PerbandinganPerbandingan aplikasiSongscription•Waktu baca: 8 menit

Bandingkan format ekspor Songscription dan MuseScore

Songscription dan MuseScore sama-sama mengekspor PDF, MIDI, dan MusicXML. Perbedaannya ada pada cara kita memperoleh not sebelum ekspor. Di MuseScore, kita memasukkan not sendiri. Songscription membaca rekaman lalu menuliskannya menjadi partitur.

Bandingkan format ekspor Songscription dan MuseScore

Artikel ini bagian dari panduan kami untuk memilih alat transkripsi musik.

Songscription dan MuseScore sering dibandingkan untuk mencari mana yang menghasilkan PDF atau MusicXML yang lebih baik. Wajar kalau kita membandingkan hasil ekspornya. Keduanya memakai format standar yang sama, tapi not di dalam file itu berasal dari proses yang berbeda.

MuseScore adalah editor notasi gratis tempat kita memasukkan not sendiri. Songscription membaca rekaman dan menuliskannya menjadi partitur.

Kenali fungsi masing-masing

MuseScore adalah program notasi gratis dengan kode sumber terbuka. Untuk menyusun partitur, kita memasukkan not dengan mengetik, mengeklik, atau memainkan keyboard MIDI. MuseScore menata notasinya, memutar musiknya, dan mengekspor hasilnya. MuseScore sangat cocok untuk pekerjaan ini, dan kita tidak perlu membayar untuk memakainya. Tapi MuseScore tidak bisa mendengarkan rekaman audio lalu menentukan not-notnya.

Songscription mengerjakan tahap sebelumnya. Masukkan file audio, tautan rekaman, atau rekaman yang dibuat langsung. Songscription mentranskripsi permainan musik dalam rekaman itu menjadi partitur yang bisa diedit. Untuk piano, not untuk tangan kanan dan kiri dipisahkan, dan simbol akor ditulis di atas paranada. Songscription juga punya alat edit untuk merapikan hasil transkripsi sebelum diekspor. Dari rekaman sampai partitur selesai, Songscription dan MuseScore mengerjakan tahap yang berbeda.

Bandingkan format ekspornya

Format ekspornya banyak yang sama, jadi kita bisa mengedit hasil transkripsi Songscription lebih lanjut di MuseScore.

KemampuanSongscriptionMuseScore
Mengekspor PDFYaYa
Mengekspor MIDIYaYa
Mengekspor MusicXMLYaYa
Menghasilkan file Guitar Pro atau tablaturYa, untuk alat musik bersenar dengan fretTablatur dalam partitur; tanpa file Guitar Pro
Mengubah rekaman menjadi partiturYaTidak
Mendeteksi akor dari audioYaTidak
Menata notasi dan tata letak secara manual sampai ke detailnyaEdit sederhanaPenataan notasi lengkap dan terperinci

Tiga baris pertama menunjukkan format ekspor yang sama, yaitu PDF, MIDI, dan MusicXML. Perbedaannya terlihat pada cara memperoleh not dan seberapa jauh kita bisa menata notasi.

Tentukan dulu asal notnya

Kalau kita baru punya rekaman, halaman MuseScore masih kosong. Kita harus mencari setiap not dengan mendengarkan rekaman, lalu memasukkannya satu per satu. Pekerjaan itu memakan waktu dan perlu ketelitian. Transkripsi menggantikan pekerjaan ini: Songscription membaca audio dan menuliskan notnya ke partitur.

Setelah notnya tersedia, MuseScore cocok untuk menyempurnakan notasi. Jadi pilih berdasarkan bahan awalnya. Kalau notnya sudah ada, tata notasinya di MuseScore. Kalau baru ada rekaman, transkripsikan dulu. MuseScore memang tidak dirancang untuk mengerjakan tahap itu.

Transkripsikan di Songscription, lalu tata di MuseScore

MusicXML membuat perpindahan antara kedua program berjalan lancar. Transkripsikan rekaman di Songscription, perbaiki bagian yang jelas perlu dirapikan, lalu ekspor sebagai MusicXML. Buka file itu di MuseScore. Kita bisa mengedit partitur itu sepenuhnya, termasuk menata ulang dan menyempurnakan notasinya. Bagian yang paling berat sudah dikerjakan lewat transkripsi.

Dalam satu alur kerja ini, Songscription mencari not dari rekaman, lalu MuseScore menangani penataan notasinya. Untuk berpindah, cukup ekspor sekali dan buka file hasilnya. Langkahnya dijelaskan dalam panduan mengimpor hasil ekspor Songscription ke MuseScore. Panduan mengimpor ke MuseScore, Sibelius, Finale, dan Logic juga menjelaskan cara melanjutkan pekerjaan dari hasil transkripsi di program lain.

Pilih sesuai bahan awalnya

Kalau bahan awalnya rekaman, mulai di Songscription untuk mengubah audio menjadi partitur, lalu ekspor ke format yang dibutuhkan pada tahap berikutnya. Kalau notnya sudah ada di kepala atau di atas kertas, MuseScore punya alat lengkap untuk menata notasi secara gratis. Untuk kebanyakan orang yang bekerja dari rekaman, pilihan yang paling pas adalah memakai keduanya dalam urutan itu.

Perbandingan MuseScore vs Songscription membahas perbedaan keduanya di luar format ekspor, sementara artikel alternatif MuseScore membahas pilihan lain yang tersedia. Mulai transkripsi rekaman di halaman audio menjadi partitur. Semua format yang bisa diekspor Songscription dibahas dalam panduan format ekspor Songscription.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah MuseScore bisa mentranskripsi audio menjadi partitur?

Tidak. MuseScore adalah program notasi: kita memasukkan not sendiri dengan mengetik, memainkan keyboard MIDI, atau mengimpor file. MuseScore lalu menata notasinya dan memutar musiknya. MuseScore tidak mendengarkan rekaman untuk mencari not-notnya. Songscription yang mengerjakan tahap mengubah file audio menjadi partitur. Keduanya mengerjakan tahap berbeda dalam satu alur kerja, jadi banyak orang memakai keduanya.

Apakah Songscription dan MuseScore sama-sama bisa mengekspor MusicXML?

Ya. Format yang sama ini membuat keduanya bisa dipakai bersama. Songscription mengekspor setiap hasil transkripsi ke PDF, MIDI, dan MusicXML, sementara MuseScore membaca dan menulis ketiga format itu. Kita bisa mentranskripsi rekaman di Songscription, mengekspor MusicXML, lalu membuka file itu di MuseScore untuk mengedit partiturnya lebih lanjut. MusicXML adalah format standar, jadi file yang sama juga bisa dibuka di Sibelius, Finale, dan Dorico.

Apakah Songscription bisa menggantikan MuseScore?

Tidak sepenuhnya, karena tugas keduanya berbeda. Songscription mengambil not dari rekaman dan menghasilkan partitur yang bisa diedit. Ada alat edit sederhana untuk merapikan hasilnya. MuseScore adalah program gratis dengan alat lengkap untuk menata dan merapikan notasi secara manual. Kalau tugasnya mengubah audio menjadi partitur, Songscription mengerjakan bagian yang tidak bisa dilakukan MuseScore. Untuk penataan notasi yang terperinci, MuseScore lebih lengkap daripada alat transkripsi mana pun. Alur kerja yang paling pas adalah memakai keduanya sesuai fungsi masing-masing.

Sebaiknya kita memakai Songscription atau MuseScore?

Pilih berdasarkan asal notnya. Kalau kita punya rekaman dan perlu partitur, mulai di Songscription: audio ditranskripsi lalu hasilnya bisa diekspor ke PDF, MIDI, dan MusicXML. Kalau notnya sudah ada dan kita ingin menata notasi atau membuat aransemen secara manual, MuseScore adalah pilihan gratis dengan alat yang lengkap. Bagi kebanyakan orang, keduanya dipakai berurutan: transkripsikan di Songscription, lalu buka hasil ekspor MusicXML di MuseScore untuk menyelesaikan partiturnya.

Tentang penulis

Songscription

Ditulis oleh

Songscription

Dibuat oleh musisi, untuk musisi

Songscription mengubah rekaman apa pun menjadi partitur, MIDI, dan tab. Artikel ini ditulis oleh kami, musisi dan insinyur yang membuat alat-alat yang dulu ingin kami punya. Kami serius soal not, bahkan lebih serius lagi soal permainan kata. Maaf sebelumnya kalau beberapa lelucon kami terdengar fals.

Kenali tim kami

Baca artikel lain dengan topik yang sama.