Artikel ini bagian dari panduan memilih alat transkripsi musik.
Mentranskripsi satu melodi sederhana biasanya cepat, apa pun metodenya. Karya piano yang padat atau rekaman band lengkap membutuhkan waktu lebih lama, meski penyebabnya berbeda untuk tiap metode. Jadi, waktu yang kita perlukan bergantung pada musik yang dikerjakan dan caranya. AI memang cepat menemukan not, tapi sesudah itu kita masih perlu memeriksa hasilnya. Tahap ini bisa menghabiskan waktu sepanjang sore. Perkiraan menurut jenis lagu dan empat faktor yang memengaruhinya bisa membantu kita menghitung waktu sebelum mulai.
Perkiraan waktu menurut jenis lagu
Tabel ini membandingkan waktu transkripsi dengan mengandalkan pendengaran dan waktu membuat draf dengan AI lalu memeriksanya, untuk empat jenis lagu yang umum. Perkiraannya mencakup satu bait dan satu bagian reff dari lagu yang lazim ditemui. Angkanya bukan jaminan waktu selesai. Kualitas rekaman dan keterampilan kita bisa membuat waktu pengerjaannya berbeda.
Polanya cukup konsisten. Saat mentranskripsi dengan mengandalkan pendengaran, waktu yang dibutuhkan naik tajam seiring kepadatan musik. Dengan AI, notnya tetap tersedia dalam hitungan menit. Yang bertambah adalah waktu untuk memeriksanya.
| Jenis lagu | Perkiraan waktu dengan mengandalkan pendengaran | Dengan AI (draf + pemeriksaan) |
|---|---|---|
| Satu jalur melodi yang terdengar jelas | Sekitar 30–60 menit | Draf dalam hitungan menit, lalu sekitar 5–15 menit untuk memeriksa |
| Lagu pop dengan akor (melodi dan iringan) | Sekitar 1–3 jam | Draf dalam hitungan menit, lalu sekitar 20–45 menit untuk memeriksa |
| Karya piano solo yang padat (banyak not berbunyi bersamaan) | Beberapa jam, sering dikerjakan dalam beberapa sesi | Draf dalam hitungan menit, lalu sekitar 1–2 jam untuk memeriksa dan merapikan susunan nada akor |
| Aransemen band lengkap (beberapa alat musik berbunyi bersamaan) | Berjam-jam, kadang sehari atau lebih | Draf tiap alat musik dalam hitungan menit, lalu pemeriksaan untuk masing-masing alat musik |
AI mengambil alih tahap awal yang lambat dan rawan kesalahan, yaitu mencari setiap nada dan menuliskannya. Kita kemudian memeriksa dan memperbaiki hasilnya, pekerjaan yang biasanya lebih ringan. Seluruh proses tetap membutuhkan waktu. Untuk memahami proses di balik perkiraan pada kolom transkripsi dengan mengandalkan pendengaran, baca cara mentranskripsi musik dengan mengandalkan pendengaran.
Apa yang menentukan lama pengerjaannya
Empat faktor menjelaskan hampir semua perbedaan antara pekerjaan yang selesai dalam 30 menit dan pekerjaan yang memakan waktu berjam-jam. Yang pertama adalah kepadatan musik dan polifoni. Kalau cuma ada satu melodi, pendengaran kita cukup mengikuti satu jalur. Akor menambahkan beberapa nada sekaligus. Kalau jalur melodinya bergerak sendiri-sendiri, misalnya tangan kiri dan kanan memainkan pola berbeda, atau ada jalur bas di bawah kelompok alat musik tiup, kita harus memisahkan suara yang berbunyi bersamaan. Untuk setiap not tambahan, kita perlu mengenali nadanya, menentukan kapan notnya mulai berbunyi, lalu menuliskannya.
Faktor kedua adalah kejernihan audio. Rekaman studio yang jernih dari satu alat musik jauh lebih mudah ditranskripsi daripada rekaman pertunjukan yang kurang jelas, campuran audio dengan banyak lapisan suara, atau rekaman dengan reverb yang kuat. Derau dan suara yang saling menutupi membuat nada yang sedang dicari kurang jelas. Kita perlu mendengarkan lebih lama, dan alat transkripsi pun lebih sulit membaca sinyalnya.
Faktor ketiga adalah keterampilan pendengaran dan menulis notasi. Seberapa cepat kita mengenali interval, seberapa lancar kita menulis ritme, dan seberapa cepat kita menemukan not yang salah ikut menentukan waktu pengerjaan. Keterampilan ini tumbuh lewat latihan. Memeriksa dan memperbaiki draf juga melatihnya. Metode lengkap dan keterampilan yang diperlukan dibahas dalam cara mentranskripsi musik.
Faktor keempat ada di akhir setiap proses, yaitu memeriksa hasil. Tahap ini sering terlupakan saat kita menganggap transkripsi sudah “selesai” begitu notnya muncul.
Waktu untuk memeriksa hasil sering terlupakan
Baik kita mentranskripsi dengan mengandalkan pendengaran maupun memulai dari draf AI, hasilnya tetap perlu diperiksa. Putar hasil transkripsi dan cocokkan dengan rekaman, perbaiki nada yang salah, rapikan ritmenya, atur susunan nada akor, lalu tentukan pembagian not untuk tiap tangan atau alat musik. Semua itu membutuhkan waktu, dan makin rumit musiknya, makin lama pemeriksaannya. Satu melodi hampir tidak perlu diperbaiki. Karya piano yang padat atau rekaman band lengkap perlu dibaca dengan teliti untuk memastikan bagian yang bunyinya kurang jelas. Tahap ini ada di semua metode. Dengan AI, kita memulai dari draf yang sudah bisa diperiksa. AI sudah mengerjakan tahap menulis not dari awal, yang biasanya memakan lebih banyak waktu.
Di Songscription, unggah rekaman untuk mendapatkan partitur yang bisa diedit dalam hitungan menit. Setelah itu, periksa dan ubah hasilnya di editor: perbaiki not, sesuaikan ritme, atau ubah pembagian not untuk tiap tangan. Untuk musik yang padat, kerjakan tiap alat musik satu per satu agar partitur masing-masing lebih rapi. Pilihan lainnya, proses rekaman band atau ansambel dengan Multi-Instrument untuk mendapatkan partitur semua alat musik sekaligus, lalu periksa satu per satu.
Songscription menghasilkan draf yang bisa segera kita edit. Waktu kita dipakai untuk memeriksa hasil, bukan menyusun semuanya dari awal. Drafnya tetap belum sempurna, dan hasil transkripsi band dengan beberapa alat musik perlu diperiksa dengan teliti untuk tiap alat musik. Seberapa rapi drafnya dan berapa lama kita perlu memeriksanya bergantung pada kepadatan musik dan kejernihan audio tadi. Pembahasannya ada dalam artikel seberapa akurat transkripsi dengan AI.
Mengandalkan pendengaran atau AI
Kalau seluruh transkripsi dikerjakan dengan mengandalkan pendengaran, kita menjalani kedua tahap sendiri: mencari nada dan memeriksa hasil. Totalnya bisa sekitar setengah jam untuk melodi sederhana sampai berjam-jam untuk musik yang padat atau aransemen band lengkap. Memulai dari draf AI mempersingkat tahap pertama menjadi hitungan menit. Pemeriksaan tetap perlu dilakukan dan waktunya bergantung pada kerumitan musik, tapi notnya sudah tertulis. Bagi kebanyakan orang dan untuk kebanyakan lagu, cara ini lebih cepat. Kita juga tetap melatih pendengaran saat mencocokkan draf dengan rekaman yang kita dengar sendiri.
Untuk musik yang padat dengan beberapa alat musik, kita perlu memperkirakan waktunya dengan lebih hati-hati. Aransemen band lengkap sulit dikerjakan dengan metode apa pun. Cara yang paling bisa diandalkan adalah mengerjakan tiap alat musik secara terpisah. Buat draf partitur tiap alat musik satu per satu, atau semuanya sekaligus dengan Multi-Instrument, lalu periksa masing-masing partitur secara terpisah. Perbedaan kebutuhan tiap alat musik dibahas dalam panduan transkripsi alat musik.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama mentranskripsi lagu dengan mengandalkan pendengaran?
Waktunya hampir sepenuhnya bergantung pada kepadatan musik dan seberapa terlatih pendengaran kita. Orang yang sudah terbiasa mentranskripsi bisa mengerjakan satu jalur melodi yang terdengar jelas dalam sekitar 30–60 menit. Lagu pop yang akornya juga perlu dicari biasanya membutuhkan satu sampai tiga jam. Karya piano solo yang padat atau aransemen band lengkap bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan perlu dikerjakan dalam beberapa sesi. Kita harus memisahkan beberapa jalur melodi yang berbunyi bersamaan, lalu menuliskannya dengan rapi. Kejernihan audio juga berpengaruh. Rekaman studio yang jernih jauh lebih cepat ditranskripsi daripada rekaman pertunjukan yang suaranya bercampur dan kurang jelas.
Seberapa cepat transkripsi dengan AI?
AI bisa mendeteksi not dengan cepat. Songscription mendengarkan rekaman dan menghasilkan partitur yang bisa diedit dalam hitungan menit, baik lagunya sederhana maupun rumit. Kerumitan lagu lebih berpengaruh pada waktu untuk memeriksa hasilnya. Satu melodi hampir tidak perlu dirapikan, sedangkan karya piano yang padat atau rekaman band lengkap perlu diperiksa lebih lama, terutama susunan nada akor, ritme, dan bagian yang tidak terdengar jelas bagi model AI. Jadi, drafnya cepat selesai, lalu lama pemeriksaannya bergantung pada musik yang ditranskripsi.
Apa yang membuat transkripsi lagu lebih lama?
Ada empat hal yang menentukan waktunya. Pertama, kepadatan musik dan polifoni. Not yang berbunyi bersamaan serta jalur melodi yang bergerak sendiri-sendiri lebih sulit dipisahkan daripada satu melodi saja. Kedua, kejernihan audio. Rekaman yang jernih jauh lebih cepat ditranskripsi daripada rekaman dengan derau, banyak reverb, atau banyak lapisan suara. Ketiga, keterampilan pendengaran dan menulis notasi. Keduanya menentukan seberapa cepat kita mengenali nada dan menuliskannya dengan benar. Keempat, merapikan dan memeriksa hasil. Tahap ini makin lama kalau musiknya makin rumit, apa pun cara kita mendapatkan notnya. Melodi sederhana yang terdengar jelas cepat dikerjakan dengan metode apa pun. Rekaman band lengkap yang padat dan kurang jelas membutuhkan waktu lebih lama dengan metode apa pun.
Lebih cepat mentranskripsi dengan mengandalkan pendengaran atau AI?
Untuk menuliskan not, AI biasanya lebih cepat. Drafnya selesai dalam hitungan menit, sedangkan transkripsi dengan mengandalkan pendengaran membutuhkan setengah jam sampai berjam-jam. Tapi hasil AI tetap perlu diperiksa dan diperbaiki, dan waktunya bertambah kalau musiknya makin rumit. Jadi, yang kita bandingkan adalah memeriksa draf yang sudah dibuat dengan menyusun seluruh transkripsi dari awal lewat pendengaran. Bagi kebanyakan orang dan untuk kebanyakan lagu, memulai dari draf lebih cepat. Pendengaran kita juga tetap terlatih karena kita mencocokkan hasilnya dengan apa yang kita dengar sendiri.
Untuk tahu berapa lama kita perlu mengerjakannya, ukur waktu saat mengerjakan satu lagu. Unggah rekaman ke Songscription, dapatkan draf yang bisa diedit dalam hitungan menit, lalu ukur waktu untuk memeriksanya.
