Bagian dari panduan kami tentang mentranskripsikan musik untuk berbagai alat musik.
Mentranskripsikan musik dengan mendengarkan berarti mencari not dalam sebuah karya musik hanya dari bunyinya, lalu menuliskannya. Kita mengerjakannya bertahap. Cari nada dasar dan tempo dulu, lalu ikuti jalur nada yang paling menonjol. Kerjakan frasa pendek satu per satu. Perlambat rekaman dan nyanyikan setiap nada untuk mengingatnya sebelum mencari nada itu di alat musik.
Prosesnya lambat dan kadang membuat kesal. Tapi telinga kita terlatih dengan cara yang tidak bisa digantikan jalan pintas. Kalau tujuan kita bukan berlatih, kadang lebih masuk akal memakai AI untuk mengolah rekaman lebih dulu, lalu memeriksa hasilnya.
Kerjakan satu lapisan dulu
Mencoba menangkap semua bagian sekaligus sering membuat kita tersendat. Mulai dari bagian paling sederhana dan paling jelas terdengar, lalu isi bagian di antaranya.
Cari nada dasar dan tempo lebih dulu
Sebelum menulis not, cari dulu pusat nadanya. Bersenandung sampai menemukan nada yang terasa menjadi pusat lagu, lalu ketuk mengikuti musik untuk mencari tempo dan posisi ketukan pertama dalam birama. Kalau sudah tahu nada dasarnya, pilihan nada yang mungkin muncul jauh lebih sedikit karena sebagian besar lagu memakai nada dari tangga nadanya. Kita pun lebih cepat menemukan not berikutnya.
Transkripsikan jalur nada satu per satu
Pilih jalur nada yang paling jelas, biasanya melodi atau bas, dan abaikan dulu bagian lainnya. Kerjakan frasa pendek yang berisi beberapa not. Nyanyikan atau senandungkan setiap nada untuk mengingatnya, lalu cari nada itu di alat musik dan tuliskan notnya. Jalur bas sering paling mudah dikenali, jadi cocok sebagai titik awal. Biasanya jalur ini terdengar jelas dan memberi petunjuk tentang harmoni yang menopang bagian lainnya.
Perlambat dan putar berulang
Bagian cepat yang bunyinya sulit dibedakan pada kecepatan asli bisa terdengar jelas saat diputar dengan kecepatan setengah dari aslinya. Pakai pemutar audio yang bisa memperlambat rekaman tanpa mengubah tinggi nadanya. Putar berulang potongan empat atau lima detik yang sedang dikerjakan sampai notnya berhasil dicatat. Mengulang potongan pendek yang sudah diperlambat sangat membantu saat mencari not lewat pendengaran. Waktu yang tadinya habis untuk mendengar bunyi yang kabur bisa dipakai untuk mengenali not satu per satu.
Tambahkan lapisan berikutnya
Setelah melodi dan bas tercatat, tuliskan harmoni di antara keduanya, lalu tambahkan jalur-jalur nada di tengah. Cocokkan setiap lapisan dengan rekaman sebelum melanjutkan. Kesalahan di awal bisa memengaruhi semua bagian yang ditambahkan sesudahnya. Dengan mencatat kerangkanya dulu, kita bisa melengkapi transkripsi sedikit demi sedikit tanpa harus mengurai semuanya sekaligus.
Apa yang dilatih saat mencari not dengan mendengarkan
Manfaat proses ini lebih terasa pada telinga kita daripada pada hasil transkripsinya.
- Cocokkan bunyi dengan not berulang kali untuk melatih pengenalan nada. Kita belajar mengenali interval dan, seiring waktu, mengenali not dari bunyinya tanpa mengeceknya dengan alat musik.
- Tentukan persis kapan sebuah not mulai untuk melatih ketepatan ritme. Kita harus menghitung dan merasakan pembagian ketukan yang biasanya terlewat.
- Dengarkan bagaimana jalur bas memberi petunjuk tentang akor dan bagaimana akor berpindah. Ini melatih pemahaman harmoni dan intuisi tentang susunan musik yang kita pakai saat bermain dan menulis musik sendiri.
- Ingat satu frasa sampai selesai ditulis untuk melatih ingatan dan fokus. Kemampuan ini makin kuat kalau terus dipakai.
Kemampuan itu tidak ikut terlatih kalau mesin yang mendengarkan untuk kita. Untuk melatihnya, kita perlu mencari dan mencatat not sendiri, meski lebih lambat.
Kapan memakai AI
Mencari not dengan mendengarkan berguna untuk latihan. Kalau yang dibutuhkan adalah hasil transkripsi, AI lebih masuk akal dalam beberapa keadaan:
- Kalau perlu partitur untuk tampil besok, kita lebih butuh hasil cepat daripada latihan telinga. AI membuat draf yang akurat dalam hitungan menit, lalu kita menyempurnakannya.
- Musik yang terlalu padat bisa menyulitkan telinga yang sudah terlatih sekalipun. Mengurai nada-nada di tengah akor yang padat atau memisahkan dua alat musik dalam rentang nada yang sama sering membuat pekerjaan tersendat. Model AI bisa menangani beberapa jalur nada yang berbunyi bersamaan dan sulit kita uraikan sendiri.
- Untuk memeriksa hasil, transkripsikan satu bagian dengan mendengarkan, lalu bandingkan dengan hasil AI untuk menemukan not yang terlewat. Latihan telinga tetap berjalan, dan hasil AI membantu menangkap kesalahan yang luput dari pendengaran kita.
Dalam praktiknya, kebanyakan musisi memakai kedua cara ini. Cari not sendiri pada musik yang masih bisa kita tangani untuk terus melatih telinga. Biarkan alat membuat draf awal saat musiknya padat atau waktunya sempit. Proses otomatisnya dijelaskan dalam panduan cara mentranskripsikan musik dan dibahas lebih dalam pada panduan mengubah audio menjadi MIDI. Perlakukan hasil AI sebagai draf yang perlu diperiksa dan diperbaiki. Saat memeriksanya, kita memakai telinga yang sama dengan yang dilatih lewat transkripsi.
Bagi tugas antara telinga dan AI
Mencari not sendiri melatih telinga. AI menghemat waktu setelah telinga terlatih, atau saat musiknya terlalu rumit untuk dikerjakan sendiri dalam waktu yang wajar. Musisi yang paling terbantu oleh kedua cara ini memakai AI sebagai rekan kerja untuk menangani pekerjaan yang menyita waktu. Mereka tetap mendengarkan dan memeriksa hasilnya sendiri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara mentranskripsikan musik dengan mendengarkan?
Kerjakan satu lapisan dulu. Cari nada dasar dan tempo, lalu tuliskan jalur nada yang paling menonjol, biasanya melodi atau bas. Kerjakan frasa pendek satu per satu. Perlambat rekaman, nyanyikan atau senandungkan setiap nada untuk mengingatnya, cari nada itu di alat musik, lalu tuliskan notnya. Mulai dari bagian paling sederhana, lalu tambahkan bagian lainnya sampai lengkap. Cocokkan setiap lapisan dengan rekaman sebelum melanjutkan.
Apakah mentranskripsikan musik dengan mendengarkan masih berguna kalau AI bisa mengerjakannya?
Tetap berguna untuk melatih keterampilan kita. Mencari not dengan mendengarkan melatih pengenalan nada, ketepatan ritme, dan pemahaman tentang susunan musik. Tidak ada cara lain yang melatih ketiganya secara langsung seperti ini. AI lebih cepat dan hasil awalnya sering kali lebih akurat, tapi tidak melatih telinga kita. Banyak musisi memakai keduanya: mencari not sendiri untuk berlatih, lalu memakai AI saat perlu hasil cepat atau draf untuk pembanding.
Apa bagian tersulit saat mentranskripsikan musik dengan mendengarkan?
Jalur nada di tengah dan akor yang padat. Kebanyakan pemain bisa menangani satu jalur melodi, tapi mengurai nada-nada di tengah akor yang padat atau memisahkan dua alat musik dalam rentang nada yang sama jauh lebih sulit. Banyak orang tersendat di bagian ini. Memperlambat audio membantu, dan memakai AI untuk membuat draf bagian itu lebih dulu juga bisa mengurangi waktu yang habis untuk mencoba tanpa hasil.
Kapan sebaiknya memakai AI daripada mentranskripsikan musik dengan mendengarkan?
Pakai AI kalau hasil cepat lebih dibutuhkan daripada latihan telinga, kalau musiknya terlalu padat untuk diurai dengan yakin, atau kalau kita lebih memilih memperbaiki draf yang akurat daripada mulai dari halaman kosong. AI juga berguna untuk memeriksa hasil: transkripsikan satu bagian dengan mendengarkan, lalu bandingkan dengan hasil AI untuk menemukan yang terlewat. Kalau tujuannya melatih keterampilan dan musiknya masih bisa kita tangani, mencari serta mencatat not sendiri tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
