Blog Songscription dan sumber belajar transkripsi musik
Baca panduan Songscription tentang transkripsi musik, partitur, MIDI, piano roll, dan belajar musik dengan bantuan AI. Ada juga pembaruan produk dan pengumuman dari tim Play Anything.
Panduan mengubah rekaman menjadi partitur yang bisa dibaca: cara kerja transkripsi dengan AI, cara mendapatkan hasil yang akurat, serta cara mentranskripsikan musik dari berbagai genre dan alat musik, dari piano solo sampai satu band lengkap.
Kadang kita cuma perlu akor untuk memainkan sebuah lagu, tanpa membaca seluruh partiturnya. Songscription bisa mengambil progresi akor dari rekaman dan menuliskannya sebagai simbol akor. Periksa bagian yang kurang tepat, lalu pindahkan ke nada dasar yang cocok untuk dimainkan.
AI bisa membuat lagu dalam hitungan detik. Tapi rekaman yang sudah jadi belum sama dengan lagu yang bisa kita mainkan dan kita akui sebagai karya sendiri. Transkripsi membuka jalan untuk mengolahnya.
Dulu, mengenali judul lagu hanya dari suaranya terasa mustahil. Shazam bisa mengenalinya. Bagi musisi, masih ada pertanyaan yang lebih sulit dan lebih berguna: bagaimana cara memainkan lagunya? Itulah yang dijawab Songscription.
Kalau mesin bisa menciptakan lagu lalu menuliskannya menjadi partitur, wajar kalau kita bertanya apa yang tersisa untuk orang yang memegang alat musik. Justru bagian itulah yang sejak awal paling berarti dalam bermusik.
Suno menghasilkan rekaman lagu yang sudah jadi, tanpa partitur. Dengan Songscription, kita bisa mengubah lagu buatan AI menjadi partitur, MIDI, atau piano roll untuk dibaca, disunting, dan dimainkan. Saat kita menyunting dan memainkannya sendiri, lagu itu mulai mencerminkan hasil kerja kita.
Membuat rekamannya baru langkah awal. Masih ada yang perlu dikerjakan supaya lagu itu bisa kita mainkan, edit, rilis, atau miliki. Setelah audio selesai diputar, apa saja yang bisa kita lakukan dengan lagu dari Suno, dan apa batasannya?
Siswa sudah memakai generator lagu AI. Kita perlu menentukan cara menggunakannya dalam pelajaran tanpa melewatkan proses belajar. Beberapa kegiatan berhasil di kelas, tapi ada masalah yang perlu diperhatikan. Kita bisa memakai transkripsi Songscription agar siswa tetap melatih keterampilan musiknya.
Alat untuk membuat, mentranskripsikan, menyunting, dan memainkan musik kini makin baik, tapi belum saling terhubung secara otomatis. Kita masih perlu memindahkan hasil dari satu alat ke alat berikutnya sampai ide awal menjadi partitur yang bisa dimainkan. Setiap celah dalam proses itu punya cara untuk diatasi.
Kita sempat merekam senandung dengan ponsel saat menunggu lampu merah. Rekaman singkat berisi melodi yang dinyanyikan atau dimainkan dengan alat musik bisa diubah menjadi partitur atau lead sheet yang bisa dibaca tanpa mencari notnya satu per satu.
Ide musik bisa cepat hilang. Kita yakin akan terus mengingat sebuah riff, tapi riff itu sering sudah lenyap saat kita menemukan pena. Biasakan merekamnya segera, lalu ubah ide pilihan menjadi partitur supaya detailnya tetap tersimpan.
Sesi jam sering menghasilkan ide musik bagus yang tidak pernah kita tulis. Saat latihan berikutnya, bagian yang disukai semua orang cuma teringat sepotong-sepotong. Rekam sesi jam, lalu ubah ide yang ingin disimpan menjadi partitur yang bisa dibaca seluruh band.
Mencari tahu bagaimana sebuah lagu disusun adalah langkah awal untuk menulis lagu yang lebih baik. Lewat transkripsi, rekaman yang kita sukai menjadi partitur yang bisa dipelajari: voicing, permainan bas, sampai titik perubahan harmoninya. Dari situ kita bisa mengurai lagu dan belajar dari pilihan-pilihan di dalamnya.