TutorialPiano rollSongscription•Waktu baca: 6 menit

Memahami nomor jari piano dan kapan perlu menggantinya

Pada kedua tangan, nomor jari piano dimulai dari 1 untuk ibu jari sampai 5 untuk kelingking. Angka di atas atau di bawah not menyarankan jari yang dipakai untuk memainkannya. Kita bisa membaca angka itu sebagai pola gerak, lalu mencoret angka itu dan menulis pilihan sendiri kalau perlu.

Partitur piano dengan nomor jari 1 sampai 5 di atas not tangan kanan dan di bawah not tangan kiri, di samping diagram kedua tangan yang diberi nomor dari ibu jari sampai kelingking

Nomor jari piano menunjukkan jari yang dipakai untuk setiap not: 1 untuk ibu jari, 2 untuk telunjuk, 3 untuk jari tengah, 4 untuk jari manis, dan 5 untuk kelingking. Aturannya sama pada kedua tangan. Angka yang tercetak di dekat not ini adalah saran. Setelah memahami alasan di baliknya, kita bisa memilih kapan akan mengikutinya dan kapan perlu menulis pilihan sendiri.

Kesalahan penjarian paling sering terjadi saat kita belajar sendiri, dan paling sulit dikenali oleh aplikasi. Kami membahasnya dalam artikel bisakah AI mengajari kita bermain piano. Untuk latihan sehari-hari, kita perlu tahu cara membaca angkanya, mengenali pola yang sering muncul, dan menyesuaikannya dengan tangan sendiri.

Bagaimana sistem nomor 1 sampai 5 bekerja?

Mulai penomoran dari ibu jari ke arah kelingking pada kedua tangan. Ibu jari bernomor 1, kelingking bernomor 5. Susunannya seperti bayangan cermin: pada tangan kanan, nomor jari bertambah ke arah nada yang lebih tinggi di papan tuts; pada tangan kiri, nomor jari bertambah ke arah nada yang lebih rendah.

Susunan yang berlawanan ini sering membingungkan di awal. Saat memainkan tangga nada C mayor naik dengan tangan kanan, urutan jari 1, 2, 3 dimulai dengan ibu jari pada C. Untuk tiga nada yang sama di tangan kiri, urutannya 3, 2, 1 dan berakhir pada ibu jari. Rentangkan kedua tangan dengan telapak menghadap ke bawah, lalu gerakkan masing-masing ibu jari sambil mengucapkan “satu”. Cara ini membantu kita mengingat penomorannya.

Di mana nomor jari ditulis pada partitur?

Nomor jari biasanya ditulis di atas not untuk tangan kanan dan di bawah not untuk tangan kiri, dekat kepala not yang dimaksud. Pada akor, angkanya disusun vertikal, satu untuk setiap not. Angka paling atas menunjukkan jari untuk not paling atas.

Ada beberapa kebiasaan penulisan yang perlu kita kenali:

  • Tidak semua not diberi nomor. Penyunting biasanya menandai not saat tangan harus berpindah posisi atau saat pilihan jarinya belum jelas. Setelah itu, kita meneruskan geraknya sampai muncul nomor berikutnya.
  • Dua angka yang dihubungkan dengan tanda hubung atau garis lengkung slur pada satu not, misalnya 3-1, berarti pergantian jari. Mainkan dengan jari yang ditunjukkan angka pertama, lalu ganti ke jari yang ditunjukkan angka kedua sambil tetap menahan tuts.
  • Angka dalam tanda kurung sering menunjukkan pilihan lain atau pengingat, bukan instruksi baru.

Kalau masih baru belajar membaca not pada paranada, mulai dari cara membaca partitur, lalu kembali ke penjarian.

Pola penjarian apa yang paling sering muncul?

Sebagian besar penjarian pada partitur memakai beberapa pola yang diulang dalam berbagai nada dasar. Setelah mengenal polanya, kita bisa langsung memahami alasan penyunting memilih jari tertentu.

PolaGerak jariBiasanya muncul pada
Posisi lima jariSatu jari untuk setiap tuts pada lima nada berurutan, tanpa menyilangkan jariLagu pemula, melodi sederhana
Ibu jari lewat di bawahIbu jari lewat di bawah tangan untuk memulai posisi baruTangga nada naik di tangan kanan, tangga nada turun di tangan kiri
Jari lewat di atasJari 3 atau 4 melewati ibu jari untuk berpindah ke posisi sebelumnyaGerak turun di tangan kanan, gerak naik di tangan kiri
Pergantian jariMengganti jari pada tuts yang masih ditahan agar jari sebelumnya bebasMelodi legato, koral
Mengganti jari pada nada berulangMenjaga pengulangan cepat tetap rata tanpa membuat tangan tegangNada yang diulang cepat, misalnya urutan jari 3, 2, 1 pada satu tuts

Mulai dari posisi lima jari. Letakkan satu jari pada masing-masing dari lima tuts yang bersebelahan. Melodi yang nadanya tetap dalam jangkauan itu bisa dimainkan tanpa memindahkan tangan. Karena itu, banyak aransemen pemula ditulis agar cukup dimainkan dalam satu atau dua posisi.

Ibu jari lewat di bawah dan jari lewat di atas adalah dua gerakan yang berpasangan dalam penjarian tangga nada. Untuk tangga nada C mayor naik di tangan kanan, mainkan C, D, E dengan jari 1, 2, 3. Lewatkan ibu jari di bawah tangan untuk memainkan F dengan jari 1, lalu lanjutkan dengan jari 2, 3, 4, 5. Saat turun kembali, jari 3 melewati ibu jari. Dengan dua gerakan ini, satu tangan bisa bergerak lancar sepanjang papan tuts tanpa harus diangkat untuk melompat ke posisi baru.

Mengapa penjarian berbeda antaredisi?

Pilihan penjarian bergantung pada pertimbangan pemain. Dua penyunting berpengalaman bisa memilih jari yang berbeda untuk birama yang sama. Pilihan itu dipengaruhi tempo, pembentukan frasa, nada mana yang ingin disambungkan, dan cara memulai frasa berikutnya.

Perbedaan biasanya muncul karena beberapa pertimbangan ini:

  • Satu penyunting memilih penjarian yang menjaga melodi tetap tersambung secara legato. Penyunting lain menerima jeda yang sangat singkat agar tangan tetap rileks.
  • Penjarian yang terasa aneh di birama keempat sering dipilih untuk menyiapkan tangan menghadapi birama kelima.
  • Ada tradisi pengajaran yang bebas memakai ibu jari pada tuts hitam, ada juga yang menghindarinya.
  • Setiap penjarian yang tercetak dibuat untuk ukuran tangan tertentu, biasanya ukuran rata-rata tangan orang dewasa.

Kalau penjarian dari guru berbeda dengan buku, keduanya bisa sama-sama benar. Pilih salah satu dan pakai secara konsisten.

Kapan penjarian yang tercetak perlu diganti?

Ganti penjarian kalau setelah dicoba dengan sungguh-sungguh masih terasa tidak cocok dengan tangan. Mainkan dulu bagian itu pelan-pelan sebanyak lima atau enam kali dengan nomor yang tercetak. Kalau tangan masih terasa tegang, jari berdesakan, atau harus meregang dengan canggung, penjariannya boleh diubah.

Beberapa alasan untuk menggantinya:

  • Tangan kecil mungkin perlu membagi akor yang lebar menjadi beberapa bagian atau memainkan nada oktaf bergantian daripada merentangkan jari 1 dan 5 sekaligus. Posisi lima jari mungkin terasa sempit bagi tangan besar, sehingga memakai jari lain pada tuts hitam terasa lebih nyaman.
  • Kalau penjarian membuat pergelangan tangan terpelintir atau bahu terangkat, pilihan itu tidak cocok untuk tangan kita, meskipun begitu yang tertulis di partitur.
  • Kalau beberapa not sudah dihapus untuk menyederhanakan aransemen, penjarian aslinya mungkin perlu diubah juga.

Tulis pilihan penjarian dengan pensil, lalu pakai setiap kali berlatih. Mengganti penjarian dari satu sesi ke sesi berikutnya sering membuat suatu bagian terus tersendat. Kami juga membahasnya dalam panduan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari satu lagu di piano.

Bagaimana Songscription menambahkan nomor jari?

Songscription membuat nomor jari piano secara otomatis. Jadi, lagu yang ditranskripsikan dari rekaman sudah disertai saran penjarian.

  • Pada piano roll, setiap not yang bergerak turun diberi label jari. Kita bisa melihat jari yang perlu dipakai saat notnya tiba. Cara berlatih seperti ini dibahas dalam panduan belajar dengan piano roll.
  • Pada partitur, nomor jari muncul di dekat not. Saat partitur baru dibuka, nomornya tersembunyi. Aktifkan tampilan nomor jari untuk melihatnya.
  • Berkas MIDI dan MusicXML yang diunggah juga diberi nomor jari. Dengan begitu, penjarian bisa ditambahkan ke partitur yang sudah kita punya.
  • Kalau ada nomor yang terasa tidak cocok, laporkan. Laporan itu membantu memperbaiki saran penjarian.

Nomor jari hanya dibuat untuk piano. Perlakukan sarannya seperti penjarian pada edisi partitur mana pun: jadikan titik awal, coba dengan tangan sendiri, lalu ubah bagian yang perlu disesuaikan.

Kalau belajar lewat ponsel atau tablet, Anything Piano juga menampilkan nomor jari pada piano roll. Aktifkan tampilan penjarian untuk melihat jari yang memainkan setiap not.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti angka pada partitur piano?

Angka itu menunjukkan nomor jari. Penomorannya sama pada kedua tangan: 1 untuk ibu jari, 2 untuk telunjuk, 3 untuk jari tengah, 4 untuk jari manis, dan 5 untuk kelingking. Angka kecil di dekat not menyarankan jari yang dipakai untuk memainkannya. Ini saran dari penyunting atau guru, bukan bagian dari musiknya sendiri.

Apakah nomor 1 berarti ibu jari pada kedua tangan?

Ya. Penomoran jari piano dimulai dari ibu jari ke arah kelingking pada kedua tangan. Jadi, 1 selalu ibu jari dan 5 selalu kelingking, baik di tangan kiri maupun kanan. Ini berbeda dari beberapa aturan penjarian alat musik berdawai yang tidak memberi nomor pada ibu jari. Pemain gitar atau biola yang beralih ke piano kadang perlu waktu untuk menyesuaikan diri.

Haruskah kita mengikuti penjarian yang tercetak?

Tidak, tapi coba dulu beberapa kali sebelum menggantinya. Penjarian yang tercetak biasanya dipilih untuk mengatasi masalah yang belum kita sadari, misalnya menyiapkan posisi tangan untuk frasa berikutnya. Kalau setelah beberapa kali dicoba pelan-pelan masih terasa tidak cocok, ubah penjariannya, terutama kalau ukuran tangan jauh lebih kecil atau lebih besar dari rata-rata. Tulis pilihan yang baru, lalu pakai setiap kali berlatih. Penjarian yang konsisten lebih penting daripada mengikuti angka yang tercetak.

Bisakah perangkat lunak menambahkan nomor jari pada partitur secara otomatis?

Ya. Songscription membuat nomor jari piano secara otomatis untuk setiap transkripsi piano, juga untuk berkas MIDI dan MusicXML yang diunggah. Nomornya muncul sebagai label jari pada piano roll dan sebagai angka pada partitur. Aktifkan atau nonaktifkan tampilan nomor jari untuk menampilkan atau menyembunyikannya. Kalau ada saran yang terasa tidak cocok, laporkan.

Untuk melihat nomor jari pada lagu yang ingin dipelajari, coba pembuat penjarian piano.

Tentang penulis

Songscription

Ditulis oleh

Songscription

Dibuat oleh musisi, untuk musisi

Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan tab. Artikel ini ditulis oleh kami, musisi dan insinyur yang membuat alat-alat yang dulu ingin kami punya. Kami serius soal not, bahkan lebih serius lagi soal permainan kata. Maaf sebelumnya kalau beberapa lelucon kami terdengar fals.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.