Artikel ini bagian dari panduan kami untuk mentranskripsi berbagai alat musik.
Piano klasik termasuk yang paling sulit ditranskripsi. Beberapa suara bergerak bersamaan, pedal sustain membuat bunyinya berbaur, dan rubato serta ornamen menyulitkan kita menangkap ritmenya. Cara yang bisa diandalkan adalah mengerjakan bagian pendek, memperlambat rekaman, lalu menentukan not yang dimainkan tiap tangan. Kalau rekaman piano solonya jernih, AI bisa memberi draf awal dengan cepat. Hambatan-hambatan tadi masih bisa diatasi, tapi membuat transkripsi jarang langsung rapi dalam sekali pengerjaan.
Mengapa piano klasik sulit ditranskripsi
Telinga kita dan AI menghadapi beberapa kesulitan sekaligus saat menangkap permainan piano klasik:
- Beberapa jalur melodi bergerak bersamaan dalam polifoni yang padat. Suara di tengah sering tertutup oleh melodi paling atas dan bas.
- Kedua tangan bermain di wilayah nada yang bertumpang tindih. Kita perlu menentukan tangan mana yang memainkan tiap not, lalu menuliskannya sesuai pembagian itu.
- Pedal sustain membuat not terus berbunyi setelah tutsnya ditekan. Batas antarnot jadi kabur, sehingga sulit mendengar kapan satu not berakhir dan not berikutnya mulai.
- Rubato membuat durasi tiap not lebih panjang atau lebih pendek untuk memberi ekspresi. Permainannya tidak pas dengan grid pada tempo tetap.
- Ornamen seperti trill, grace note, dan mordent berisi rangkaian not cepat. Not-not itu sulit ditangkap, lalu masih perlu ditulis dengan rapi.
- Selisih antara not paling pelan dan paling keras sangat besar. Not yang pelan pada suara tengah bisa tertutup oleh not yang lebih keras.
Sebelum mulai, kita juga bisa membaca mengapa akurasi transkripsi AI berbeda-beda untuk memahami faktor lain yang memengaruhi hasilnya.
Menulis partitur lewat pendengaran
Untuk musik sepadat ini, transkripsi lewat pendengaran paling bisa diandalkan. Kerjakan satu frasa atau dua birama setiap kali agar kita tidak perlu menangkap seluruh karya sekaligus. Perlambat rekaman tanpa mengubah tinggi nadanya. Rangkaian not cepat atau akor yang padat akan terdengar lebih panjang, jadi kita punya waktu untuk mendengar nada-nada di dalamnya.
Cari jalur bas dan melodi paling atas dulu. Keduanya paling jelas terdengar dan memberi patokan untuk suara di tengah. Lengkapi suara tengah satu per satu, lalu tuntaskan not, ritme, dan pembagian tangan pada bagian itu sebelum lanjut. Cara ini memang lebih lambat daripada langsung memakai alat bantu, tapi bisa diandalkan saat musiknya rumit. Langkah dasarnya juga berlaku untuk alat musik lain, seperti dijelaskan dalam cara mentranskripsi musik.
Memulai dengan draf AI
AI bekerja paling baik pada rekaman piano solo yang jernih, dan banyak rekaman piano klasik memang seperti itu. Dari rekaman semacam ini, Songscription menghasilkan not dan file MIDI dengan cepat. Kita bisa memakai drafnya untuk mempercepat tahap yang paling memakan waktu.
Permainan klasik yang ekspresif tetap perlu diperiksa setelah transkripsi pertama. Ritme bisa keliru karena rubato, pembagian not antara paranada kedua tangan bisa salah, dan ornamen bisa muncul sebagai kumpulan not yang sulit dibaca. Bagian draf yang keliru karena bunyi berbaur saat memakai pedal juga perlu diperbaiki. Draf awal ini menghemat waktu, tapi kita masih perlu menyelesaikan partiturnya. Alur kerjanya dibahas lebih lanjut dalam cara mentranskripsi musik piano dengan AI.
Memperbaiki draf
Perbaiki kuantisasi, yaitu pembulatan waktu not ke nilai ritme yang teratur. Perhatikan terutama bagian yang waktunya bergeser dari ketukan tetap karena rubato. Langkah ini diperlukan baik setelah memakai AI maupun setelah menulis draf pertama lewat pendengaran.
Periksa pembagian tangan agar tiap not berada di paranada untuk tangan yang benar-benar memainkannya. Tulis ornamen dengan notasi yang sesuai. Trill atau grupetto perlu memakai simbolnya, bukan ditulis sebagai deretan not cepat. Tambahkan tanda dinamika untuk menunjukkan keras-lembutnya tiap bagian, serta tanda pedal untuk menunjukkan kapan pedal sustain ditekan dan dilepas. Musik yang ekspresif seperti ini selalu memerlukan pemeriksaan. Kesalahan yang sering muncul dibahas dalam cara memperbaiki kesalahan transkripsi AI.
Menata notasi agar partitur terbaca jelas
Not dan ritme yang benar masih perlu ditata agar pianis bisa membaca partitur sambil langsung memainkannya. Tentukan tanda birama dan tanda mula, tempatkan garis birama, lalu kelompokkan not dengan menghubungkan tangkainya agar ketukannya jelas.
Pilih ejaan enharmonis yang sesuai dengan tangga nadanya, yaitu apakah suatu nada ditulis memakai kres atau mol. Atur pembagian suara dan arah tangkai not agar jalur-jalur yang bergerak sendiri pada satu paranada tetap terlihat terpisah. Penataan ini mengubah catatan nada awal menjadi partitur yang rapi, dan diperlukan dalam setiap penulisan notasi. Songscription mengerjakannya saat menata hasil transkripsi menjadi partitur.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa piano klasik sulit ditranskripsi?
Musik piano klasik padat dan ekspresif, jadi sulit ditangkap lewat pendengaran maupun AI. Beberapa suara bergerak bersamaan dalam polifoni yang padat. Suara di tengah sering terlewat. Kedua tangan juga bermain di wilayah nada yang bertumpang tindih, jadi kita perlu menentukan tangan mana yang memainkan setiap not. Pedal sustain membuat bunyi not berbaur dan mengaburkan batas antara akhir satu not dan awal not berikutnya. Rubato membuat durasi tiap not lebih panjang atau lebih pendek untuk memberi ekspresi. Not-notnya jadi tidak pas dengan grid pada tempo tetap. Ornamen seperti trill, grace note, dan mordent menambah not-not cepat yang sulit ditulis dengan rapi. Rentang dinamika yang lebar juga membuat not yang pelan tertutup oleh not yang lebih keras.
Bagaimana cara mentranskripsi piano klasik lewat pendengaran?
Kerjakan bagian pendek, satu frasa atau dua birama setiap kali. Perlambat rekaman tanpa mengubah tinggi nadanya agar bagian yang cepat dan padat terdengar lebih jelas. Cari jalur bas dan melodi paling atas dulu. Keduanya paling jelas terdengar dan menjadi patokan untuk suara-suara di antaranya. Setelah itu, lengkapi suara tengah. Selesaikan satu bagian sebelum pindah ke bagian berikutnya, supaya kita tidak perlu mengingat seluruh karya sekaligus. Transkripsi lewat pendengaran memang lebih lambat, tapi paling bisa diandalkan untuk musik sepadat ini.
Bisakah AI mentranskripsi piano klasik?
Bisa, asal kita tahu hasil seperti apa yang bisa diharapkan. AI bekerja paling baik pada rekaman piano solo yang jernih. Dari rekaman seperti itu, AI bisa menghasilkan not dan file MIDI dengan cepat sebagai draf awal. Hasilnya masih perlu diperbaiki, terutama ritme yang keliru karena rubato, pembagian not antara kedua tangan, ornamen, dan pedal. Draf AI mempercepat tahap yang paling memakan waktu. Kita lalu melengkapi drafnya sampai menjadi partitur yang siap dipakai.
Apakah memperlambat rekaman membantu saat mentranskripsi?
Bisa, dan sangat membantu. Beberapa alat bisa memperlambat rekaman hingga sekitar 25% dari kecepatan aslinya. Bagian yang cepat atau padat jadi terdengar lebih panjang, dan kita bisa mendengar tiap not dalam rangkaian nada atau akor. Alat yang baik menjaga tinggi nada tetap sama saat kecepatan diturunkan, jadi nada yang kita dengar tetap benar. Memperlambat rekaman termasuk cara yang paling membantu saat mentranskripsi musik yang sulit, termasuk piano klasik.
Untuk mulai menyusun partitur dari rekaman piano solo yang jernih, unggah rekamannya dan gunakan not serta MIDI hasil transkripsi sebagai dasar.
