa masuk akal saat dimainkan utuh: melodi yang berpindah dari satu tangan ke tangan lain, pola stride di tangan kiri dengan sinkopasi di tangan kanan, atau pola ragtime dan Latin yang sengaja membuat not kedua tangan jatuh pada waktu berbeda. Latihan terpisah mengajarkan not tiap tangan, tapi belum mengajarkan hubungan ritmenya. Untuk bagian seperti ini, batasi latihan terpisah dan mulai latihan dua tangan pada tempo lambat sejak awal.

Masalah ketiga adalah waktu. Memainkan bagian yang sudah lancar dengan satu tangan memang menyenangkan karena bunyinya sudah bagus. Tapi latihan seperti itu juga paling sedikit membantu kemajuan.

Latih satu bagian langkah demi langkah

Garap satu bagian pendek dulu, sekitar empat sampai delapan birama. Mulai dari tangan yang bagiannya lebih sulit, lalu tangan yang bagiannya lebih ringan. Setelah itu mainkan keduanya bersama pada tempo yang lebih lambat daripada saat masing-masing bermain sendiri, lalu naikkan kecepatan bertahap. Pindah ke bagian berikutnya setelah bagian ini bisa dimainkan dengan benar memakai dua tangan.

  1. Pilih bagian yang akan dilatih dan tentukan penjariannya. Kalau memakai partitur, tulis nomor jarinya. Panduan nomor jari piano menjelaskan sistemnya. Alat pembuat penjarian piano menambahkan saran penjarian ke partitur secara otomatis. Untuk latihan dengan piano roll, aktifkan tampilan nomor jari di Anything Piano.
  2. Mainkan bagian yang lebih sulit dengan satu tangan, pelan-pelan. Pakai penjarian yang sama setiap kali. Selesaikan tahap ini setelah notnya benar dua kali berturut-turut.
  3. Mainkan bagian yang lebih ringan dengan tangan yang lain. Biasanya tangan kiri, dan tahap ini biasanya lebih cepat selesai. Jangan melewatinya hanya karena bagiannya terlihat sederhana.
  4. Coba tiap tangan sendiri pada tempo yang sedikit lebih cepat. Periksa apakah penjarian masih cocok saat mendekati tempo sasaran. Kalau tidak, ubah sekarang.
  5. Mainkan kedua tangan bersama pada tempo yang lebih lambat daripada latihan terpisah. Mulai dari setengah tempo latihan tangan yang lebih lambat.
  6. Kalau permainan buyar saat kedua tangan digabungkan, pendekkan bagiannya. Latih satu ketukan dengan dua tangan, lalu dua ketukan, lalu satu birama.
  7. Naikkan tempo latihan dua tangan secara bertahap. Naikkan hanya setelah bagian itu bisa dimainkan dengan benar dua kali berturut-turut pada tempo saat ini.
  8. Sambungkan dengan bagian sebelumnya. Sertakan satu birama dari bagian sebelumnya agar sambungannya ikut terlatih. Baca lebih lanjut di panduan mempelajari lagu bagian demi bagian.

Tentukan tempo untuk tiap tahap

Tiap tahap punya tujuan dan tempo sendiri. Latihan satu tangan dimulai pada tempo lambat, lalu temponya bisa dinaikkan sampai melewati tempo sasaran untuk dua tangan. Latihan dua tangan selalu dimulai lebih lambat daripada latihan tiap tangan sendiri. Tempo dalam tabel ini dibandingkan dengan kecepatan yang ingin kita capai, bukan ditulis sebagai angka metronom, karena angkanya bergantung pada lagu.

Tahap latihan piano dengan tiap tangan terpisah dan kedua tangan bersama, beserta tujuan dan tempo awal dibandingkan dengan tempo sasaran

TahapTujuanTempo awal
Tangan yang bagiannya lebih sulit, sendiriMemainkan not dengan benar dan menetapkan penjarianCukup lambat untuk bermain tanpa kesalahan
Tangan yang bagiannya lebih ringan, sendiriMemainkan not dengan benar dan menetapkan penjarianCukup lambat untuk bermain tanpa kesalahan
Tiap tangan sendiri, dipercepatMemeriksa apakah penjarian masih cocok mendekati kecepatan penuhMendekati tempo sasaran, sebentar saja
Dua tangan, penggalan pendekMenempatkan not kedua tangan pada waktu yang tepatSetengah tempo latihan tangan yang lebih lambat, atau kurang
Dua tangan, satu bagian utuhMemainkan bagian itu tanpa berhentiLambat, lalu dinaikkan bertahap
Dua tangan, disambungkanMenghubungkan bagian ini dengan bagian sebelumnyaTempo yang sudah dicapai pada bagian itu

Kapan mulai memainkan kedua tangan bersama?

Mulai mainkan keduanya bersama ketika tiap tangan bisa memainkan bagian itu dengan benar, memakai penjarian yang konsisten, pada tempo lambat yang stabil, dua kali berturut-turut tanpa berhenti. Tidak perlu menunggu sampai tiap tangan bisa bermain pada kecepatan penuh atau hafal bagiannya. Mulai latihan dua tangan lebih awal, lalu kembali ke satu tangan hanya untuk membenahi titik yang tersendat. Cara ini lebih cepat daripada menyempurnakan tiap tangan secara terpisah.

Pakai latihan terpisah untuk membenahi masalah, bukan sebagai tahap panjang yang harus dituntaskan. Setelah kedua tangan mulai bermain bersama, lanjutkan dengan dua tangan. Kalau ada titik yang terus tersendat, latih tangan yang bermasalah saja, benahi dua atau tiga notnya, lalu langsung mainkan kedua tangan lagi. Kebanyakan pianis berpengalaman lebih sering berlatih seperti ini: sebagian besar latihan memakai dua tangan, dengan latihan terpisah singkat pada birama tertentu.

Kalau tiap tangan sudah terdengar bagus sendiri tapi belum pernah dicoba bersama, latihan terpisah sudah terlalu lama. Coba keduanya bersama hari itu juga, meskipun hasilnya masih tersendat.

Melatih satu tangan dengan aplikasi

Kebanyakan aplikasi belajar piano menyediakan latihan satu tangan, sementara bagian tangan yang lain diputar secara otomatis atau tidak dibunyikan. Caranya mirip dengan menutup separuh partitur. Perbedaan utamanya ada pada pilihan lagu. Aplikasi kursus menyediakan latihan ini untuk lagu dalam katalog mereka. Beberapa aplikasi membolehkan kita memakai lagu sendiri.

Di Anything Piano, kita bisa memilih tangan kanan, tangan kiri, atau keduanya untuk lagu apa pun yang dimuat dari berkas audio atau tautan YouTube. Bagian lagunya ditampilkan sebagai piano roll dengan not yang bergerak turun. Anything Piano menangkap permainan piano akustik lewat mikrofon atau menerima masukan dari keyboard MIDI, lalu menandai not yang dimainkan dengan benar dan yang terlewat. Kecepatan pemutaran bisa diturunkan, dan satu bagian bisa diputar berulang untuk latihan dua tangan.

Anything Piano membagi lagu menjadi beberapa bagian. Kita bisa menggarap satu bagian dulu, lalu beralih setelah selesai. Mode yang menunggu not benar akan menahan gerakan piano roll sampai not yang tepat dimainkan. Ini cocok untuk tahap awal saat tiap tangan dilatih pelan-pelan. Aktifkan tampilan nomor jari pada piano roll untuk memakai penjarian yang sama setiap kali. Dengan cara ini, rencana latihan di atas bisa diterapkan pada lagu yang tidak ada dalam katalog mana pun.

Keterbatasannya ada pada tampilan: Anything Piano memakai piano roll, bukan partitur. Kalau berlatih dari partitur cetak, partitur piano sederhana dan alat penjarian di Songscription membantu untuk kebutuhan itu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Sebaiknya berlatih piano dengan tiap tangan terpisah atau langsung bersama?

Latih tiap tangan secara terpisah dulu kalau salah satunya belum lancar memainkan bagian yang sedang dipelajari. Dengan satu tangan, kita bisa membenahi not dan penjarian tanpa membagi perhatian. Begitu tiap tangan bisa memainkan bagian itu pelan-pelan tanpa berhenti, mulai mainkan keduanya bersama. Koordinasi kedua tangan perlu dipelajari juga, dan baru terlatih saat keduanya bermain bersama.

Berapa lama perlu melatih tiap tangan secara terpisah?

Sampai tiap tangan bisa memainkan bagian itu dengan benar, pada tempo lambat yang stabil, dua kali berturut-turut tanpa berhenti. Untuk bagian pendek, mungkin cukup satu sesi. Untuk bagian yang padat not, mungkin perlu beberapa hari. Terus melatih satu tangan yang sudah lancar akan membuang waktu. Kesulitan yang tersisa ada pada koordinasi, dan itu hanya membaik saat kedua tangan bermain bersama.

Mengapa tiap tangan bisa bermain sendiri, tapi belum bisa bersama?

Saat kedua tangan bermain bersama, otak harus menjalankan dua pola sekaligus. Latihan tiap pola secara terpisah belum melatih koordinasi ini. Mulailah menggabungkan kedua tangan pada tempo yang jauh lebih lambat daripada saat bermain sendiri, kadang setengahnya atau bahkan kurang. Latih satu ketukan atau satu birama dulu. Dengan pengulangan, kedua tangan hampir selalu bisa mengikuti satu sama lain.

Adakah aplikasi untuk melatih satu tangan dulu?

Ada. Di Anything Piano, kita bisa melatih tangan kanan, tangan kiri, atau keduanya bersama pada lagu apa pun yang dimuat dari rekaman atau tautan YouTube. Anything Piano mendengarkan permainan lewat mikrofon dan menunjukkan not yang dimainkan dengan benar serta yang terlewat. Kebanyakan aplikasi kursus seperti Simply Piano dan flowkey juga menyediakan latihan tiap tangan secara terpisah untuk lagu dalam katalog mereka.

Akhiri latihan terpisah pada waktunya

Latihan tiap tangan secara terpisah sudah dipakai selama beberapa generasi dalam pengajaran piano. Membagi tugas yang sulit membuatnya lebih ringan, dan kebanyakan kesalahan muncul saat kita harus memperhatikan terlalu banyak hal sekaligus. Namun, metode ini juga mencakup latihan menggabungkan kedua tangan. Mulailah cukup awal agar koordinasinya ikut terlatih, karena biasanya itulah bagian yang paling sulit.

Tentukan akhir latihan terpisah berdasarkan permainan, bukan jumlah hari. Kalau notnya benar pada tempo lambat dua kali berturut-turut, mulai mainkan kedua tangan bersama. Kembali ke satu tangan hanya untuk membenahi birama yang terus tersendat. Setelah berlatih seperti ini selama beberapa minggu, kita akan melihat tahap latihan terpisah makin singkat dengan sendirinya. Itu tanda paling jelas bahwa metode ini bekerja. Untuk menentukan waktu yang perlu disisihkan, baca berapa lama berlatih piano setiap hari.

Tentang penulis

Songscription

Ditulis oleh

Songscription

Dibuat oleh musisi, untuk musisi

Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan tab. Artikel ini ditulis oleh kami, musisi dan insinyur yang membuat alat-alat yang dulu ingin kami punya. Kami serius soal not, bahkan lebih serius lagi soal permainan kata. Maaf sebelumnya kalau beberapa lelucon kami terdengar fals.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.