Artikel ini bagian dari panduan kami tentang aplikasi transkripsi musik terbaik.
Aplikasi transkripsi piano AI mengubah rekaman audio menjadi partitur, file MIDI, dan MusicXML dalam hitungan menit, bukan berjam-jam. Kami membandingkan empat aplikasi berdasarkan akurasi deteksi polifonik, dukungan format ekspor, dan kecocokannya dengan alur kerja.
Kami membuat Songscription, jadi pertimbangkan itu saat membaca perbandingan ini. Kami tetap menjelaskan kapan aplikasi lain lebih cocok. Menutupi kelebihan aplikasi lain tidak membantu pembaca, dan perbedaannya akan terlihat saat kita mencobanya sendiri.
Ringkasan pilihan
- Songscription. Model yang berfokus pada piano, editor bawaan, dan pilihan format ekspor paling luas di antara aplikasi yang dibahas di sini. Paling cocok untuk kebanyakan pianis, pelajar, guru, dan komposer yang ingin menyelesaikan seluruh proses di satu tempat.
- Melody Scanner. Cocok untuk merekam melodi sederhana dari satu alat musik lewat ponsel, dengan aplikasi iOS dan Android.
- Klangio. Punya plugin DAW dan API publik untuk mentranskripsi di aplikasi rekaman atau menambahkan transkripsi ke aplikasi buatan sendiri.
- MuseScore. Editor notasi untuk musik yang sudah ditulis atau diimpor. Kami memasukkannya karena banyak orang mengira MuseScore bisa mentranskripsi audio, padahal fitur itu tidak ada.
Apa itu transkripsi piano AI?
Aplikasi transkripsi piano menganalisis rekaman audio lalu mengubahnya menjadi notasi yang bisa dibaca, MIDI, atau keduanya. Tantangan teknis utamanya adalah transkripsi polifonik: mengenali beberapa nada yang berbunyi bersamaan, dengan komponen harmonik yang bertumpuk dalam sinyal audio. Satu jalur melodi relatif lebih sederhana untuk dikenali. Progresi akor yang padat dengan jalur melodi yang bersilangan jauh lebih sulit, dan pada bagian inilah hasil tiap aplikasi mulai berbeda.
Setiap format hasil punya kegunaan sendiri. Partitur PDF bisa dibaca dan dicetak. MIDI bisa dimasukkan ke DAW dan aplikasi notasi lain. MusicXML adalah format standar terbuka untuk memindahkan hasil ke editor notasi dengan baik. File Guitar Pro memuat tabulatur. Format yang cocok bergantung pada apa yang ingin kita kerjakan setelah transkripsi selesai.
Empat aplikasi yang dibandingkan
1. Songscription
Songscription berjalan di browser. Kita bisa mengunggah file audio atau menempelkan tautan YouTube, lalu menghasilkan partitur, MIDI, MusicXML, dan Guitar Pro dalam satu alur kerja. Untuk yang baru mulai, panduan kami tentang mengubah rekaman menjadi partitur piano menjelaskan prosesnya secara lengkap.
Songscription paling kuat pada akurasi transkripsi piano dan kelengkapan alur kerjanya. Setelah hasil awal dibuat, kita bisa memeriksa dan memperbaikinya lewat editor piano roll bawaan sebelum mengekspor. Dalam pemakaian sehari-hari, kesempatan memperbaiki hasil ini lebih berpengaruh daripada selisih beberapa persen dalam akurasi model sebelum penyuntingan. Songscription juga bisa memisahkan satu alat musik dari rekaman campuran, jadi kita tidak perlu memisahkan trek audio sendiri sebelum mengunggah. Pilihan ekspornya mencakup PDF, MIDI, MusicXML, dan Guitar Pro. Pilihan format ini termasuk yang paling luas untuk membawa hasil transkripsi ke DAW atau editor notasi mana pun.
Kekurangannya, Songscription adalah aplikasi web tanpa versi aplikasi seluler. Merekam ide lewat ponsel belum selancar aplikasi yang memang dirancang untuk itu. Songscription bisa dicoba di halaman transkripsi piano.
2. Melody Scanner
Melody Scanner adalah layanan transkripsi berbasis web yang berfokus pada deteksi melodi dan akor. Layanan ini menerima tautan YouTube dan audio langsung dari mikrofon, lalu menghasilkan MIDI dan partitur dasar. Sasarannya adalah musisi yang bermain sebagai hobi dan membutuhkan hasil cepat dari rekaman sederhana.
Kelebihannya ada pada kemudahan merekam saat bepergian. Melody Scanner punya aplikasi iOS dan Android untuk merekam melodi lewat ponsel. Songscription belum bisa melakukan ini.
Tapi Melody Scanner hanya mendukung rekaman satu alat musik, jadi tidak bisa menangani rekaman band lengkap. Ekspor MIDI juga hanya tersedia di paket berbayar. Pilihan untuk mengolah hasil dari paket gratis pun terbatas.
3. Klangio
Klangio adalah perusahaan asal Jerman yang mengembangkan transkripsi AI sejak 2018. Dua fitur yang paling menonjol adalah plugin DAW untuk mentranskripsi di aplikasi rekaman dan API publik untuk pengembang.
Keduanya belum tersedia di Songscription dengan akses mandiri. Kalau kita ingin mentranskripsi langsung di DAW lewat plugin atau menambahkan transkripsi ke aplikasi buatan sendiri lewat API, Klangio menyediakan keduanya. Songscription belum punya plugin, dan akses API hanya tersedia di Enterprise.
Kelemahan Klangio ada pada kualitas hasil untuk alat musik yang didukung kedua layanan, terutama piano. Untuk piano, hasil Songscription cenderung lebih rapi. Artikel perbandingan Songscription dan Klangio membahas kelebihan masing-masing dengan lebih terperinci.
4. MuseScore
MuseScore adalah editor notasi musik sumber terbuka yang paling banyak dipakai. Kita bisa memakainya untuk menggubah musik, menyunting, dan mencetak partitur. Koleksi partitur unggahan komunitasnya juga besar. Sekolah musik dan konservatori di seluruh dunia memakai MuseScore.
MuseScore sendiri tidak mentranskripsi audio. Editornya tidak punya fitur AI untuk mengubah audio menjadi notasi. Kita harus memasukkan not secara manual atau mengimpor file MIDI atau MusicXML. Karena itu, MuseScore masuk kategori berbeda dari aplikasi lain di sini. Hasil transkripsi bisa dibawa ke MuseScore untuk menata partitur secara terperinci, tapi transkripsinya dibuat di aplikasi lain.
Memilih sesuai kebutuhan
Apa yang kita rekam?
Semua aplikasi ini bisa mengolah rekaman piano solo yang bersih dengan baik. Prosesnya lebih sulit kalau piano ada dalam rekaman band lengkap. Songscription bisa memisahkan piano dari bagian rekaman lainnya secara otomatis, jadi kita tidak perlu mengerjakannya sendiri lebih dulu.
Hasilnya akan dipakai untuk apa?
Kalau kita ingin mencetak atau membaca partitur, PDF sudah cukup. Untuk membawanya ke aplikasi produksi musik, kita membutuhkan file MIDI. Kalau notasinya akan disunting di aplikasi lain, MusicXML lebih cocok karena menyimpan lebih banyak detail musik daripada MIDI.
Bagaimana kita ingin memperbaiki kesalahan?
Tidak ada AI yang selalu benar. Songscription punya editor bawaan untuk memperbaiki kesalahan tanpa keluar dari aplikasi. Pada kebanyakan aplikasi lain, kita perlu membawa file hasilnya ke aplikasi lain untuk mengoreksinya.
Mengapa Songscription unggul untuk piano
Songscription menggabungkan model yang berfokus pada piano, editor bawaan, dan pilihan format ekspor paling luas dalam kategori ini. Melody Scanner dan Klangio sama-sama mentranskripsi audio, tapi pilihan ekspornya lebih terbatas atau akurasinya untuk piano polifonik lebih rendah. MuseScore sama sekali tidak mentranskripsi audio.
Paket gratis tersedia untuk mencoba Songscription sebelum menentukan pilihan.
Cara kami menguji
Kami memilih berdasarkan cara tiap aplikasi menangani rekaman piano polifonik, format ekspor yang didukung, dan apakah kesalahan bisa diperbaiki tanpa berpindah aplikasi. Perbandingan ini menilai pemakaian sehari-hari, bukan mengukur akurasi lewat pengujian terkontrol.
Menentukan pilihan
Dalam kategori ini, kita perlu membedakan aplikasi yang mentranskripsi audio dari aplikasi yang mengolah notasi yang sudah dibuat. MuseScore masuk kelompok kedua. Untuk aplikasi yang mentranskripsi audio, pilihan bergantung pada alur kerja kita. Songscription paling cocok untuk kebanyakan pianis, pelajar, pengajar, dan komposer. Hasil transkripsi piano polifoniknya baik. Songscription mendukung seluruh format ekspor yang dibahas dan punya editor untuk menyelesaikan proses di satu tempat. Klangio lebih cocok kalau kita membutuhkan plugin DAW untuk transkripsi di aplikasi rekaman atau API untuk aplikasi buatan sendiri. Melody Scanner menjadi pilihan ringan untuk yang lebih sering mentranskripsi lewat ponsel.
Mencoba beberapa lagu dari koleksi kita sendiri di dua atau tiga aplikasi, lalu membandingkan hasilnya dengan audio, memberi gambaran yang lebih berguna daripada artikel perbandingan mana pun. Dari situ kita bisa menilai aplikasi mana yang menangani rekaman yang memang kita gunakan, bukan cuma membandingkan daftar spesifikasi. Paket gratis Songscription bisa menjadi pembanding awal untuk menilai hasil aplikasi lain.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa aplikasi transkripsi piano AI terbaik?
Songscription paling cocok untuk kebanyakan pianis, pelajar, pengajar, dan komposer. Hasil transkripsi piano polifoniknya baik. Songscription mendukung ekspor PDF, MIDI, MusicXML, dan Guitar Pro, serta punya editor bawaan. Klangio lebih cocok kalau kita membutuhkan plugin DAW untuk transkripsi di aplikasi rekaman atau API untuk aplikasi buatan sendiri. Melody Scanner menjadi pilihan ringan untuk merekam melodi dengan cepat lewat ponsel. MuseScore sama sekali tidak mentranskripsi audio.
Aplikasi transkripsi piano mana yang bisa dipakai di ponsel?
Melody Scanner punya aplikasi iOS dan Android untuk merekam melodi sederhana dengan cepat lewat ponsel. Songscription adalah aplikasi web yang alurnya dimulai dengan mengunggah rekaman atau menempelkan tautan YouTube, Instagram, atau TikTok. Kelebihannya ada pada akurasi transkripsi piano polifonik dan editor bawaan, sedangkan merekam langsung lewat ponsel bukan fokusnya. Pilih sesuai kebutuhan kita: merekam dengan cepat atau menghasilkan partitur yang rapi dan bisa disunting.
Bisakah MuseScore mentranskripsi audio piano?
Tidak. MuseScore adalah editor notasi untuk musik yang sudah kita tulis atau impor. MuseScore tidak punya fitur AI untuk mengubah audio menjadi notasi. Not harus dimasukkan secara manual atau diimpor dari file MIDI atau MusicXML. Hasil transkripsi bisa dibawa ke MuseScore untuk menata partitur secara terperinci, tapi transkripsinya dibuat di aplikasi lain.